Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Cara Menyembuhkan Diri dari Trauma Psikologis

Trauma bisa menimbulkan gangguan kesehatan mental yang serius. Menghilangkan bayang-bayang trauma tidaklah mudah, rasa stres akibat trauma bisa terus ada seumur hidup.

Beberapa contoh trauma yaitu kecelakaan, kehilangan orang terdekat, korban bullying, pemerkosaan, bencana alam, dll.

Ilustrasi Trauma
Photo: https://pxhere.com/en/photo/952521

Dampak dari rasa trauma yaitu gangguan mental, perubahan prilaku, gangguan kehidupan sosial, hingga bisa berpengaruh ke kondisi fisik (gangguan kesehatan).

Orang-orang yang mengalami rasa tramua hendaknya curhat atau menceritakan kondisinya kepada orang terdekat.

Dengan menceritakan kondisi diri sendiri kepada orang yang menyayangi diri kita maka akan membuat lebih lega dan perasaan menjadi lebih baik.

Support dari orang-orang tercinta (orang-orang dekat) sangatlah penting, dan bisa meringankan rasa tidak nyaman pada jiwa.

Mengatasi Trauma Pada Jiwa

Sangat penting untuk menyibukan diri dan menjalani aktivitas-aktivitas yang bisa membuat Anda lebih tenang. Hal ini diharapkan dapat mengalihkan perhatian Anda pada berbagai aktivitas yang penting dan menarik

Jangan isi waktu luang Anda dengan mendengarkan lagu sedih dan hal-hal yang bisa menyebabkan stimulus negatif.

Ketika Anda sering mendengarkan lagu sedih dikhawatirkan dapat berpengaruh tidak baik pada keadaan emosi Anda, yang kemudian dapat membangkitkan rasa trauma masa lalu.

Salah satu kegiatan yang sangat bagus untuk Anda lakukan yaitu olahraga. Berolahraga menjadi cara yang bagus untuk menghilangkan rasa trauma.

Olahraga bermanfaat untuk kesehatan fisik maupun mental. Lakukan jenis olahraga yang Anda senangi, jadikan olahraga sebagai masa-masa yang menyenangkan.

Jangan jauhkan diri dari lingkungan sosial

Menjauhkan diri dari orang terdekat yang mencintai Anda, justru akan membuat Anda sendirian sehingga memperburuk rasa trauma.


Tidurlah Yang Cukup (Jangan Begadang)

Tidur sangatlah penting karena akan mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Tidurlah pada malam hari (sekitar jam 9 malam) sehingga Anda akan bangun di waktu fajar (atau pagi) dengan kondisi fisik dan pikiran yang fresh.

Dengan fisik dan pikiran yang fresh sehingga dapat meredakan rasa trauma, stres ataupun pikiran yang berat.

Adapun jika kekurangan tidur maka menyebabkan ketidakstabilan emosi, yang berdampak buruk pada kondisi jiwa dan rasa trauma.

Ikut Kegiatan Sosial

Anda bisa mengikuti berbagai macam kegiatan sosial, pilihlah kegiatan sosial yang Anda rasa sangat bagus.

Melakukan kegiatan sosial akan mengalihkah dan menghilangkan rasa trauma, serta memberikan pengalaman hidup yang bermanfaat untuk Anda.

Mengikuti kegiatan sosial juga akan membuat Anda bertemu dengan orang-orang yang baik (sukarelawan).

Ambil Nafas Panjang

Rasa trauma akan mengganggu kestabilan jiwa dan pikiran. Cobalah menarik nafas panjang untuk merileksasi diri Anda sendiri.

Dengan menarik nafas panjang akan menghindarkan Anda dari perasaan negaif dan emosi berlebihan.

Hal-hal lainnya untuk mengatasi rasa trauma:
  • Berpikir jika semua sudah berlalu. Berbagai kenangan buruk adalah masa lalu dan sudah berakhir. Ada banyak hal lainnya yang perlu Anda kerjakan di masa depan.
  • Selalu berpikir positif. Jangan sampai rasa trauma berlangsung lama sehingga menyebabkan depresi. Berbagai pikiran yang memunculkan rasa trauma harus disingkirkan.
  • Fokuslah pada hal-hal yang menyenangkan dan bermanfaat. Jangan berkutat pada sesuatu yang tidak berguna.
  • Liburan ke tempat yang menyenangkan. Anda bisa jalan-jalan setiap akhir pekan ataupun setiap dua pekan sekali. Sehingga pikiran dan perasaan Anda bisa teralihkan dari rasa trauma.
  • Anda disarankan berteman dengan orang orang yang pernah lepas dari trauma. Anda mungkin akan tahu jika banyak orang lain yang pernah terkena rasa trauma yang lebih berat dibandingkan Anda. 

