Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Nutrisi Penting untuk Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Dalam masa pertumbuhan, sangat penting untuk memenuhi asupan gizi anak secara maksimal, sehingga anak nantinya memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Hendaknya sejak dini memperhatikan gizi anak untuk pembentukan sistem kekebalan tubuhnya dalam jangka panjang.

Anak-Anak Bermain
Anak-Anak Bermain | Photo: https://pixnio.com/people/children-kids/kids-about-to-race

Jika daya tahan tubuh baik maka anak tidak mudah terserang sakit. Sistem pertahanan tubuh sangat penting untuk melindungi tubuh anak dari agen-agen asing (penyebab penyakit) yang menyerang.

Khusus bayi, usahakan diberikan asupan ASI yang mencukupi untuk memperkuat sistem pertahanan tubuhnya.

ASI tidak hanya menjadi sumber nutrisi utama bayi, selain itu ASI sangat penting untuk menopang pembentukan sel-sel kekebalan tubuh yang terbaik.

Kandungan di dalam ASI berguna untuk merangsang fungsi mikrobiota yang terdapat di saluran cerna. Mikrobiota memproduksi banyak jenis antibodi penting.

Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang memperoleh asupan ASI yang cukup sejak usia dini memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik.

Seiring bertambahnya usia, anak membutuhkan kalori dan energi yang lebih tinggi. Itu bisa diperoleh dari asupan makanan yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak yang seimbang.

Adapun asupan pendukungnya seperti vitamin (vit A, betakaroten, B5, C, D, E), mineral, asam lemak (omega 3, omega 6), probiotik, nukleotidaprebiotik, laktoferin dan beberapa jenis asam amino.

Berbagai nutrisi penting tersebut bisa dipenuhi dengan asupan MPASI (makanan pendamping ASI) yang baik.

Makanan yang Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Orang tua tentunya ingin agar anaknya memiliki daya tahan tubuh yang baik agar terlindungi dari serangan virus pembawa penyakit.

Daya tahan tubuh anak akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak.

Sayuran mengandung nutrisi super penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh anak.

Sayuran dan buah-buahan sumber nutrisi terbaik bagi anak-anak dan balita. Makanan yang dikonsumsi anak sehari-hari sangat mempengaruhi perkembangan sistem imunitasnya.

Sehingga penuhi kebutuhan nutrisi anak dan pastikan untuk membiasakan anak mau mengonsumsi sayur dan buah.

Prebiotik yang terkandung dalam sayuran dan buah bermanfaat untuk kesehatan pencernaan tubuh dan memperkuat daya tahan tubuh.

Prebiotik mempromosikan bakteri baik yang menguntungkan sistem pencernaan tubuh dan melawan keberadaan bakteri jahat di saluran pencernaan.

Asupan yang mengandung prebiotik alami yaitu tomat, bawang merah, bawang putih, gandum dan asparagus.


Zat Besi
Asupan zat besi juga sangat diperlukan anak-anak. Fungsi zat besi sangat vital dalam proses pembentukan hemoglobin. Tubuh yang kekurangan zat besi mengalami resiko pelemahan daya tahan tubuh.

Asupan zat besi bisa diperoleh dari sayuran berwarna hijau gelap (misalnya bayam), kacang-kacangan, nasi merah, daging merah dan susu.

Vitamin D
Vitamin D memiliki kontribusi dalam pembangunan daya tahan tubuh anak. Untuk menenuhi kebutuhan asupan vitamin D, maka dorong anak agar mau mengonsumsi telur (yang manfaatnya sangat penting untuk pertumbuhan anak).

Vitamin A
Vitamin A juga penting dalam memperkuat daya tahan tubuh anak. Asupan vitamin A bisa diperoleh dari telur, wortel, mangga, bayam dan ubi.

Vitamin C
Nutrisi vitamin C memiliki peran besar dalam melawan masalah infeksi. Dimana vitamin C diperlukan sel darah putih untuk melawan infeksi pada tubuh.

Asupan yang mengandung vitamin C yaitu jeruk, kiwi, brokoli dan ubi-ubian.

Manfaat Pertahanan Tubuh yang Optimal

Dengan mengonsumsi asupan yang sehat dan bergizi maka diharapkan anak mempunyai sistem pertahanan tubuh yang kuat, sehingga anak terlindungi dari penyakit, infeksi menular, alergi, dll.

Untuk meningkatkan sistem imun tubuh maka berikan MPASI yang tepat pada anak, karena jika anak kekurangan asupan nutrisi penting menyebabkan daya tahan tubuhnya lemah, sehingga mudah terserang penyakit.

Bahaya jangka panjang dari daya tahan tubuh anak yang lemah menyebabkan gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak, termasuk tingkat kecerdasan anak.

Terutama anak yang masih dibawah usia dua tahun, jangan sampai kekurangan asupan gizi yang penting.

Jeruk dan lemon membantu sistem kekebalan tubuh anak. Adapun yogurt mengandung probiotik.

Kacang kaya akan protein, vitamin, mineral dan asam lemak omega yang mempromosikan sistem kekebalan tubuh.

Telur merupakan makanan kaya akan nutrisi. Kandungan vitamin A dan mineral pada kuning telur bermanfaat untuk meningkatkan sel darah putih dalam mengatasi serangan infeksi.

Ikan (seperti salmon dan tuna) mengandung asam lemak omega yang mempromosikan pembentukan sel darah putih. Selain itu terkandung vitamin D yang berkontribusi dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh.

Penyebab Diare Pada Anak (Gejala dan Penanganannya)

Diare menyebabkan penderitanya sering buang air besar, dimana kondisi tinja umumnya encer.

Terjadinya diare akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang kurang bersih (terpapar bakteri, virus atau parasit).

Anak Diare
Anak Diare | Photo credit: Shutterstock.com / By Sergiy Bykhunenko

Seringnya diare terjadi selama beberapa hari (jenis akut), tapi ada juga diare yang baru bisa sembuh setelah beberapa minggu (jenis diare kronis).

Biasanya diare tidak menyebabkan bahaya kesehatan yang fatal, tapi harus berhati-hati jika diare disertai dehidrasi

Diare tidak berbahaya jika tidak terjadi dehidrasi. Adapun jika disertai dehidrasi bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, sehingga penderita diare sangat penting memenuhi kebutuhan cairan tubuh (terutama minum air putih).

Mengonsumsi pemanis buatan, mannitol ataupun sorbitol (misalnya pemanis buatan yang ada di permen karet) ternyata dapat menyebabkan resiko diare.

Diare cukup umum dialami anak-anak. Khusus pada anak-anak, penyakit diare harus segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak yang serius.

Anak-anak biasanya BAB sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Bentuk fesesnya yang normal seperti pisang.

Pada bayi dibawah 1 tahun memiliki frekuensi BAB yang lebih sering, hal itu karena bayi masih dalam masa mengonsumsi ASI ekslusif.

Warna feses normalnya adalah kuning kehijauan. Adapun warna feses pada bayi sangat tergantung dari makanan yang dikonsumsinya. Yang penting diwaspadai apabila feses mengandung darah.

Penyebab Diare pada Anak

Seorang anak dinilai terkena penyakit diare jika memiliki masalah BAB. Dimana frekuensi BAB terlau tinggi, dan bentuk feses sangat encer.

Terjadinya diare pada anak tentu ada penyebabnya, seperti:

Infeksi
Penyebab umum diare pada anak-anak yaitu akibat serangan infeksi rotavirus.


Bakteri dan Parasit
Anak-anak dapat terserang diare akibat bakteri shigella, salmonella, E coli, Vibrio cholera, dll.

Bakteri menyebabkan hambatan pada proses penyerapan makanan di usus, dampaknya utamanya adalah usus besar tidak mampu menyerap air dengan baik, yang nantinya membuat tinja berbentuk cair.

Intoleransi Laktosa
Tidak jarang bayi maupun balita mengalami masalah intoleransi terhadap laktosa. Dimana tubuh anak hanya mempunyai enzim laktosa yang terlalu sedikit.

Enzin laktoasa di dalam tubuh bekerja untuk mencerna laktosa yang umumnya terdapat di dalam susu sapi.

Alergi Susu Sapi
Tidak sedikit anak-anak yang alergi terhadap susu formula (susu sapi). Dampak dari alergi tersebut adalah munculnya diare yang dialami anak-anak atau balita.

Jika anak Anda mengalami alergi ini, maka perlu berkonsultasi dengan ahli kesehatan atau dokter untuk memilih susu formula yang cocok untuk diminum oleh anak alergi.

Gejala Diare pada Anak

Anak-anak yang terkena diare sering mengalami muntah dan juga frekuensi BAB meningkat. Hal ini bisa menyebabkan anak kekurangan cairan sehingga rentan untuk dehidrasi.

Penanganan diare perlu secepatnya dilakukan jika anak merasa tidak tenang (gelisah), rewel, hingga bahkan tidak sadarkan diri akibat kekurangan cairan tubuh pada level yang parah.

Jika diare anak menyebabkan dehidrasi parah, maka muncul gejala sesak akibat tubuh anak kekurangan zat basa (asidosis).

Jika anak sampai mengalami kekurangan elektrolit maka bisa mengalami kejang-kejang.

Gejala lainnya diare pada anak:
  • Penurunan berat badan
  • Muncul demam
  • Sakit kepala
  • Tunja mengandung makanan yang belum tercerna
  • Tinja berlendir atau bahkan berdarah
  • Perut anak mulas
  • Perut terasa kembung atau kram
  • Rentan mengalami rasa mual bahkan muntah
  • Mata, pipi dan perut terlihat cekung
  • Anak sangat rewel
  • Air mata saat menangis sangat sedikit (bahkan air mata tidak keluar)

Jika penderita diare mengalami dehidrasi, akan sering mengalami rasa haus berlebihan, kepala sering pusing, tubuh lemas, urine cenderung berwarna gelap, mulut dan kulit terlihat kering.

Jika anak mengalami diare lebih dari 24 jam dan terlihat kekurangan cairan, dan dengan demam lebih dari 39 derajat celsius, hendaknya segera bawa ke dokter.

loading...

Penanganan Diare

Diare dengan dehidrasi ringan menyebabkan anak gelisah, matanya cekung, dan cubitan kembali dengan lambat

Adapun diare anak dengan dehidrasi berat menyebabkan anak gelisah, lesu, tidak semangat, kesadaran menurun drastis, malas minum (padahal kekurangan cairan), matanya cekung, dll.

Hendaknya segera melakukan rehidrasi dengan cara memberikan cairan. Anda perlu memberikan minum air putih.

Adapun jika anak mengalami dehidrasi parah (akibat diare) maka untuk mengembalikan cairan yang hilang dengan cara memberikan infus (di rumah sakit atau oleh ahlinya).

Pada bayi tetap berikan ASI, dan juga berikan asupan bergizi seperti biasa.

Ciri-ciri anak yang diare tanpa dehidrasi, yaitu kondisi anak masih baik dan sadar, keinginan untuk minum cenderung normal (tidak kehausan atau kekurangan cairan), matanya tidak cekung, dan cubitan dapat kembali dengan segera.

Untuk penanganan atau mencegah dehidrasi parah, maka hal yang hendaknya segera dilakukan yaitu memberikan oralit.