Sebagai penutup, ingat bahwa mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang justru akan memperburuk kondisi trauma.

Jika trauma yang dialami tidak kunjung hilang, Anda mungkin membutuhkan bantuan ahli psikoterapi atau psikater. Untuk menghilangkan trauma, jangan segan untuk meminta bantuan orang terdekat atau para ahli.

Gila Belanja Adalah Penyakit Mental, Cara Mengatasinya?

Kita tentunya tidak bisa lepas dari yang namanya belanja, minimal kita belanja setiap hari berupa bahan-bahan makanan.

Terdapat banyak jenis produk yang dijual di pasar. Ketika Anda belanja (misalnya di mall) maka Anda akan melihat banyak sekali produk yang dijual.

Mall
Mall | Photo: https://pxhere.com/id/photo/101791

Dimulai dari yang harganya murah hingga yang harganya sangat mahal (yang tidak mampu dibeli).

Karena banyaknya macam-macam produk, sehingga aktivitas belanja menjadi momen yang sangat seru, tidak jarang orang-orang (terutama wanita) berputar-putar seharian di mall atau pusat perbelanjaan.

Walaupun begitu, kegiatan belanja tidak boleh dilakukan secara berlebihan, seseorang harus dapat mengontrol dirinya.

Sangat penting untuk bisa mengontrol diri, Anda harus menghindari yang namanya gila belanja. Hal itu karena para ahli menyebutkan gila belanja termasuk ke dalam kategori penyakit mental.

Ilmuwan menyebutkan bahwa ada orang yang merasakan kecemasan yang hanya bisa diredakan dengan berbelanja. Ini adalah salah satu contoh ekstrem dari akibat gila belanja

Bahaya lainnya yaitu kecanduan belanja yang dapat menyebabkan gangguan keuangan (uang bulanan habis sebelum waktunya).

Gila belanja telah dinyatakan sebagai penyakit mental, dimana sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan kecanduan game sebagai penyakit mental.

Efek Negatif Gila Belanja

Anda harus menghindari dari yang namanya gila belanja. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui efek negatif dari gila belanja (shopaholic), yaitu:

1. Utang kartu kredit menumpuk tanpa disadari, hal ini nantinya menimbulkan stres dan depresi.

2. Kehabisan uang di pertengahan bulan dimana waktu gajian berikutnya masih lama. Sehingga harus mati-matian mencari pinjaman, atau hutang sana-sini.

Hal ini nantinya menimbulkan efek yang disebut dengan �gali lubang tutup lubang�.

3. Bertengkar dengan pasangan, dimana akibat aktivitas belanja yang berlebihan menyebabkan gangguan finansial.

4. Menimbulkan masalah di kantor. Dimana sebagian orang yang gila belanja �berhalusinasi� gajinya kurang sehingga ingin naik gaji dari perusahaannya. Padahal perusahaan telah memberikan gaji sesuai dengan standar kelayakan.

5. Muncul sifat buruk, dimana orang-orang yang gila belanja bisa saja akan membenci siapapun yang jarang berbelanja.

Penutup 

Anda harus membatasi aktivitas belanja sesuai dengan kebutuhan, jangan terburu-buru membeli barang yang menarik perhatian.

Anda harus mengetahui dan memilah-milah, mana barang yang diperlukan dan mana yang kurang perlu.

Hal-hal lainnya untuk mengatasi gila belanja:
  • Ingatlah perjuangan dan tetes-tetes keringat Anda saat bekerja mencari uang.
  • Jika Anda sedang stres, cara mengatasinya dengan aktivitas olahraga, bukan dengan berbelanja.
  • Tinggalkan saja kartu kredit atau ATM di rumah.
  • Bawa uang secukupnya saat belanja.
  • Jangan belanja saat stres (tidak bisa berpikir jernih).
  • Selalu renungan tentang berbagai hal penting yang perlu dipenuhi di masa depan.
  • Jadilah orang yang rutin menabung.
  • Pastikan Anda membeli barang yang benar-benar dibutuhkan saja.