Pemberian oralit pada anak dengan dosis yang benar. Larutkan sebungkus oralit ke dalam satu gelas air matang.

Umumnya, berikan 50-100 cc cairan oralit pada anak di bawah umur satu tahun. Berikan 100-200 cc cairan oralit pada anak di atas satu tahun.

Berhati-hati dalam memberikan obat anti diare, hendaknya sesuai dengan rekomendasi dokter. Hal itu karena penggunaan obat antidiare dapat memperlambat gerakan usus (dalam mengeluarkan kotoran).

Penutup

Diharapkan dengan penanganan yang tepat maka keadaan anak membaik. Hal ini diketahui dari:
  • Membaiknya kesadaran anak.
  • Mulut dan bibir anak tidak lagi kering (mulai membasah).
  • Anak terlihat mulai ceria.
  • Anak tidak terlihat kekurangan cairan.
  • Kencing normal (baik itu frekuensinya dan warnanya).
  • Cubitan pada perut bisa kembali dengan cepat.

Adapun orang tua perlu membawa anak ke dokter jika anak muntah terus menerus, mencret, pemberian oralit tidak memberikan hasil, kesadaran anak menurun drastis, anak sering menangis, tangan dan kaki dingin, mata cekung.

Berat Badan Naik Drastis Saat Puber, Apakah Normal?

Semua anak-anak suatu saat nanti pasti akan memasuki masa pubertas, ini merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju remaja.

Masa pubertas sudah dimulai sejak usia 8-12 tahun, lalu berakhirnya pada usia 15-16 tahun. Pada usia remaja ini pertumbuhan akan berjalan dengan sangat cepat.

Timbangan Berat Badan
Photo credit: Wikimedia.org

Pada masa pubertas, seseorang akan mengalami perubahan secara fisik dan psikis, selain itu mulai terjadi pematangan fungsi-fungsi organ s*ksual.

Anak lelaki yang mulai memasuki masa pubertas ditandai dengan mimpi bas*h.

Adapun anak perempuan yang mulai memasuki masa pubertas ditandai dengan menstruasi pertama.

Kenaikan Berat Badan Saat Puber

Kenaikan berat badan secara signifikan saat masa pubertas sering menimbulkan rasa khawatir. Padahal hal yang normal saat puber berat badan akan cenderung naik.

Selain itu, saat masa puber terjadi perubahan fisik. Kondisi psikis dan emosional juga akan berubah.

Berat badan yang cendrung naik saat puber adalah hal yang wajar. Bahkan, organisasi CYWHS menyebutkan bahwa berat badan yang tidak naik sama sekali saat puber adalah hal yang kurang baik.

Terjadinya kenaikan berat badan saat puber karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh pada masa-masa ini.

Salah satunya yaitu hormon GnRH (gonadotropin-releasing hormone) yang dihasilkan di organ otak.

Hormon GnRH ini bekerja saat masa-masa puber untuk mematangkan berbagai fungsi organ tubuh.

Hal inilah yang membuat banyak perbedaan pada diri seseorang sebelum dan sesudah dirinya memasuki masa puber.


Hal yang terjadi pada anak perempuan saat masa puber, yaitu terjadinya peningkatan produksi lemak di bagian perut, yang kemudian lemak menyebar ke beberapa bagian tubuh, seperti paha, pinggul dan payud*ra.

Adapun yang terjadi pada laki-laki saat memasuki masa puber, yaitu terjadi kenaikan berat badan (seperti halnya anak perempuan). Lalu terjadi peningkatan massa otot.

Perbedaan pubertas antara anak laki-laki dan perempuan. Jika anak perempuan mengalami peningkatan timbunan lemak, adapun anak lelaki mengalami peningkatan massa otot.

Menjaga Berat Badan Saat Masa Puber

Hindari melakukan diet sembarangan karena justru menyebabkan masalah kesehatan.

Pada dasarnya kenaikan berat badan saat puber adalah hal yang normal, sehingga tidak perlu memaksakan diri melakukan diet ketat.

Saat puber, justru hal yang harus dilakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi.

Melakukan diet ekstrim saat puber akan berbahaya, karena bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan organ s*ksual seorang remaja.

Hal yang harus dilakukan adalah mengatur pola makan yang sehat dan seimbang.

Jangan berlebihan mengonsumsi makanan berlemak, remaja harus mengimbanginya dengan mengonsumsi sayur-sayuran, buah, biji-bijian dan ikan.

Hindari makanan kurang sehat seperti junk food, fast food, gorengan, mie instan, makanan ringan yang tinggi MSG dan semacamnya.

Makanan seperti junk food, gorengan ataupun makanan yang tinggi kandungan minyak dan lemak menjadi penyebab utama obesitas.

Hal penting lainnya, pastikan remaja melakukan olahraga secara rutin, hal ini sangat penting untuk kesehatannya, dan juga untuk membentuk tubuh yang ideal.

Disarankan melakukan olahraga yang memberikan beban pada tulang panjang kaki, diantaranya jogging, atletik, skipping (lompat tali), badminton dan basket.

Melakukan olahraga tersebut akan merangsang tubuh untuk tumbuh lebih maksimal. Selain itu, olahraga berenang juga dapat merangsang pertumbuhan tinggi badan.

Kunci Utama Anak Tumbuh Tinggi & Cerdas

Sangat penting memperhatikan kecukupun gizi anak. Hal ini agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan maksimal, sehingga anak tumbuh menjadi sosok yang kuat fisik dan mentalnya.

Anak-anak yang kekurangan asupan gizi akan mengalami gangguan pertumbuhan.

Anak Cerdas
Photo credit: Maxpixel.net

Untuk bayi, maka harus mendapatkan asupan ASI saat masa-masa emasnya. Minuman ASI sangat penting untuk pertumbuhan bayi.

Beberapa makanan sehat untuk anak-anak, yang berkontribusi besar untuk perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan tinggi badan anak, yaitu:

Bayam
Orang tua harus memotivasi anak agar suka dengan sayuran bayam. Bayam sudah disepakati para ahli gizi termasuk �makanan super� yang sangat disarankan dikonsumsi, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Bayam menyediakan kandungan zat besi dan kalsium yang tinggi. Selain itu, mengonsumsi bayam bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sang anak.

Telur
Anak-anak juga perlu mengonsumsi telur untuk perkembangannya. Telur mengandung protein, kolin, omega 3, vitamin D, vitamin B12 dan asam folat.

Telur dikenal dengan kandungan protein-nya yang tinggi. Protein dibutuhkan untuk membangun sel-sel tubuh.

Telur mengandung lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat untuk kesehatan mata anak.

Kandungan kolin dan omega 3 di dalam telur bermanfaat penting untuk perkembangan otak anak, dan meningkatkan daya ingat.

Kandungan vitamin D berkontribusi untuk kesehatan dan kekuatan tulang. Kandungan vitamin B12 dan asam folat untuk kesehatan sistem syaraf dan perkembangan otak.

Susu
Anak-anak juga harus didorong untuk mengonsumsi susu. Hal itu karena susu merupakan sumber kalsium yang berperan penting untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang.

Beberapa makanan lainnya yang sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak yaitu wortel, kacang kedelai, gandum, yoghurt, dan buah-buahan.

Buah-buahan yang disarankan untuk dikonsumsi anak-anak yaitu:
  • Pisang (sumber utama kalium untuk melancarkan aliran darah sehingga konsentrasi anak meningkat)
  • Alpukat (kaya akan vitamin E dan antioksidan kuat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan)
  • Pepaya (kaya akan vitamin C)
  • Buah Naga (mengandung zat besi, kalsium dan vitamin A)
  • Mangga (kaya akan vitamin A dan vitamin C)

Mangga juga mengandung asam glutamin tinggi yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak dan meningkatkan daya ingat.

Anda bisa memberikan beberapa jenis buah-buahan secara bervariasi pada anak. Selain itu, dorong anak untuk sering mengosumsi sayuran.

Hal Penting Lainnya

Agar pertumbuhan tinggi badan anak berjalan dengan baik maka berikan anak asupan yang kaya akan zat besi, kalsium, protein dan vitamin A.

Selain itu dorong anak agar melakukan olahraga secara rutin. Beberapa olahraga yang bisa ditawarkan pada anak yaitu jogging, berenang, bersepeda, permainan olahraga (seperti futsal, basket), atau sekedar jalan santai.

Pastikan anak memiliki jam tidur yang cukup di malam hari, jangan sampai anak tidur larut malam karena anak mengganggu tumbuh kembangnya.

Usahan anak agar tidur nyenyak dan lelap, selain itu matikan lampu saat tidur karena sangat sehat. Tidur sebagai proses penting bagi tumbuh kembang anak.

Saat tidur, tubuh memproduksi hormon penting yang berfungsi untuk memulihkan sel-sel tubuh serta membangun otot dan jaringan tubuh.

Jika anak memperoleh kualitas tidur yang baik maka dapat memaksimalkan tingkat kecerdasan anak.

Para ahli telah menjelaskan bahwa tidur berkualitas dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kewaspadaan dan ketenangan berfikir.

Berikut hal-hal lainnya yang harus diketahui agar tumbuh kembang anak berjalan dengan baik:
  • Jauhi anak dari paparan asap rokok.
  • Jauhi anak dari berbagai polusi, misalnya polusi di jalan raya, dll.
  • Berikan kasih sayang yang tulus dan maksimal kepada anak, agar mental dan fisik anak tumbuh dengan baik.
  • Batasi konsumsi makanan kurang sehat seperti junk food, fast food, mie instan, gorengan, dll.
  • Didik anak agar lebih mengutamakan konsumsi makanan sehat.

Langkah-Langkah Mengatasi Kecanduan Game pada Anak

Dapat dikatakan, game dapat bermanfaat sebagai sarana hiburan semata yang dimainkan sesekali.

Tapi game bisa menjadi masalah serius jika membuat kecanduan, baik itu pada anak-anak, remaja maupun orang dewasa.

Anak Kecanduan Game
Photo credit: Flickr.com / Marcus Kwan

Bahaya kecanduan game bisa sangat parah, khususnya pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, baik fisik, mental maupun kecerdasannya.

Anak-anak yang seharian hanya disibukan dengan main game pc maupun smartphone, maka dirinya terlalu sering berdiam diri di rumah, dan tubuhnya jarang bergerak.

Bermain game boleh untuk hiburan tapi ada batasannya, karena ada banyak aktivitas bermanfaat lainnya yang perlu dilakukan dalam sehari-hari.

Cara Mengobati Kecanduan Game

Cukup sulit untuk mengatasi anak yang sudah fanatik (kecanduan) bermain game.

Butuh waktu cukup lama, dan juga perlu kesabaran untuk bisa mengatasi kecanduan game pada anak. Orang tua bisa mengalihkan perhatian anak.

Dorong dan semangati anak agar melakukan kegiatan olahraga yang dia sukai. Sehingga jika anak telah terbiasa untuk melakukan olahraga yang dia sukai maka sifat kecanduan game akan berkurang sedikit demi sedikit.

Orang tua bisa memberikan aturan pada anak, bunyi aturannya yaitu: "Anak baru boleh bermain game setelah melakukan aktivitas olahraga (contohnya bermain sepak bola, basket, les berenang, dll)."

Luangkan Waktu untuk Anak, dan Beri Perhatian Pada Anak
Sangat penting bagi orang tua untuk menyediakan waktu yang cukup untuk bersama anak-anak.

Setelah pulang kerja (bisa di sore hari atau setelah waktu maghrib), orang tua perlu berkumpul bersama anak sembari minum teh dan mengobrol tentang hal-hal yang menyenangkan.

Saat masa-masa berkumpul seperti ini, orang tua bisa menanyakan beberapa hal yang menunjukan perhatian orang tua kepada anak.

Selain itu, bisa juga orang tua mengajari atau bercerita sesuatu kepada anak, atau juga orang tua dan anak melakukan kegiatan tertentu.

Intinya pada masa-masa quality time seperti ini, JANGAN SAMPAI masing-masing pihak sibuk dengan gadget-nya masing-masing.


Ajarkan Jadwal Kegiatan Kepada Anak
Ini sangat penting, beritahu anak kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya pada pagi, siang, sore dan malam hari.

Dengan melatih anak untuk bisa memahami berbagai kegiatan dan kewajibannya, maka ini secara perhalan akan menghilangkan kecanduan game pada anak.

Selalu berikan peringatan pada anak tentang kewajibannya, jika anak belum terlatih maka ingatkan setiap jam.

Orang tua perlu mencari tahu tentang kegiatan-kegiatan yang dapat menyenangkan anak, usahakan kegiatan itu bermanfaat untuk masa depan sang anak.

Kegiatan itu bisa seperti latihan bela diri, berenang, basket, futsal, les komputer, editing video, desainer, programming, dan ratusan kegiatan bergengsi lainnya yang mungkin disenangi sang anak.

Buat Batasan Waktu Bermain Game, dan Carikan Anak Teman Sebaya
Dahulu, orang tua dapat dengan mudah memerintahkan anak untuk pulang ke rumah dan berhenti bermain pada jam 5 sore.

Hal ini mudah dilakukan karena memang anak-anak saat itu sudah dibiasakan untuk melakukan hal itu.

Dengan begitu, biasakan anak Anda untuk memiliki kegiatan-kegiatan selain bermain game di gadget.

Mula-mula batasi waktu bermain game anak secara perlahan. Lalu mulai masukan beberapa kegiatan yang berguna untuk anak.

Minimal ajak anak bermain di taman hijau, kalau bisa ada teman seumurannya sehingga seru dan menyenangkan.

Dua hal ini (mengurangi waktu bermain game dan memberikan anak kegiatan yang berguna) harus terus digencarkan. Namun lakukan secara perlahan saja, jangan terburu-buru.

Intinya, orang tua berusaha agar kecanduan game pada anak bisa berkurang sedikit demi sedikit.

Hindari memaksa anak berhenti bermain game sepenuhnya secara mendadak, karena kemungkinan akan gagal.

Hal-Hal Lainnya

-Pastikan memberikan password pada gadget, jangan sampai anak tahu passwordnya.

-Bekali pengetahuan yang benar tentang bahaya cyber kepada Anak. Secara rutin edukasi anak tentang bahaya dari penyalahgunaan gadget.

-Orang tua harus memberikan contoh baik untuk anak. Anak akan meniru orang tuanya, sehingga orang tua jangan sampai terlalu sering mengoperasikan gadget karena anak dicontoh anak.

-Usahakan setiap hari untuk meluangkan �Family Time�. Sangat penting untuk berbincang, bercanda, dan sharing sesama anggota keluarga.

-Usahakan untuk makan malam bersama.

-Jika ingin menonton film, lakukan bersama-sama dengan keluarga.

-Sedikit demi sedikit latih anak untuk memanfaatkan teknologi (internet) untuk hal-hal yang berguna.

-Kalau bisa lakukan rekreasi keluarga secara rutin, usahakan ke tempat-tempat alam, pantai dan semacamnya.

-Mengehentikan anak bermain game tidak bisa dilakukan secara instan. Fokusnya adalah mengurangi waktu bermain game anak secara perlahan.

Demikian saja, ingatlah poin-poin yang disebutkan diatas.

15 Dosa Orang Tua Kepada Anak (Yang Bisa Menghancurkan Masa Depan Anak)

Melihat realita, kita lihat ada orang tua yang berhasil dalam mendidik anak, ada juga yang gagal. Kegagalan orang tua dalam mendidik anak, umumnya karena kesalahan orang tua itu sendiri, yang kurang cakap dalam berhubungan dengan anaknya sendiri.

Tidak sedikit orang tua yang terus mengulang kesalahan secara turun-temurun, mengulang kesalahan dalam mendidik anak sebagaimana kesalahan orang tuanya dahulu dalam mendidik dirinya

Dosa Orang Tua Kepada Anak
Sumber gambar: Maxpixel.Freegreatpicture.com

Kalau melihat berbagai fakta yang ada di lapangan ada banyak sekali kesalahan-kesalahan orang tua dalam mendidik anak. Sehingga hal ini menjadi �dosa� orang tua kepada anaknya sendiri. Berikut saya sebutkan dosa-dosanya itu:

1. Orang Tua �Pelit� Memberi Pujian
Seorang pakar parenting menyebutkan bahwa kerusakan negara ini sekarang, berasal dari rumah. Banyak orang tua tidak sabaran terhadap anaknya, dan seringkali salah dalam bersikap yang benar. Contohnya yaitu orang tua mengancingkan baju anaknya, padahal anak butuh diajarkan dan dilatih  untuk mengancingkan baju sendiri.

Selain itu, banyak orang tua yang justru dirinya yang mengerjakan PR sang anak. Perbuatan orang tua seperti ini mengakibatkan tidak menumbuhkan rasa percaya diri anak. Sikap ini adalah sebuah kesalahan, yang bisa fatal akibatnya bagi perkembagnan jiwa anak.

Lihatlah ketika anak didorong untuk mencoba mengancingkan baju sendiri, dirinya akan sangat bangga dan bahagia ketika berhasil mengancingkan baju sendiri. Perhatikan ketika anak dengan bahagianya mengatakan �Mama dari lima kancingku, aku bisa dua�. Orang tua akan melihat pancaran di wajah anaknya yang berseri-seri.

Banyak orang tua yang tidak sabar melihat anaknya yang sedang belajar memasang kancing. Sehingga dari sifat negatif orang tua inilah, yang memicu banyak orang tua pelit memberi pujian pada anaknya. Padahal pujian sangat diperlukan untuk memotivasi anak agar terus berkembang dan bersemangat.

Kalau dilihat praktek di lapangan, maka sangat jarang orangtua yang �berkenan� untuk menggerakan lidahnya memberi pujian pada anak.

Bahkan, lebih buruk lagi, banyak orang tua yang justru �semangat� sekali untuk mencela dan menghina anak ketika mereka melakukan kesalahan. Ini jelas tidak adil dan tidak seimbang.


2. Berlebihan Dalam Meberikan Pujian
Menurut sebuah penelitian, menemukan sebuah fakta bahwa orang tua yang terlalu sering memuji anak bisa membuat tumbuh kembang anak menjadi berjalan lambat.

Berbagai penelitian yang telah dilakukan peneliti dari Universitas Inggris, Amerika dan Belanda, mengungkapkan bahwa terlalu sering memuji pada anak yang pemalu, bisa membuat jiwanya tertekan.

Demikian juga terlalu sering memuji anak yang mengalami kepercayaan diri yang rendah, juga membuat anak sangat tertekan. Kondisi anak tertekan ini terjadi akibat orang tua memberikan pujian secara tidak tepat dan tidak sesuai porsinya.

Dimana pujian yang diterimanya justru membuat anak akan berpikir harus tampil lebih baik, kondisi ini berimplikasi pada kondisi jiwa anak yang sulit berkembang dan takut pada tantangan.

Hasil penelitian telah memberikan sebuah kesimpulan, bahwa terlalu sering dan berlebihan dalam memberikan pujian pada anak, tidak efektif untuk perkembangan kemampuan dan jiwa anak.

3. Orang Tua Memberikan Pernyataan Negatif
Seringkali orang tua murka dan tidak dapat mengontrol emosinya ke anak. Misalnya orang tua ingin anak ikut materi ekstrakurikuler tertentu, ketika anak menolak maka serta merta orang tua menyemprot anak dengan perkataan yang tajam, seperti �Kamu seperti orang yang pemalu!�, �Kamu begitu malas!� dan semacamnya.

Bentuk pernyataan yang seperti ini akan melukai hati anak, yang akan terus anak rasakan dalam waktu yang panjang. Hendaknya orang tua mengatakan bentuk pernyataan yang positif.

Ganti perkataan negatif berupa: �Kamu bodoh!�; diganti dengan �Jika kamu belajar rajin, kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik. Sebetulnya kamu mampu untuk melakukannya.�

4. Orang Tua Terlalu Sering Memaksakan Kehendak
Belumlah tentu kehendak orang tua bisa sama keinginan anak. Sehingga sebuah kesalahan jika orang tua terlalu memaksakan kehendak pada anaknya. Respon anak yang umum terjadi ketika anak sering dipaksa pada hal yang dibencinya, adalah anak akan melakukan perlawanan pada orang tuanya.

Sebuah kesalahan besar ketika anak tidak pauh kepada orang tuanya, akan tetapi hal yang lebih buruk lagi ketika orang tua sendiri yang justru menjadi penyebab anak durhaka.

Jika oang tua ingin memaksakan sesuatu pada anak, maka penting untuk dipertimbangkan terlebih dahulu, �Apakah hal yang ingin dipaksakan ini adalah sesuatu yang darurat atau tidak?�

Jika Anda memaksa anak untuk melakukan sesuatu hal yang tidak penting, maka ini sebuah kesalahan besar. Sebelum memaksa anak, orang tua juga harus menyiapkan alasan kuat yang dapat memuaskan harti anak. Orang tua mampu mematahkan argumentasi naak secara cerdas dan bijak.

Adapun jika orang tua memaksa anak hanya karena egoisme semata, maka ini sebuah kekonyolan yang jangan sampai dilakukan.

Akibat orang tua terlalu sering memaksa anak dapat mengakibatkan anak sulit untuk memiliki pendirian yang kuat.

Anak yang sering menuruti kehendak orang tua dalam kondisi takut, dimana anak kesulitan untuk mengungkapkan gagasannya. Hal ini mengakibatkan anak cenderung tidak punya pendirian, sehingga sifatnya adalah menuruti semua kehendak orang lain.

Masalah ini akan terus berlanjut sampai dewasa, anak akan kesulitan dalam bergaul dengan orang-orang, serta akan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini membuat karakternya lemah, dan sulit menjadi seorang pemimpin walaupun itu hanya pemimpin dalam sebuah kelompok kecil.

Bahaya lainnya dari anak yang terlalu sering dipaksa oleh orang tuanya, adalah anak juga akan memiliki sifat memaksa, hal ini akan diterapkan kepada lingkungnnya, baik itu teman-temannya, orang tuanya dan adiknya.

Sebagai contoh kesalahan orang tua, yaitu orang tua terlalu memforsir les pelajaran kepada anaknya, dimana anak DIPAKSA untuk les semua mata pelajaran, sehingg anak dalam setiap hari selalu ikut les.