Pastikan Anda terhindar dari kecanduan belanja. Jika tidak, maka siap-siap menderita akibat tidak mampu mengelola keuangan dengan baik.

Inilah Berbagai Sifat yang Harus Dimiliki Lelaki Sejati

Jika berbicara tentang seorang lelaki sejati, tidak melulu tentang tubuhnya yang kuat, six pack ataupun kekar.

Bahkan hal utama yang membuat seseorang disebut sebagai lelaki sejati bukanlah karena tampilan luarnya tersebut...

...ada hal yang lebih penting dari seorang lelaki yaitu jiwa yang kuat. Seorang lelaki selain dituntut kuat secara fisik, juga harus memiliki jiwa yang kuat.

Ilustrasi Lelaki Sejati
Photo: https://pixabay.com/id/mengajukan-laki-laki-gaya-pria-2903171/

Lelaki Sejati Harus Memiliki Sifat Tanggung Jawab

Menjadi seorang lelaki yang sebenar-benarnya lelaki, haruslah mempunyai sifat tanggung jawab.

Pada dasarnya, kedewasaan seseorang tidaklah diukur dari umurnya, melainkan dari rasa tanggung jawabnya yang tinggi dari kewajiban-kewajiban yang perlu ia tunaikan.

Sifat tanggung jawab ini sudah mulai bisa dikembangkan sejak kecil, misalnya seorang siswa mengerjakan tugas PR tanpa perlu diingatkan orang tuanya.

Jika dari kecil sudah terbiasa untuk menjalankan segala kewajibannya, maka kelak akan menjadi lelaki sejati.

Adapun jika seseorang dari kecil terlalu dimanja dan tidak mengenal kewajiban-kewajibannya, maka kelak dia akan sulit menjadi seorang lelaki sejati.

Tidak Mudah Terpancing Emosi

Seorang lelaki sejati mampu mengontrol emosi dengan baik. Lelaki sejati tidak mudah baper dan ngambek.

Dia mampu berpikir secara luas sehingga dapat mengambil berbagai faedah dari kejadian-kejadian yang ada.

Adapun seorang lelaki yang pikirannya masih kanak-kanak maka seringkali mengeluh dan emosional.

Menjadi seorang lelaki, hendaknya mampu menyeimbangkan antara perasaan dan pikirannya.

Tidaklah segala sesuatu harus mengedepankan perasaan (baperan). Lelaki sejati harus mampu berpikir dengan baik, tidak terpengaruh oleh perasaan atau emosi yang negatif.

Jika Anda mampu mengontrol emosi dengan baik maka orang-orang disekeliling akan lebih nyaman dengan Anda.


Lelaki Sejati Haruslah Konsisten

Kalau plin-plan maka namanya bukan lelaki sejati. Seorang lelaki haruslah konsisten dengan sikap dan perkatannya.

Seorang lelaki sejati akan memikirkan dahulu sebelum mengatakan sesuatu. Dia bukan orang yang mengatakan sesuatu lalu sering menarik kembali perkatannya, dan dia juga bukan orang yang berjanji lalu sering membatalkannya.

Seorang lelaki sejati jika menempuh sebuah pilihan maka dia akan fokus dan konsisten pada apa yang dia pilih.

Bukanlah lelaki sejati jika sering berubah-ubah pilihannya, dia akan terlihat seperti orang yang plin-plan.

Seorang Lelaki Sejati Tidak Mengedepankan Ego

Seorang lelaki sejati harus berani mengakui kesalahan, tidak perlu mengedepankan ego. Sifat ego hanya untuk anak-anak kecil.

Tidak sedikit orang yang sangat sulit mengakui kesalahannya, sifat ego tingginya menyebabkan dirinya sulit untuk bisa menjadi seorang lelaki sejati.

Tidak mengapa mengakui kesalahan karena yang namanya manusia tidak pernah lepas dari kekeliruan.

Jika melakukan kesalahan maka tinggal meminta maaf, tidak perlu yang namanya ego.

Meminta maaf tidak akan membuat Anda terlihat rendah, justru membuat Anda terlihat sebagai orang yang berjiwa besar.

Anda dapat menjadi seorang lelaki sejati, dengan syarat membuang sifat kekanak-kanakan.

Mempunyai Sifat Mandiri

Seorang lelaki sejati tentunya harus mandiri. Seorang lelaki harus mulai melatih diri agar tidak tergantung pada orang lain.