Anak setiap hari harus berangkat les, walaupun sang anak terlihat sangat jenuh dan tidak kuat, tetapi orang tua terus memaksa. Hal ini bisa menyebabkan anak beresiko tinggi mengalami stres, karena anak dipaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak disukainya.

Lain halnya jika anak sendiri yang suka dan bersemangat untuk les setiap hari, dari pagi hingga malam terus bersemangat belajar. Maka hal ini, bukan orang tua yang memaksa.

Loading...

5. Orang Tua Menyuruh yang Tidak Dilakukannya
Hal yang sangat disayangkan, seringkali orang tua memberikan perintah yang �tidak bermakna� kepada anaknya, dimana perintahnya tidak diimbangi dengan keeladanan. Sebagai contoh yang lucu sekaligus ngeselin, seorang bapak melarang anaknya yang masih SMP merokok. Akan tetapi si bapak malah menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari.

Contoh lainnya, seorang ibu menyuruh anaknya belajar, tetapi dirinya sendiri malah menonton TV acara infotaiment atau sinetron.

Perlu diketahui orang tua, seorang anak tidak akan bisa seperti yang diinginkan orang tuanya, apabila orang tuanya sendiri tidak mempraktekan hal-hal baik di depan anaknya sendiri.

Bagi anak, sebuah praktek nyata akan jauh lebih berpengaruh daripada hanya berupa perintah dan ceramah. Sehingga jadilah orang tua yang lidahnya adalah hatinya, serta ucapannya adalah perbuatannya.

Dalam sejarah perjalanan umat manusia, orang tua berhasil dalam mendidik anak berkat didikan berbentuk praktek keteladan langsung pada anaknya.

6. Memberi Label Buruk pada Anak
Hal ini yang sering terjadi secara tidak sadar pada orang tua. Dimana tidak jarang orang tua mengucapkan kalimat-kalimat �berbahaya� yang merendahkan diri sang anak. Sebagai contoh mengatakan bahwa anak bodoh, goblok, gak ada gunanya dan berbagai kalimat menyakitkan lainnya.

Hal yang sangat jelek, yaitu orang tua memberikan cap pada anaknya dengan cap yang sangat buruk. Akibat anak sering dihina dan direndahkan maka anak akan menjadi sosok yang rendah diri dan tidak percaya diri.

Sebuah kesalahan besar orang tua, mengakibatkan anaknya tumbuh dengan �sejuta� pikiran negatif. Adapun yang diperlukan anak adalah kata-kata motivasi yang akan menyemangatinya.

7. Orang Tua Melarang Anak Menangis
Ketika anak mengalami suatu masalah hingga anak menangis, baik masalah yang besar maupun masalah sepele menurut versi orang tua. Banyak kesalahan dilakukan orang tua saat kondisi seperti ini.

Ketika anak menangis, dimana kondisi kejiwaan anak sedang tertekan, labil dan tidak tenang. Maka seringkali orang tua jusru memarahinya lalu meminta anak untuk berhenti menangis.

Ini sebuah kesalahan... Hindari mengatakan atau mecela anak cengeng dan semacamnya. Kemudian orang tua tidak perlu memaska anak untuk berhenti menangis. Hal itu karena ketika menangis, hakekatnya anak sedang menumpahkan perasaannya, sehingga nantinya hatinya lega. Lagi pula setelah capek, anak akan berhenti menangis.

Menangis adalah sesuatu yang wajar bagi manusia. Sehingga jangan sampai orang tua menanamkan pemahaman aneh pada anak bahwa menangis adalah sesuatu yang tabu. Padahal menangis itu --seperti dikatakan psikolog-- merupakan ekspresi dari emosi tertentu yang dimiliki oleh setiap manusia.

Yang perlu dilakukan orang tua adalah menayakan dengan tenang tentang penyebab sang anak menangis. Lalu berikan rasa  simpati padanya.


8. Membanding-bandingkan Anak Dengan Anak Lainnya
Membandingkan anak sendiri bahwa anak tetangga lebih baik dari dirinya, ataupun mengatakan �Lihat kakakmu nilainya bagus-bagus, Kamu jeblok semua nilanya? Dan kalimat semacanya.

Anak yang suka dibanding-bandingkan dengan anak lainnya yang lebih pintar atau bagus nilainya, maka dirinya akan merasa seperti tidak diterima oleh orang tuanya sendiri. Hal ini berbahaya, karena anak akan merasa tidak bahagia di tengah keluarganya sendiri.

Sehingga akhirnya anak mencoba mencari tempat �kebahagiaan� di luar rumah. Anak akan rentan dengan tempat-tempat buruk, seperti berada di tempat nogkrong gak jelas dan merusak, anak merokok, alkohol, narkoba, dll.

9. Orang Tua Menumbuhkan Rasa Takut & Minder Pada Anak
Tidak jarang orang tua yang memberikan gambaran menakutkannya tentang hantu, jin dan lainnya. Hal ini tidak baik, karena bia menyebabkan anak tumbuh menjadi sosok seorang yang penakut. Bahkan ada anak yang takut pada bayangannya sendiri. Hal ini akan sangat merugikan proses tumbuh kembang anak.

Yang sering terjadi, anak takut ke kamar mandi karena mendengar cerita hal-hal yang khurofat atau tidak benar. Contoh lainnya ketika anak terluka, maka jangan membuat panik yang membuat anak semakin ketakutan psikologisnya. Hendaknya orang tua tetap tenang dan menampakkan wajah yang kalem.

10. Mendidik Anak Menjadi Sosok yang Sombong dan Keras Hati
Kesalahan di poin ke-10 ini adalah kebalikan dari kesalahan orang tua yang mengakibatkan anak menjadi penakut. Kesalahannya yaitu orang tua �mendoktrin� anak bahwa orang yang berani maka harus bersikap sombong atau congkak.

Yang benar adalah sikap berani harus pada tempatnya, demikian juga rasa takut pada tempatnya yang tepat.

Misalnya takut berbohong, maka hal ini benar dilakukan karena bohong merupakan �kegelapan� dosa besar. Hal ini termasuk bohong yang hanya karena ingin bergurau / becanda saja, maka ini juga tidak boleh (sebagaimana yang tercantum pada hadist Nabi).

Adapun anak dididik menjadi berani pada hal-hal yang seseorang harus berani padanya, seperti anak tidak boleh takut untuk maju ke depan kelas, tidak takut mengungkapkan pendapatnya yang bagus, dan semacamnya.

11. Membiasakan Anak-Anak Hidup Manja dan Berfoya-Foya
Anak yang tumbuh dalam kemewahan maka dirinya hanya mengenal bersenang-senang saja. Hal ini tidaklah baik, karena dalam hidup ini setiap orang pasti akan melewati cobaan, yang untuk melewatinya butuh kesabaran dan kekuatan hati.

Termasuk sebuah kesalahan, orang tua selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, walaupun hal itu buruk bagi si anak.

Contoh sederhana, si anak minta dibelikan tas baru yang sedang trend, padahal si anak baru bulan lalu membeli tas baru. Sehingga, kebiasaan ini membuat anak nantinya memiliki sifat suka menghambur-hamburkan uang saat dewasanya. Hal ini menjadi bumerang bagi si anak, akibat ulah orang tuanya sendiri yang berlebihan dalam memanjakan anak.

Ingat! Memanjakan boleh bahkan �harus�, yang tidak boleh adalah berlebihan dalam memanjakan anak. Karena membuat anak menjadi sosok yang lemah.

12. Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Anak
Ini yang juga tidak jarang terjadi, anak dipukul hingga memar, memarahi anak secara membabi buta, menghina harga diri anak, dan semacamnya. Hal ini sangatlah buruk jika dilakukan orang tua. Bahkan, ketika sang anak tidak sengaja berbuat salah, maka tidak diberikan pemakluman / toleransi sama sekali. Terlalu keras dan kaku dalam mendidik anak, justru membuat anak sulit untuk menjadi sosok yang cerdas.

13. Orang Tua Tidak Mampu Untuk Mengasihi Dan Menyayangi Anak
Hal ini yang membuat anak akhirnya akan mencari kasih-sayang dan perhatian di luar rumah. Masalah ini sangat sering terjadi. Yang akhirnya menjadi faktor terbesar yang mengakibatkan anak terjerumus dalam jurang pergaulan bebas, minuman keras dan narkoba.

Oleh karena itu, seorang bapak selain harus hebat dalam mencari uang, juga harus hebat dalam memberikan kasih sayang pada anak-anaknya.

14. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran
Ini kebalikan dari orang tua yang boros. Seorang bapak yang pelit, selain menyengsarakan dirinya juga menyengsarakan keluarganya, karena kebijakan �pelitnya� juga diterapkan pada istri dan anak-anaknya. Hal ini mengakibatkan anak-anaknya akan tidak terpenuhi kebutuhan pentingnya. Hal inilah yang memicu anak-anak berpikir untuk mencuri uang.

15. Orang Tua Minim Pehahaman Tentang Ajaran Agama
Wajib bagi orang tua memberikan pendidikan agama secara benar pada anak-anaknya. Anak-anak harus diajarkan untuk bisa mengenal tuhan yang menciptakan dirinya, yaitu Allah yang Maha Besar. Sehingga anak menjadi sosok yang taat kepada Allah.

Bagaimana seorang bapak bisa mengajari ilmu agama pada anaknya, jika dirinya saja tidak bisa membaca Al-Quran dan tidak mengetahui pokok-pokok agama?

Sebuah kesalahan fatal orang tua yang hanya memperhatikan jasmani anaknya saja. Karena kebutuhan buhan hanya jasmani, tetapi juga hati perlu diberikan gizi berupa ajaran agama yang benar.

Sehingga orang tua yang tidak mengajarkan ajaran Agama Islam kepada anaknya dengan benar, hakekatnya orang tua belum memberikan APA-APA pada anaknya.

Cara Memahami Karakter Anak Yang Suka Membantah & Tidak Menurut

Saya kira, masih sangat banyak orang tua yang kebingungan dan kehabisan akal tentang bagaimana cara mendidik anaknya sendiri.

Bahkan, lebih buruk lagi adalah renggangnya komunikasi antara anak dan orang tuanya, anak tidak lagi menyukai orang tuanya.

Padahal, siapakah yang memenuhi kebutuhan hidup anak? Yaitu orang tuanya sendiri.

Sehingga, sangatlah menyedihkan melihat banyaknya anak yang tidak menyukai orang tuanya. Padahal orang tuanya-lah yang banting tulang memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menghadapi fenomena ini tidak ada gunanya menyalahkan pihak manapun, apalagi menyalahakan anak yang tidak tahu apa-apa.

Yang perlu dilakukan adalah mengusut secara perlahan benang kusut ini . Disinilah orang tua harus berperan aktif untuk bisa memahami karakter dan perilaku anak dengan tepat.

Anak dan Ayahnya
Anak dan Ayahnya | Sumber gambar: Pixabay.com

Pertama, mari kita mulai mengusut masalah anak yang sulit sekali mengerti nasihat orang tuanya.

Banyak orang tua yang bertanya-tanya: �Mengapa anak saya tidak peduli dengan masa depannya sendiri, itukan untuk kebaikannya sendiri?�

�Mengapa anak saya tidak mau sama sekali mendengarkan nasehat ibunya yang tulus dari hati?�

�Mengapa anak saya melakukan hal-hal yang aneh, bahkan melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri?�

Banyak sekali hal-hal yang membuat hati orang tua risih karena kelakukan si anak.

Tidak perlu menyalahkan si anak secara mutlak, karena cara pikir anak belum-lah bisa sematang cara pikir orang dewasa.

Justru disini, Orang tua yang perlu pro-akif untuk bisa memahami bentuk pola pemikiran anak, serta mempelajari prilakunya.

Sebagai informasi penting, umumnya tindakan-tindakan yang dilakukan anak dan remaja hanya berdasarkan emosi semata. Bisa dikatakan lebih dari 90% dari mereka.

Dari sini, diambil sebuah kesimpulan yang sangat penting... Bahwa segala tindakan yang dilakukan anak dan remaja, kebanyakan hanya didorong oleh perasaannya. Hal itu karena kemampuan mereka dalam berpikir jernih, belumlah matang.

Sehingga hal inilah yang membuat upaya nasehat yang diberikan orang tua kepada anak, seringkali berujung pada kegagalan. Anak tidak patuh dalam menjalankan arahan orang tuanya.

Bahkan pada sebagian anak, ada yang secara terang-terangan menolak nasehat orang tuanya.


Orang tua yang berperan bak motivator yang memberikan petuah pada anak, jarang sekali nasehatnya yang sukses mau diterima anak. Malah anak bisa menjadi kesal pada orang tuanya karena terlalu sering �menceramahi�.

Keadaan emosi negatif yang dialami anak, membuatnya hampir tidak bisa menerima masukan yang positif. Kondisi emosi negatif ini muncul akibat rendahnya tingkat kepercayaan anak pada orang tuanya.

Hal inilah yang membuat anak lebih tertutup pada orang tuanya, tidak mau membuka rahasia dirinya pada orang tua.

Anak berpikir, tidak ada gunanya menceritakan sesuatu yang dialami kepada orang tua.

Bahkan lebih miris lagi, banyak anak yang berpikir bahwa menceritakan pengalaman yang dialami kepada orang tua, nantinya pasti akan direspon negatif seperti dicemooh, dimarahi dan semacamnya.

Dari sini kita mengetahui, bahwa umumnya orang tua-lah yang paling bertanggung jawab atas gangguan prilaku anak yang buruk, yang susah sekali untuk dinasehati.

Disinilah, pentingnya orang tua mengetahui kondisi psikologi anak. Orang tua harus menjaga hati anak agar tidak tersakiti.

Seringnya hati anak yang tersakiti oleh perkataan dan tindakan orang tuanya (yang seringkali hal ini tidak disadari), membuat tingkat kepercayaan anak menurun pada orang tuanya.

Hingga, ketika semakin parah dan rendah tingkat kepercayaan anak pada orang tuanya, maka segala nasehat yang diberikan orang tua kemungkinan besar akan ditolak oleh anak. Anak tidak mau mengikuti arahan orang tuanya.

Jika saja orang tua mampu untuk menjadi sosok yang mampu memayungi anak-anaknya dengan baik, maka kebaikan akan kembali kepada orang tua dan anak itu sendiri.

Akan sangat baik hasilnya apabila orang tua mampu dengan baik mengenali perasaan anak.

Jika hati anak dan orang tua sudah menyatu, maka anak nantinya bisa lebih terbuka kepada orang tuanya, dan mau menyempatkan waktu �pada hatinya� untuk mendengarkan nasehat orang tua.

Hati anak yang menyatu dengan orang tua adalah hasil dari piawainya orang tua dalam menjalin hubungan dengan anaknya.

loading...

#Cara agar hubungan orang tua dan anak menjadi lebih baik
Wajib bagi orang tua untuk memberikan kasih sayang pada anaknya. Walaupun hal ini sudah banyak diketahui di masyarakat, tetapi pada kenyataannya banyak sekali orang tua yang kurang dalam memberikan kasih sayang pada anaknya.

Minimnya anak mendapat kasih sayang dan perhatian, bahkan yang terjadi anak sering mendapatkan bentakan, Sudah jelas bahwa anak umumnya akan melawan pada orang tuanya.

Kesalahan anak yang melawan orang tuanya adalah buah dari kesalahan dari orang tua itu sendiri yang buruk dalam bermuamalah dengan sang anak.

Hal ini berbeda jika orang tua sudah memberikan bentuk muamalah (hubungan) yang baik dengan anak, tapi anak bertindak kasar pada orang tunya. Maka kemungkinan besar masalah ini terjadi karena lingkungan anak yang buruk.

Jika anak melihat lingkungannya adalah berisi orang-orang yang kasar, maka gaya kasar dalam berbicara akan masuk ke dalam jiwa anak.

Alhasil, walaupun orang tua sudah berkata lembut pada anaknya, justru akan dibalas oleh anak dengan perkataan yang kasar. Maka yang perlu dilakukan adalah mengontrol lingkungan anak bermain.

Pelajari tempat-tempat yang biasa anak bermain atau berada disana, jika ada tempat yang tidak baik seperti tempat itu adalah tempat menogkrong anak-anak yang suka merokok, minuman keras, berkata buruk, dll.

Maka orang tua wajib berusaha untuk mengganti tempat anak berada atau bermain, ke tempat yang baik, misalnya kumpulan anak-anak pengajian, dll.

Orang tua harus mengetahui kemana saja anak pergi, apa yang dialami, dan bentuk manusia seperti apa yang ditemui oleh anak. Hal ini penting untuk mengcounter anak agar jangan sampai anak jatuh ke jalan yang menyimpang.

Dengan lingkungan anak yang baik maka orang tua dapat selangkah lebih depan untuk bisa mendidik anak menjadi sosok yang penurut dan perhatian pada orang tuanya.

Untuk memiliki anak yang baik, maka penting bagi suami-istri agar membangun kualitas hubungan yang harmonis. Dimana anak akan melihat Ayah dan Ibunya saling menghormati, saling mencintai, serta berkata lembut satu sama lainnya. Hal ini berdampak sangat baik bagi psikologis anak.

#Pelajari pola pikir anak dan remaja
Hal lainnya yang penting diketahui orang tua, bahwa anak-anak dan remaja umumnya akan melakukan sesuatu aktivitas yang dikira mereka dapat membuat rasa nyaman. Sehingga tidak jarang ditemui ada banyak anak-anak yang melakukan hal-hal yang sebenarnya buruk, tetapi perasaan mereka mengatakan ini baik.

Karena inilah yang membuat banyak orang tua bertanya-tanya: �Mengapa anak saya melakukan hal aneh dan tidak berguna, bahkan merugikan dirinya sendiri ?�.

Kita sudah tahu penyebabnya, anak melakukan hal yang buruk karena perasaannya menganggapnya baik. Contoh simplenya adalah merokok yang sudah jelas-jelas merusak badan. Tapi aneh bin ajaib, sekarang banyak anak SMA dan SMP yang �berlomba-lomba� untuk merokok karena menganggapnya keren.

Untuk itu, orang tua harus bersabar dan bersabar dalam memahamkan dan memperbaiki suatu hal yang salah pada anak. Betapa banyak hal buruk yang dianggap baik oleh anak. Disinilah peran besar orang tua untuk memahamkan anaknya pada hal yang baik dan benar.


#Jangan menasehati dalam bentuk kalimat mencela
Sebagai contoh seorang anak mengaku bahwa dirinya dihukum karena tidak mengerjakan PR. Anak memang melakukan kesalahan, tapi orang tua juga jangan melakukan kesalahan dalam merespon.

Seperti ingin menasehati tetapi malah mencela, seperti mengatakan �Dasar anak malas, kamu harus lebih disiplin dan lebih memperhatikan tugas di sekolah.�

Mencela anak dengan kata �malas� seperti contoh diatas tidaklah memberikan manfaat sama sekali. Coba dikira-kira, apakah dengan mencela anak bahwa dirinya pemalas, lantas dirinya akan menjadi sosok yang rajin? Tidak sama sekali.

Justru anak akan tersinggung karena celaan tersebut, dan membuka �pintu setan� yang membuat  anak membenci orang tuanya sendiri.

Ketika anak sering tersakiti oleh kata-kata pedas dan kasar dari orang tuanya. Hal ini berujung pada emosi negatif yang membuat nasihat-nasihat orang tua (walaupun baik dan tulus) tidak akan dianggap lagi oleh anak. Jadi, penting berhati-hati dalam menjaga perasaan anak.

#Penting untuk mereka-reka, apakah anak membantah dan tidak menurut karena mereka kurang mendapat perhatian dan pengakuan
Orang tua harus mengetahui, ketika anak selalu saja membantah dan tidak menuruti arahan orang tua. Padahal arahan yang diberikan benar, dan apalagi anak tampaknya sudah tahu bahwa yang dikatakan orang tuanya adalah sesuatu yang benar. Tetapi anak tetap saja merespon negaif arahan orang tua.

Jika kondisinya demikian, kemungkinan besar yang dibutuhkan anak saat itu adalah hanya ingin didengar saja, anak tidak menginginkan solusinya.

Maka, dalam kondisi itu orang tua tidak perlu �ceramah� di depan anaknya. Yang perlu dilakukan adaah cukup memberikan perhatian dan seyuman saja pada anak.

Maka 100% orang tua akan terkejut, ternyata anak tiba-tiba mau untuk terbuka, bahkan mereka tidak sungkan-sungkan untuk berbagi pikiran dan perasaannya. Sehingga orang tua dapat lebih mudah memberikan nasehat dan arahan, serta lebih mudah dalam mengetahui kondisi anak secara akurat (karena anak terbuka).

Orangtua jangan terlalu terburu-buru dalam mengambil jalur cepat, inginnya langsung memberikan masukan dan menghakimi anak, karena jika terlalu serung dilakukan maka anak pasti akan merespon negatif. Percuma sudah �berbusa� mulut menceramahi anak, tapi anak tidak mau mengerti. Hal itu karena kesalahan oang tua sendiri yang terlalu terburu-buru.

Yang paling dikhawatirkan adalah jika tindakan yang salah dilakukan oleh orang tua, menyebabkan anak menutup diri dan menghindar bicara dengan orang tuanya. Maka semakin sulit bagi orang tua unuk bisa memperbaiki anak.

Jika orang tua ingin agar Anak meyatakan pikiran dan perasaannya secara tulus, maka jangan bermudah-mudah dalam menghakimi dan mengkritik anak. Selama anak bercerita, biarkan saja anak megungkapkan emosinya tanpa orang tua berkomentar yang miring.

Manfaat dari orang tua yang bersabar untuk mendengarkan isi hati anaknya (menahan diri untuk berkomentar negatif), pendekatan ini mampu mengembangkan rasa percaya diri anak, anak terlatih untuk berpikir memperbaiki dirinya sendiri, serta berani menghadapi tantangan.

Sebagi penutup. Hal yang penting diingat orang tua, supaya anak mudah untuk diberikan arahan, dan anak mererima nasehat / arahan dengan baik:

Pertama: berikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pada anak.

Kedua: Adil kepada semua anak. Jangan sampai ada seorang anak yang merasa bahwa dirinya dibandingkan saudaranya, kurang mendapatkan perhatian, kasing sayang dan materi (seperti uang, dll).