Jika seseorang selalu mengandalkan kemampuan orang lain menandakan dirinya bukanlah lelaki sejati.

Seorang lelaki sejati akan berjuang untuk bisa mandiri, karena suatu saat dirinya pasti akan menjadi kepala keluarga.

Orang-orang (termasuk pasangan hidup) akan terpesona dengan sikap mandiri Anda. Orang yang mandiri dan tidak mudah meminta-minta maka akan hidup mulia.

Menjadi seorang lelaki sejati perlu latihan dan pembiasaan, selain itu juga butuh proses yang panjang.

Menjaga Penampilan

Seorang lelaki juga harus menjaga penampilan, khususnya ketika berumah tangga. Seringkali suami tidak menjaga penampilannya ketika di rumah bersama istrinya, hal ini bisa menyebabkan keretakan dalam rumah tangga.

Sebagai seorang lelaki sejati yang kelak menjadi seorang suami, maka jangan mengabaikan penampilan.

Baiknya hubungan antar pasangan sangat dipengaruhi dari seberapa baiknya kedua pihak dalam menjaga penampilannya masing-masing.

Langkah-Langkah Mengatasi Kecanduan Game pada Anak

Dapat dikatakan, game dapat bermanfaat sebagai sarana hiburan semata yang dimainkan sesekali.

Tapi game bisa menjadi masalah serius jika membuat kecanduan, baik itu pada anak-anak, remaja maupun orang dewasa.

Anak Kecanduan Game
Photo credit: Flickr.com / Marcus Kwan

Bahaya kecanduan game bisa sangat parah, khususnya pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, baik fisik, mental maupun kecerdasannya.

Anak-anak yang seharian hanya disibukan dengan main game pc maupun smartphone, maka dirinya terlalu sering berdiam diri di rumah, dan tubuhnya jarang bergerak.

Bermain game boleh untuk hiburan tapi ada batasannya, karena ada banyak aktivitas bermanfaat lainnya yang perlu dilakukan dalam sehari-hari.

Cara Mengobati Kecanduan Game

Cukup sulit untuk mengatasi anak yang sudah fanatik (kecanduan) bermain game.

Butuh waktu cukup lama, dan juga perlu kesabaran untuk bisa mengatasi kecanduan game pada anak. Orang tua bisa mengalihkan perhatian anak.

Dorong dan semangati anak agar melakukan kegiatan olahraga yang dia sukai. Sehingga jika anak telah terbiasa untuk melakukan olahraga yang dia sukai maka sifat kecanduan game akan berkurang sedikit demi sedikit.

Orang tua bisa memberikan aturan pada anak, bunyi aturannya yaitu: "Anak baru boleh bermain game setelah melakukan aktivitas olahraga (contohnya bermain sepak bola, basket, les berenang, dll)."

Luangkan Waktu untuk Anak, dan Beri Perhatian Pada Anak
Sangat penting bagi orang tua untuk menyediakan waktu yang cukup untuk bersama anak-anak.

Setelah pulang kerja (bisa di sore hari atau setelah waktu maghrib), orang tua perlu berkumpul bersama anak sembari minum teh dan mengobrol tentang hal-hal yang menyenangkan.

Saat masa-masa berkumpul seperti ini, orang tua bisa menanyakan beberapa hal yang menunjukan perhatian orang tua kepada anak.

Selain itu, bisa juga orang tua mengajari atau bercerita sesuatu kepada anak, atau juga orang tua dan anak melakukan kegiatan tertentu.

Intinya pada masa-masa quality time seperti ini, JANGAN SAMPAI masing-masing pihak sibuk dengan gadget-nya masing-masing.


Ajarkan Jadwal Kegiatan Kepada Anak
Ini sangat penting, beritahu anak kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya pada pagi, siang, sore dan malam hari.

Dengan melatih anak untuk bisa memahami berbagai kegiatan dan kewajibannya, maka ini secara perhalan akan menghilangkan kecanduan game pada anak.

Selalu berikan peringatan pada anak tentang kewajibannya, jika anak belum terlatih maka ingatkan setiap jam.

Orang tua perlu mencari tahu tentang kegiatan-kegiatan yang dapat menyenangkan anak, usahakan kegiatan itu bermanfaat untuk masa depan sang anak.