Ketiga: Orang tua harus peka dalam memahami hati, perasaan dan emosi anak. Anak sangat rentan dengan yang namanya �sakit hati, karena mereka masih terlalu mengedepankan perasaan. Jangan sampai dalam menasehati anak dilakukan sambil menghardik dan bernada tinggi. Pasti (atau kemungkinan besar) anak tidak akan mau mendengarkan apa yang dikatakan orang tuanya.

Keempat: Salurkan hobi dan bakat anak, hal ini sangat baik untuk pengembangan diri anak. Jika suatu saat anak mengingat bahwa orang tuanya telah berjasa untuk mendidiknya dengan sangat baik, maka anak akan sangat berterima kasih pada orang tuanya, serta sayang kepada orang tuanya.

Kelima: Jika hubungan Suami-Istri mengalami masalah, jangan sampai bertengkar di depan anak.

Keenam: Miliki waktu berkualitas untuk berkumpul dan bermain bersama anak-anak. Jangan memberikan anak hanya sisa-sisa tenaga, sehingga waktu bersama anak dan orang tua menjadi tidak berkualitas.

Ketujuh: Jika anak melakukan hal yang baik, maka berikan reward atau penghargaan pada anak. Dan jika anak melakukan hal yang buruk, maka orang tua harus memikirkan cara yang baik dan tepat untuk menegur anak. Orang tua perlu bersikap tegas pada waktu yang tepat.

10 Hal yang Membuat Ayah Menjadi Sosok Super Penting Bagi Anak Gadisnya

Sosok seorang ibu tidak akan penah untuk tegantikan untuk selamanya-lamanya, tidak akan pernah...

Seorang ibu adalah pengayom bagi anak-anaknya, terutama anak perempuan yang biasanya paling sering mengalami kegalauan. Sang ibu menjadi peneman anak anaknya, yang memberikannya support tak terbatas bagi anak-anaknya.

Yang tidak bisa dipungkiri lagi, Ibu yang telah mengandung selama 9 bulan, melahirkan, dan membelai anak-anaknya tanpa ada rasa pamrih dan keluhan.

Disamping ibu, ada seorang sosok yang juga penting, yaitu sosok ayah. Walaupun jasanya tidak sebesar Ibu yang telah merasakan sakit saat melahirkan, tetapi ayah juga memiliki peran sangat besar, dirinya sangat sabar dalam menemani dan bermain dengan anak-anaknya, terutama lagi untuk anak gadisnya.

Sosok seorang Ayah yang paling sering memberikan petualangan-petualangan baru dan menyenangkan untuk anak gadisnya. Bahkan, Ayah tidak pernah mengeluh karena kelelahan menjadi tulang punggung keluarga.

Ayah dan Putrinya
Ayah dan Putrinya | Sumber gambar: Sweetsharing.com

Ada beberapa hal yang menjadikan seorang ayah menjadi sosok penting bagi anak gadisnya.

1. Ayah Selalu Sabar Meladeni Kelakuan Anak Gadisnya
Jika seorang gadis mengingat-ingat masa kecilnya, maka dia akan mengingat  berbagai polah tingkah laku yang menyebalkan orang tuanya. Tapi apakah karena hal itu Ayah akan menampakan kemurkaannya, bahkan lebih buruk lagi yaitu ayah akan memukul? Tidak.

Justru Ayah tidak ada jemu-jemunya untuk selalu menjaga dan menemani anak gadisnya bermain-main. Dirinya akan berusaha untuk membawa anak gadisnya ke tempat terbaik, yang akan menyenangkannya.

Hal yang lebih menakjubkan lagi, ketika seorang gadis semakin dewasa umurnya, seringkali kelakuannya masih kurang adab pada ayahnya sendiri, bahkan suka melawan ayahnya. Tetapi sang Ayah masih tetap saja menampakan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi sikap anak gadisnya itu.


2. Ayah akan Menegur Anak Gadisnya dengan Penuh Kasih Sayang
Biasanya dari kedua orang tua, yang lebih suka mengomel dan berteriak karena kelakukan anak perempuannya adalah Ibu. Hal ini yang umumnya terjadi di masyarakat, dan hal yang wajar bila sang Ibu sering mengomel kepada anak perempuannya jika salah, itu karena sang ibu-lah yang telah melahirkannya dengan susah payah.

Adapun sosok seorang  ayah biasanya hanya memberikan teguran pada momen yang pas. Teguran berupa nasehat-nasehat beharga yang akan sangat bergun untuk anak gadisnya.

Tanpa adanya teguran dan nasehat sang ayah, seorang gadis akan sulit untuk menjadi sosok wanita hebat di masa dewasanya. Seorang ayah menegur anak gadisnya, karena semata-mata hanya ingin memberikan hal-hal yang terbaik pada anak gadisnya.

3. Ayah Sudah Jelas Adalah Cinta Pertama Anak Gadisnya
Ayah merupakan sosok lelaki pertama yang mucul di hadapan anak gadisnya. Dia lelaki pertama dan terdekat yang berada disisinya. Demikian juga, hal ini terus berlanjut hingga anak gadis menjadi seorang wanita dewasa, yang tetap menjadikan ayahnya sebagai cinta pertamanya.

Hal yang luar biasa, bahwa tidak jarang sosok seorang ayah dijadikan sebagai patokan dan panutan buat kaum wanita dalam mendapatkan pasangan seumur hidupnya.

Cinta sang ayah pada anak gadisnya, lebih besar daripada lelaki manapun.

4. Ayah Sebagai Pelindung Keluarga
Seperti disebutkan sebelumnya bahwa ayah-lah yang menjadi tulang punggung keluarga, yang menafkahi keluarga. Selain itu, ayah juga bertugas penting dalam menjaga keluarganya, yang berada di garda terdepan dalam dalam hal keamanan keluarga.

Saat seorang anak perempuan mengalami suatu problematika kehidupan yang rumit. maka tidak peduli si anak perempuan masih kecil atau sudah besar, sang ayah akan tetap menjaga, menolong, dan membela dengan sekuat tenaga.

5. Seringkali anak gadis cuek pada ayahnya. Tetapi sebaliknya, ayah dengan kesibukan tidak akan melupakan putrinya.
Ayah akan sangat khawatir ketika anak gadisnya belum pulang seperti waktu yang dijadwalkan. Dia akan segera menghubungi lewat ponsel, dan pertama kali bertanya tentang keadaannya dan ada dimana? Lalu kapan kira-kira sampai rumah? Dan terakhir ayah tidak akan lupa mengatakan �Hati-hati di jalan...�.

Jika sedang mengkhawatirkan anak gadisnya, ayah tidak akan bisa tidur. Dia duduk menunggu berjam-jam tanpa rasa jemu. Ayah ingin memastikan anaknya tiba di rumah dalam kondisi baik dan selamat.

Adapun si anak saat di jalan, malah melupakan sosok ayahnya yang selalu mengkhawatirkannya. Si anak sibuk bersenang-senang di luar, bahkan tidak jarang ada SMS dari ayahnya justru diabaikan begitu saja.

loading...

6. Di balik lelahnya dan kerasnya kehidupan di luar saat mencari rezeki, ayah tetap terseyum pada anak anaknya di rumah.
Saat ayah bekerja di luar untuk mencari uang,agar bisa mencukupi kebutuhan hidup. Dimana pekerjaan yang dilakukan penuh dengan berbagai problematika dan tanggung jawab yang besar. Sehingga membuatnya merasa lelah, penat dan jenuh. Tetapi Ayah tetap bisa mengontrol dirinya agar tetap terlihat menyenangkan bagi anak-anaknya.

Ayah berusaha agar tidak kaku wajahnya, walaupun saat bekerja di luar dirinya bekerja dengan penuh tekanan. Dengan piawainya, Ayah mampu mengubah wajah yang penuh lelah dan penat menjadi wajah yang berseri-seri dan menyenangkan.

7. Ayah Membimbing Anak Gadisnya Agar Menjadi Sosok Wanita yang Mandiri
Dibandingkan ibu, mungkin sebagian anak gadis akan menganggap bahwa adalah sosok ayah yang lebih keras. Kerasnya sikap seorang ayah, adalah karena ada tujuannya. Tahukan apakah tujuannya itu? Karena sayangnya seorang ayah pada anak gadisnya.

Ayah memiliki beban yang sangat berat untuk membimbing anak gadisnya (selain juga membimbing anak lelaki). Ayah sangat ingin anak gadisnya memiliki kekuatan yang cukup untuk menjalani samudra kehidupan yang luas.

Apalagi sang gadis suatu saat akan dilamar oleh calon suaminya, dan sang gadis harus memiliki bekal yang cukup untuk bisa menjadi istri yang baik bagi suami dan anak-anaknya.

Ayah sangat ingin mendidik anak gadisnya agar memiiliki berkepribadian teguh dan mandiri. Walaupun ayah juga ingin melihat anak gadisnya menjadi seorang yang lembut, disamping juga kuat dalam menjalani kehidupan.

 8. Ayah menjadi sosok penting saat Anak Gadis bersitegang dengan Ibu atau Saudara-saudaranya
Ketika seorang anak gadis terlihat berselisih dengan ibu ataupun kakak adiknya yang laki-laki, maka sosak seorang ayah menjadi penengah yang baik bagi keluarganya.

Sangat menyedihkan setelah barusan cekcok dengan saudara-saudara atau orang lain, maka sosok sang ayah akan segera datang dan menjadi penghibur bagi anak gadisnya.

Ayah tidaklah tenang jika melihat anak gadisnya bersedih. Dia akan memikirkan seribu cara agar bisa membuatnya ceria kembali. Dibalik sosok ayah yang sangat tegas dan cenderung keras, tetapi dirinya sangat khawatir ketika anak gadisnya terlihat galau dan bersedih.


9. Ayah sosok lelaki yang tak ternah tergantikan oleh anak gadisnya
Sampai kapanpun, ayah adalah sosok lelaki spesial bagi anak-anak perempuannya. Tidak ada lelaki manapun yang dapat menggantikan posisi sang ayah di hati anak perempuannya. Bagi Ayah, sampai kapanpun juga akan menganggap anak perempuannya sebagai gadis kecilnya yang tetap lucu dan menggemaskan.

Sekeras apapun sifat yang dimiliki seorang ayah, tetapi khusus kepada anak gadisnya maka ayah akan BERJUANG untuk menahan emosi dan sifat kerasnya agar tidak dikeluarkan ketika di hadapan anak gadisnya. Hal itu karena begitu cintanya ayah pada anak wanitanya. Ayah biasanya cuma menegur dan meminta agar si anak gadis untuk memahami nasehat yang diberikan.

10. Contoh sosok ayah yang benar-benar sayang anak perempuannya
Semua yang disebutkan diatas berupa hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang ayah, selain itu ada hal yang jauh lebih penting dari itu. Langsung saja diketahui dari bentuk dialog di bawah ini, yang menjadi pelajaran bagi banyak Ayah.

Contoh dialog antara ayah (A) dan anak gadis (G).

G : �Ayah.. Diriku ingin menikah dengannya??�
A : �Anakku.. Tapi ayah sudah mempunyai calon yang bagus untukmu .�
G : �Tapi ayah, dia adalah lelaki yang sangat tampan dan kaya. Aku juga mencintainya .�
A : �Anakku sayang, coba dengarkan beberapa kelebihan lelaki pilihan ayah, bila kamu tidak suka, ayah tidak ingin memaksamu�
G : �Baiklah ayah .�
A : �Lelaki pilihan ayah merupakan sosok pemuda yang ayah sangat kagum padanya. Dia selalu hadir dalam shalat berjamaah di masjid. Bahkan semangatnya untuk pergi shalat ke masjid tidak kendur saat terjadi hujan.�

�Ayah sebenarnya malu pada kesolehannya itu. Dia juga bukan orang yang kaya, tetapi dirinya selalu terlihat selalu berseri-seri wajahnya. Dia sangat mensyukuri apa yang dimilikinya, tidak seperti kebanyakan orang yang kurang bersyukur.�

�Ayak perhatikan, disaat para pemuda lainnya asyik dengan acara jalan-jalannya, dirinya justru selalu hadir dalam majelis pengajian.�

�Dia benar-benar sosok lelaki yang luar biasa... Bagaimana tidak? Ketika kebanyakan lelaki sibuk memperhatikan aurat perempuan yang lalu lalang, tetapi dirinya menundukan pandangannya dari aurat wanita. Waktu ayah tanya, dia menjawab bahwa hanya ingin memandang yang halal.�

�Nah putriku.. Sekarang sebutkan apa hal yang membanggakan dari lelaki pilihanmu?�

G : �Ayah, bolehkah aku untuk segera menikah dengan dia? Lelaki pilihan ayah itu? .�

A : �Kenapa kamu berubah pikiran nak?? �

G : �Walaupun dia bukanlah lelaki yang banyak harta, tetapi aku yakin dia adalah lelaki yang aku butuhkan untuk kebahagianku. Bila ayah saja begitu mengaguminya, maka saya kira dia adalah seorang lelaki yang luar biasa?�

Cara Yang Benar Menghadapi & Menasehati Anak Yang Keras Kepala

Sebuah menjadi ketentuan bahwa semua orang tua harus bersiap-siap untuk bersabar dalam mendidik anak-anaknya.

Kondisi anak yang melakukan berbagai hal, termasuk hal-hal yang kurang menyenangkan bagi orang tuanya, merupakan sebuah menjadi fase yang otomatis akan dilewati, ini sebuah proses perkembangan  kejiwaan anak.

Pada fase ini, anak sudah mulai untuk ingin merasakan �kemerdekaan� agar dirinya tidak boleh diatur-atur, kondisi anak juga bertingkat-tingkat. Adapun beberapa hal yang memicu sifat jelek pada anak, yang paling mendominasi karena kesalahan dari orang tua itu sendiri.

Contohnya ketika suami-istri bertengkar di depan anaknya, maka hal ini akan berdampak sangat buruk bagi kejiwaan sang anak. Hal ini adalah sebuah kesalahan besar dari orang tua.

Kesalahan orangtua lainnya yaitu tidak mau (ataupun tidak mampu) memberikan pemahaman dan komunikasi yang baik pada anak. Seperti ketika anak meminta sesuatu yang tidak baik, maka orang tua harus menolaknya, orang tua harus mampu memberikan pemahaman bagi si kecil, sesuai dengan kemampuan daya tangkapnya.

Cara Yang Benar Menghadapi & Menasehati Anak Yang Keras Kepala
Sumber gambar: Pexels.com

Hal yang terkonyol (saya kira) yang menyebabkan anak nakal dan keras kepala adalah karena tidak adanya ikatan cinta antara orang tua dan anak. Bagaimana mungkin orang tua tidak memiliki cinta untuk anak? Sungguh ini adalah hal yang aneh.

Hal yang wajar jika orang tua bersedih dengan sikap anaknya yang negatif, karena banyak hal buruk yang dilakukan si anak. Dan tidak sedikit orang tua yang bingung tenang teknik yang ampuh untuk menasehati anak.

Menjadi orang tua merupakan tugas yang mulia. Jadilah orang tua yang dibanggakan oleh anak-anak Anda. Anak-anak Anda sangat memerlukan �uluran� didikan Anda, agak kelak saat dewasa dirinya  mampu untuk mengarungi samudra kehidupan yang luas. Selain itu, Anda harus memberikan waktu berkualitas untuk anak-anak.

Mengenai anak yang susah dinasehati dan keras kepala, maka ini kemungkinan besar karena kesalahan orang tua yang kurang memberikan penjagaan kejiwaan anak. Anak tidak dijaga dari hal-hal dan penglihatan yang buruk. Karena anak sifatnya adalah menjiplak atau meniru apa-apa yang dilihatnya.

Tapi jika sudah terjadi, maka hal pertama yang harus diingat orang tua, yaitu butuh waktu untuk mengembalikan anak dari sifat keras kepala menjadi sifat yang memudah memahami keadaan orang tuanya. Jadi ini adalah program jangka panjang.


Jika anak dinasehati lalu tidak terima dan marah. Maka ini hal yang pertama harus diingat dan dilakukan orang tua...
Yang pertama adalah diam atau menahan diri, hal ini mungkin sulit. Akan tetapi pada kondisi yang �panas� seperti ini lebih baik menahan diri untuk tidak berkomentar tentang perbuatan anak. Kalaupun terpaksa bicara (mengkritik -pen), maka batasi pada hal terpenting saja.

Hal itu karena kondisi anak yang sedang emosi, orang tua memberikan penjelasan bagaimanapun akan tetap ditolak. Tunggu agar situasi mereda, baru mulai berikan penjelasan yang baik dan lembut pada anak.

Sebuah kesalahan besar jika anak sedang emosi, tetapi orang tua juga terpancing ikut emosi, hal ini akan membuat masalah tidak selesai-selesai.

Kemudian, tetap tenang ketika anak melakukan hal-hal negatif. Orang tua bisa memberikan isyarat ketidak-setujuan pada kelakukan anak, dengan cara menunjukan rasa sedih (atau semacamnya) dan menjelaskan secara perlahan mengenai kekeliruannya.

Terkadang seorang anak memiliki keingintahuan dan kemauan yang amat besar, dirinya ingin melakukan sesuatu, akan tetapi seringkali kemampuan yang dimilikinya tidak sebesar keinginannya. Kondisi ini seringkali mengakibatkan anak frustasi dan kesal, sehingga menuntunnya menjadi suka marah-marah

Sifat keras kepala anak bisa terjadi karena minimnya rasa kasih sayang yang diterimanya. Saat anak mulai tumbuh maka kesibukan aktivitasnya meningkat, alhasil kedekatan antara anak dan orang tuanya mulai menghilang secara perlahan.

Sehingga hal yang sangat penting adalah pelukan dan belaian kasih sayang dari orang tua, sehingga hal ini akan terus berkesan pada anak, hingga dirinya dewasa.

Orang tua yang memeluk dan mencium anak secara tulus, terutama ketika sang anak sakit. Cara ini sangat ampuh untuk memberikan ketenangan jiwa pada anak.

Jangan lupa untuk memperbaiki diri sendiri
Terkadang, banyak para orang tua yang tidak menyadari tentang penyebab anak yang nakal dan keras kepala, itu karena kesalahan orang tua sendiri. Jika ada orang tua yang memiliki sifat memaksa, tidak mau mengalah, susah dinasehati baik-baik, maka sifat buruk ini akan ikut menular pada anaknya. Hal itu karena anak akan melihat berbagai sifat buruk itu dari orang tuanya, sehingga sedikit-banyaknya anak akan meniru sifat orang tuanya.

Untuk itu, jika orang tua ingin memiliki anak yang baik, maka terlebih dahulu dirinya-lah yang harus baik, sehingga anak akan meniru sifat baiknya. Dan anak nantinya akan cenderung tumbuh menjadi seorang yang memiliki karakter baik.

Sebuah kesalahan yang fatal, orang tua melarang sesuatu hal yang buruk pada anaknya, tetapi orang tua sendiri justru malah melakukan hal buruk tersebut.

loading...

Memberikan larangan secara berlebihan, bisa membuat anak menjadi keras kepala
Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sangatlah besar, hal ini membuat mereka ingin melakukan berbagai hal dengan leluasa. Menjadi sifat dasar anak yaitu memiliki rasa keingitahuan yang sangat besar.

Dengan begitu, tidak jarang kita melihat bahwa orang tua yang �berlebihan� dalam melarang anaknya untuk melakukan sesuatu, maka sering pertengkaran antara anak dan oang tua.

Menghadapi problematika ini, orang tua bisa mengambil jalan tengahnya saja, yaitu larangan yang diberikan pada anak adalah hal yang penting-penting saja.

Adapun jika anak ingin melakukan suatu hal yang tidak membahayakannya, maka tidak perlu dilarang, yang perlu dilakukan adalah hanya memonitornya saja, sehingga orang tua bisa memberikan masukan pada anak (agar anak tidak melenceng jauh jalan hidupnya).

Adapun terlalu protekif maka ini dapat membuat anak kesal, yang bisa membuatnya menjadi sosok yang keras kepala nantinya. Sehingga orang tua harus pintar-pintar dalam memilah mana yang urgent untuk harus dilarang dan mana yang tidak.

Buat saat yang tepat saat menasehati
Orang tua harus mengetahui saat yang tepat untuk memberikan nasehat kepada anak. Sehingga dalam suasana yang baik, anak akan lebih mau untuk menerima nasehat.  Contohnya memberikan nasehat saat anak sedang merasa senang dan pikirannya terkendali dengan baik. Jangan memberikan nasehat saat anak sedang emosi dan pikirannya kalut karena 90% percuma.

Jangan mempermalukan anak di depan umum
Dalam menasehati anak, orang tua tidak boleh melakukannya di tempat yang ada banyak orang, hal itu karena akan membuat anak merasa malu. Nasehati-lah anak di tempat yang rahasia, dan lakukan dengan suara yang lembut. Hal ini membuat nasehat orang tua berkemungkinan besar diterima oleh hati sang anak.

Buatlah hubungan kepercayaan yang baik antara orang tua dan anak
Hal ini agar anak bisa terbuka pada orang tua megenai kondisinya. Jika Anda berhasil membuat anak Anda untuk mau terbuka dalam menyampaikan uneg-uneg yang ada di dalam hatinya, hal ini sangatlah bagus. Tinggal Anda sebagai orang tua harus menjadi sosok idola yang dapat dipercaya oleh anak-anak. Sebuah kesalahan jika orang tua ingin menjadi idola bagi anak-anaknya, tetapi melakukannya dengan cara otoriter.

Sifat orang tua yang otoriter, keras dan tidak memiliki tolenrasi akan membuat anak menjadi tidak memiliki kepercayaan pada orang tuanya. Anak tidak mau menceritakan tetang perasaannya atau masalah-masalah yang dihadapinya, karena dirinya sudah tidak percaya pada orang tuanya. Sehingga anak lebih memilih tertutup pada orang tuanya.

Contoh sederhana di masyarakat, seorang anak yang mengadukan kesulitannya dalam mengikat tali sepatu kepada orang tuanya. Akan tetapi malah direspon negatif oleh orang tua, seperti mengatakan �Sudah besar begini belum bisa memakai sepatu, payah Kamu� . Jika orang tua sering melakukan respon negatif seperti ini, maka tunggulah sang anak akan menjadi tidak percaya lagi dalam mengungkapkan isi hatinya pada orang tuanya.