Kegiatan itu bisa seperti latihan bela diri, berenang, basket, futsal, les komputer, editing video, desainer, programming, dan ratusan kegiatan bergengsi lainnya yang mungkin disenangi sang anak.

Buat Batasan Waktu Bermain Game, dan Carikan Anak Teman Sebaya
Dahulu, orang tua dapat dengan mudah memerintahkan anak untuk pulang ke rumah dan berhenti bermain pada jam 5 sore.

Hal ini mudah dilakukan karena memang anak-anak saat itu sudah dibiasakan untuk melakukan hal itu.

Dengan begitu, biasakan anak Anda untuk memiliki kegiatan-kegiatan selain bermain game di gadget.

Mula-mula batasi waktu bermain game anak secara perlahan. Lalu mulai masukan beberapa kegiatan yang berguna untuk anak.

Minimal ajak anak bermain di taman hijau, kalau bisa ada teman seumurannya sehingga seru dan menyenangkan.

Dua hal ini (mengurangi waktu bermain game dan memberikan anak kegiatan yang berguna) harus terus digencarkan. Namun lakukan secara perlahan saja, jangan terburu-buru.

Intinya, orang tua berusaha agar kecanduan game pada anak bisa berkurang sedikit demi sedikit.

Hindari memaksa anak berhenti bermain game sepenuhnya secara mendadak, karena kemungkinan akan gagal.

Hal-Hal Lainnya

-Pastikan memberikan password pada gadget, jangan sampai anak tahu passwordnya.

-Bekali pengetahuan yang benar tentang bahaya cyber kepada Anak. Secara rutin edukasi anak tentang bahaya dari penyalahgunaan gadget.

-Orang tua harus memberikan contoh baik untuk anak. Anak akan meniru orang tuanya, sehingga orang tua jangan sampai terlalu sering mengoperasikan gadget karena anak dicontoh anak.

-Usahakan setiap hari untuk meluangkan �Family Time�. Sangat penting untuk berbincang, bercanda, dan sharing sesama anggota keluarga.

-Usahakan untuk makan malam bersama.

-Jika ingin menonton film, lakukan bersama-sama dengan keluarga.

-Sedikit demi sedikit latih anak untuk memanfaatkan teknologi (internet) untuk hal-hal yang berguna.

-Kalau bisa lakukan rekreasi keluarga secara rutin, usahakan ke tempat-tempat alam, pantai dan semacamnya.

-Mengehentikan anak bermain game tidak bisa dilakukan secara instan. Fokusnya adalah mengurangi waktu bermain game anak secara perlahan.

Demikian saja, ingatlah poin-poin yang disebutkan diatas.

Orang Religius Lebih Panjang Umur! Ini Penjelasan Ilmiahnya

Hasil sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang religius (menjalankan agama) mempunyai peluang untuk hidup lebih lama dibandingkan orang-orang yang tidak menjalankan aturan agama (semacam atheis).

Para peneliti mengetahui bahwa kondisi tubuh orang-orang yang religius ternyata lebih sehat daripada orang-orang yang tidak beragama.

Masjid, Tempat Ibadah Umat Muslim
Photo credit: Wikipedia.org

Para ilmuwan banyak mendalami keterkaitan antara kesehatan dan kualitas hidup, dengan pola hidup yang dijalankan seseorang.

Termasuk tentang orang-orang yang menjalankan perintah agama, para peneliti mencaru tahu apakah mereka memiliki kesehatan dan kualitas hidup lebih baik dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memperdulikan agama.

Para penelitian yang disebutkan di website Live Science, menjalankan kehidupan religius dapat memengaruhi harapan hidup seseorang, mereka umumnya memiliki umur yang lebih panjang.

Pada studi yang dipublikasikan di jurnal Social Psychological and Personality Science, menemukan bahwa orang yang religius mempunyai umur lebih panjang rata-rata 3,8 tahun lebih lama dibandingkan orang-orang yang tidak beragama.

Manfaat kehidupan religius sudah umum diketahui sangat baik untuk batin (jiwa) seseorang.

Selain itu, dengan hidup beragama maka akan mengarahkan seseorang untuk menjalankan kehidupan yang baik dan gaya hidup yang sehat.

Umumnya agama akan melarang mengonsumsi sesuatu yang membahayakan kesehatan tubuh, seperti narkoba, minuman keras dan semacamnya.

Orang yang religius juga cenderung untuk bangun pagi, serta lebih bersyukur dengan apa yang telah dimilikinya, hal ini sangat baik untuk hatinya (jiwanya).

Pada penelitian yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine tahun 2016, menyimpulkan bahwa orang-orang yang menjalanakan perintah agama (melakukan aktivitas religius) mempunyai risiko kematian lebih kecil 33 persen, jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak menjalankan perintah agama.

Profesor Tyler VanderWeele, salah seorang yang bertugas dalam penelitian ini menyebutkan banyak manfat dari kehidupan beragama, yaitu:
  • Akan terbangun sosialisasi sesama pemeluk agama yang luar biasa.
  • Menumbuhkan sikap optimis.
  • Mendapatkan banyak dukungan sosial.

Manfaat kehidupan beragama lainnya yaitu membantu atau mempermudah seseorang untuk bisa memiliki tujuan hidup yang jelas dan baik.

Pada penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS One tahun 2017, menyimpulkan bahwa orang-orang yang menjalani kegiatan-kegiatan agama mengalami penurunan rasa stres dan berpeluang memiliki umur yang lebih panjang, dibandingkan orang-orang yang tidak menjalankan kegiatan agama.

Pada penelitian yang dipublikasikan di jurnal Social Psychological and Personality Sciencetoday, dari data yang dimiliki disimpulkan bahwa orang-orang yang religius rata-rata mempunyai tambahan usia sebesar 5,64 tahun, dibandingkan orang-orang yang tidak religius.

Orang-orang religius umumnya akan jauh dari yang namanya minuman keras (alkohol) dan hal-hal buruk lainnya.

10 Kesalahan Masa Muda yang Paling Disesali di Usia Tua

Sudah umum diketahui bahwa yang namanya penyesalan itu selalu muncul belakangan. Sehingga kita lihat, banyak orang yang berandai-andai waktu bisa diulang.

Yang berlalu biarlah berlalu. Kalaupun ingin mengingat masa lalu, maka itu hanya dalam rangka mengambil pelajaran dan hikmah dari masa lalu.

Menyesal
Photo credit: Pixabay.com

Adapun kali ini akan dibahas tentang hal-hal yang kemungkinan disesali seseorang di masa tuanya, berikut di bawah ini penjelasannya.

1. Tidak Menjaga Kesehatan
Memang ketika muda seseorang akan merasa kuat, sehingga akan cenderung meremehkan berbagai masalah kesehatan.

Anak muda jika dinasehatkan untuk berhenti merokok, umumnya akan menolak nasehat tersebut.

Padahal bahaya dari rokok benar-benar nyata, berbagai penyakit kronis siap mengintai para perokok.

Dan hal ini akan menjadi penyesalan besar para perokok di masa tuanya. Berbagai penyakit berkumpul di dalam tubuhnya, selain juga tubuh yang semakin melemah saat usia tua.

2. Tidak Menabung Saat Muda
Menabung atau menyimpan uang untuk nantinya digunakan di masa depan adalah hal yang harus dilatih sejak dini.

Orang-orang yang memiliki sifat suka menabung umumnya stabil keuangannya.

Berbeda dengan orang-orang yang boros atau tidak bisa mengatur keuangan, yang kemungkinan akan mengalami kesulitan keuangan di sepanjang hidupnya.

Sangat penting menabung saat masa muda, sehingga ketika dirinya sudah tua minimal memiliki rumah sendiri.

Memiliki rumah sangat penting untuk menunjang kenyaman hidup, apalagi jika sudah berusia sepuh, tentunya akan sangat merepotkan jika sering berpindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lainnya.

Anak muda yang terbiasa dengan hidup boros maka akan mengalami kesulitan dan penderitaan saat masa tuanya.

3. Terlalu Mendengarkan Apa Kata Orang Lain
Seseorang itu hendaknya menjadi dirinya sendiri. Tidak mudah terpengaruh orang lain dan memiliki prinsip hidup yang kuat.

Jika Anda adalah pribadi yang terlalu mendengarkan apa kata orang, hal ini dapat membuat Anda menyesal.

Di atas bumi ini terdapat bermacam-macam orang, ada yang baik ada juga yang buruk. Sehingga tidak perlu mendengarkan semua kata orang.

Mendengarkan semua komentar orang (apalagi komentar yang negatif) akan menghambat perkembangan Anda.

Berkarya-lah sejak muda, jangan berhenti berkarya karena omongan negatif orang-orang.

Anda harus percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, jika Anda tidak percaya diri maka Anda akan menyesal di hari tua.

Tidak ada asalan untuk tidak percaya diri, semua orang pernah melakakukan kesalahan. Jika Anda melakukan kesalahan, maka hal yang harus dilakukan adalah bangkit dan terus percaya diri.

Cueklah pada orang-orang yang mencela karena mungkin saja dirinya tidak lebih baik dari Anda.

Fokuslah kepada orang-orang yang mendukung, memotivasi dan mencintai Anda.

Di dunia ini, tidak mungkin semua orang menyukai diri kita. Seringkali ada orang-orang yang sengaja mengatakan hal buruk kepada diri kita, agar kita menjadi sedih dan down.

Ingat, jangan terlalu mendengarkan apa kata orang. Fokus saja mendengarkan perkataan orang-orang yang tulus memotivasi diri Anda.


4. Gila Pujian
Hal ini masih berhubungan dengan poin ke-3 yaitu tentang prinsip hidup. Selalu ingin dipuji orang lain merupakan penyakit, yang membuat Anda lemah dan tidak mempunyai prinsip hidup.

Jangan terlalu mengharapkan pujian orang lain, karena kemungkinan besar Anda akan kecewa.

Selain itu, banyak orang yang menyesal di masa tuanya karena melakukan hal-hal negatif saat masa mudanya, seperti narkoba, merokok, tawuran, minum-minuman keras, bergabung dengan geng yang merusak, dll.

Banyak pemuda yang karena ingin dibilang keren oleh teman-temannya, sehingga melakukan hal-hal negatif tersebut.

Padahal melakukan hal-hal negatif seperti tawuran, merokok dan minum-minuman keras, tidak ada kerennya sama sekali.

Jangan sampai kita menjadi orang yang senang dipuji karena melakukan hal negatif, karena nantinya kita akan menyesal di masa tua.

5. Melawan Kepada Orang Tua
Ketika orang tua tiada maka kita akan menyesal karena sering membantah dan melawan orang tua.

Saat masa tua tentunya Anda ingin disayangi oleh anak-anak Anda dan cucu-cucu Anda.

Dengan begitu, Anda harus berbakti pada orang tua ketika Anda masih muda. Jangan sampai Anda terlambat untuk menyenangkan hati orang tua.

6. Tidak Melakukan Pekerjaan yang Disukai
Uang memang penting, tapi usahakan untuk bisa bekerja sesuai dengan bidang dan passion Anda.

Jika Anda melakukan pekerjaan yang Anda senangi, maka pekerjaan akan terasa ringan dan tidak membuat stres.

7. Tidak Memiliki Motivasi Tinggi Saat Muda
Saat muda kondisi fisik benar-benar kuat dan semangat sedang puncak-puncaknya. Jika Anda tidak memanfaatkan-nya maka akan menimbulkan rasa penyesalan di masa tua.

Dengan bekerja dan belajar bersungguh-sungguh saat muda, maka akan menuai manfaat besarnya di masa tua.

8. Gila Kerja
Walaupun kita harus rajin bekerja, bukan berarti menghabiskan seluruh waktu untuk bekerja. Masing-masing ada porsinya.

Selain Anda memiliki waktu untuk bekerja, Anda juga harus memiliki waktu untuk keluarga.

Kurangnya waktu untuk keluarga akan menimbulkan penyesalan di masa tua.

9. Tidak Memberikan Pendidikan Agama pada Anak
Betapa banyak orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya, sehingga banyak anak-anak yang durhaka kepada kedua orangtuanya.

Pendidikan agama sangat penting agar anak bisa bersikap dengan baik kepada orangtuanya.

Seringkali orang-orang yang tidak pernah mendapatkan pelajaran agama melakukan kedurhakaan kepada orangtuanya, seperti �membuang� orang tuanya ke panti jompo, dll.

10. Pelit
Pelit berbeda dengan hemat. Betapa banyak orang miskin kelaparan yang membutuhkan bantuan.

Orang yang dermawan akan memiliki hati yang bahagia. Kebahagiaan didapat dengan cara membahagiakan orang yang membutuhkan.

Jangan sampai melewatkan masa muda untuk bersedekah, kalau melewatkannya maka Anda akan menyesal karena menyia-nyiakan kebaikan yang besar.