Orang tua juga harus menahan diri dari terlalu sering mengkritik anak saat mengobrol, karena anak akan merasa dihakimi dan justru akan menutup diri pada orang tuanya.

Mungkin orang tua juga perlu mengajarkan anak tentang cara mengungkapkan isi hati kepada lawan biacara, sehingga anak nantinya bisa lebih terbuka pada orang tuanya.

Tips lainnya agar anak mau terbuka pada oang tuanya, maka berilah penghargaan yang tinggi pada anak, pujilah anak jika pujian itu baik untuknya, hal ini juga bisa memotivasi anak.

Orang tua jangan kelu lidahnya untuk memuji ajak ketika anak melakukan hal yang bagus. Milikilah kasih sayang pada anak sehingga Anda sebagai orang tua bisa memberikan pujian ikhlas pada anak.

Dengan keterbukaan yang baik antara orang tua dan anak, dimana anak sudah sangat percaya pada oang tuanya. Maka saya sangat yakin, bahwa Anda akan sangat mudah untuk menasehati anak, dan anakpun menerima dengan senang hati.

Sebagai tambahan penting, berhubungan dengan kepercayaan anak kepada orang tua. Anda sebagai orang tua WAJIB untuk memberikan waktu berkualitas pada anak. Setidaknya dalam sehari miliki waktu 1 jam agar Anda menjalani saat-saat berkalitas bersamanya.

Walaupun Anda sibuk tetap usahakan hal ini, jalani berbagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bersama anak, paling baik adalah melakukan kegiatan edukasi bersama anak.

Wajib bagi orang tua memberikan kasih sayang, perhatian dan pendidikan maksimal untuk anak
Anak akan sangat bahagia dan nyaman ketika mendapatkan sesuatu yang terindah dalam hidupnya, yaitu mendapatkan perhatian orang tuanya yang cukup. Sebagai orang tua harus mengetahui, bahwa sekecil apapun sesuatu yang diberikan kepada anak, maka hal itu akan menjadi sangat berharga bagi anak.

Bentuk perhatian ada dua. Yang pertama yaitu membantu anak untuk mendapatkan haknya (hal ini sudah jelas maksudnya), seperti jika anak ingin mendapatkan makanan kesukaannya, maka orang tua tinggal membelikan makanan kesukaan anak tersebut.

Yang kedua yaitu membantu anak untuk menjalani kewajibannya, maksudnya yaitu seperti contoh: Orang tua mengingatkan jam belajar dan memotivasi anak untuk belajar. Maka ini sebenarnya adalah bentuk perhatian dan kasih sayang pada anak �yang sangat besar�.

Contohnya lainnya setelah melatih anak untuk giat dan kontinyu untuk belajar, orang tua juga perlu memikirkan caranya agar anak bisa secara mandiri untuk membersihkan dan merapihkan kamar tidurnya sendiri, meletakan barang-barangnya, mengajarkan sikap yang baik dan benar, melatih anak agar terbiasa untuk gosok gigi dan banyak contoh lainnya.

Orang tua yang melatih kemandirian anak inilah yang menjadi hal PALING BEHARGA. Dengan Anda berusaha melatih anak untuk mandiri, sehingga anak akan memiliki banyak kemampuan, anak mampu untuk berpikir lebih terbuka.

Hal inilah yang membuat Anda dapat lebih mudah untuk berhasil dalam menasehati anak, Anda tidak lagi menganggapnya keras kepala, tidak koperatif, susah memahami kondisi orang tua, dll.

Anak bisa sampai menjadi sosok yang keras kepala juga karena kesalahan orang tuanya sendiri. Secara umum orang tua yang ada di bumi ini, menjadi penanggung jawab terbesar dari kelakuan anak-anak yang tidak terkontrol dan buruk.

Bagaimana tidak? Betapa banyak anak-anak yang dibiarkan bermain seharian, sedangkan orang tuanya tidak megetahui (bahkan tidak mau tahu) tentang kemana anaknya bermain dan apa saja yang dialaminya seharian. Banyak orang tua yang tidak perduli, hal ini menjadi kesalahan fatal yang sulit termaafkan.

Perlu Anda ketahui, suatu saat sang anak pasti akan menuntut (ketika dewasa) keada orang tuanya, mengapa dirinya tidak pernah dididik dengan baik dari kecil? Hal ini akan menjadi bumerang berbahaya bagi orang tua.

Anak yang dari kecil terlatih mandiri dari orang tuanya, serta mendapatkan kasih sayang yang baik dari orang tuanya. Sang anak akan lebih mampu untuk memahami keadaan sekitarnya, anak tidak lagi menjadi sosok cengeng yang sulit memahami keadaan sekitar.

Sehingga sekali Anda menasehati dengan cara yang biasa saja maka anak sudah dapat mengerti, dan dapat memahami keadaan Anda sebagai orang tuanya. Tentunya memiliki anak yang mampu memahami keadaan orang tuanya seperti ini, menjadi KADO terindah bagi orang tua.

Ingat! Wajib bagi orang tua menunjukan anaknya kepada jalan kebaikan, jangan sampai jiwa anaknya teormbang ambing di dalam jalan yang menyimpang, karena orangtuanya yang tidak membimbingnya.

Kesalahan oang tua yang hanya memerhatikan fisik sang anak (hanya makanan, pakaian, dll) tanpa peduli pada kondisi kejiwaan anak, maka ini memberikan masalah besar. Orang tua yang hanya mampu memberikan uang, makanan, pakaian, sepeda, dll pada anak, tetapi tidak mampu untuk memberikan pendidikan kaakter yang baik untuk anak-anaknya. Hakekatnya orang tua yang seperti ini BELUM MEMBERIKAN KEBAIKAN APA-APA pada anaknya.

Orang tua selain �jago� mencari uang, juga harus memperdalam ilmunya tentang cara membentuk karakter anak yang baik. Akibat orang tua yang tidak memberikan �perhatian penting� supaya anak mampu mejalankan segala kewajibannya, berakibat pada lambatnya perkembangan kedewasaan anak.

Hal ini akan sangat terasa saat anak dewasa, bahkan juga sudah terasa saat anak belum lagi remaja. Hal ini tergantung dari kondisi masing-masing.

Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?

Zat besi merupakan kandungan yang sangat diperlukan oleh tubuh, lebih-lebih bagi oleh anak-anak, termasuk juga bayi. Zat ini memberikan manfaat dan fungsi yang besar bagi tubuh, sehingga bisa menjadi masalah serius jika tubuh kekurangan zat besi.

dr Yoga Devaera, SpA(K), seorang dokter spesialis anak yang bekerja di RSIA Brawijaya Kebayoran Baru, menjelaskan bahwa nutrisi mineral zat besi memiliki peran besar sebagai dasar yang penting agar anak atau bayi memperoleh MPASI (makanan pendamping ASI) yang berkualitas dan sehat.

Yoga Devaera menjelaskan (seperti dikutip dari detikHealth) bahwa jenis zat besi yang bersumber dari hewan (sumber hewani) biasanya lebih gampang untuk diserap oleh tubuh, hal ini terutama bagi anak-anak.

Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?
Makanan Sehat | Sumber gambar: Pexels.com

Dokter juga mengingatkan agar Orang tua tetap harus memperhatikan asupan viamin C pada anak.

Selain manfaat vitamin C untuk menjaga susana hati (mood), menjaga kesehatan kulit, mata, mencegah sariawan, pilek, hingga mencegah kanker. Juga fungsi dari nutrisi vitamin C yang dikonsumsi adalah untuk memaksimalkan proses penyerapan zat besi dari nabati.


Ciri-ciri anak kekurangan zat besi
Adapun ciri-cirinya anak yang kurang mendapatkan asupan zat besi yaitu terlihat pada wajahnya yang sering pucat, bahkan kondisi pucat pada wajah anak dapat terjadi dalam waktu yang panjang. Jika hal ini terjadi pada anak maka berkemungkinan anak mengalami masalah kekurangan nutrisi zat besi.

Apalagi jika akan juga mengalami mudah lelah, terlihat tubuhnya lemas, rentan terkena infeksi, mudah terserang penyakit, hingga mengalami masalah mental seperti mendadak tidak mau diam, atau sulit untuk tenang (gelisah), maka sangat harus diwaspadai bahwa anak mengalami kekurangan zat brsi.

Apabila anak benar-benar terlihat pucat, maka ini hal yang cukup serius, dokter dr Yoga Devaera menganjurkan agar Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter, karena dikhawatirkan anak yang masih kecil tertimpa hal-hal buruk.

Oleh dokter, biasanya akan dilakukan pengecek terhadap kondisi anak yang lemas. Orang tua bisa memberikan makanan yang kaya akan zat besi pada anak, diantaranya daging sapi dan hati.

Kandungan zat besi sangat diperlukan tubuh anak, terutama untuk pertumbuhan perkembangan sistem sarafnya.

Akibat dari anak yang tidak memperoleh asupan zat besi sebagaimana mestinya, mengakibatkan masalah serius pada kemampuan dan fungsi kognitif anak. Selain itu memberikan gangguan pada kekmampuan tingkah laku anak. Zat besi juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi.

Penyebab terjadinya kekurangan zat besi pada anak berumur 1-2 tahun yaitu karena beberapa faktor, yaitu:
  1. Anak tidak memperoleh makanan pemdamping yang mencukupi kebutuhannya.
  2. Anak terlalu banyak mengonsumsi minum susu juga bisa menyebabkan tubuhnya kekurangan zat besi.
  3. Anak mengalami kegemukan

Khsus pada bayi atau balita sangat rentan mengalami kekurangan zat besi. Bentuk gejala dari kekurangan zat besi ini sering tidak terasa oleh seorang ibu. Alhasil, anak tidak mendapatkan penanganan yang baik dan semestinya.

Sehingga perlu diingat lagi, bahwa tanda-tanda dari anak yang mengalami kekurangan zat besi yaitu dirinya lebih seirng tidur-tidur, terlihat lemas, cepat capek, dan mudah mengantuk (padahal waktu tidur sudah cukup).

Gejala-gejala seperti lemas, mengatuk dan lainnya (seperti disebutkan diatas) terjadi akibat fungsi zat besi untuk membantu mengirim oksigen ke seluruh tubuh (yang termasuk ke otak), mengalami hambatan.

Tidak sedikit orang tua yang khawatir untuk memberikan makanan hewani pada bayi setelah 6 bulan. Penyebabkan takut anak terkena alergi, atau tekstur daging yang dinilai masih terlalu keras. Padahal perlu diketahui bahwa kekurangan asupan protein hewani mengakibatkan anak kekurangan zat besi.

Disamping itu, pada beberapa sayuran terdapat kandungan zat besi yang penting, walaupun kadar kandugan zat besinya masih dibawah daging.

loading...

Sebenarnya, makanan hewani sudah bisa dicobakan pada bayi diatas usia 6 bulan. Caranya dengan memastikan memasak daging hingga benar-benar matang, kemudian daging dihaluskan agar mudah dimakan dan dicernanya.

Orang tua perlu menghindari memberikan asupan daging dari makanan olahan, contohnya ada banyak, diantaranya bakso dan sosis.

Mengapa tidak boleh? Hal itu karena jenis makanan olahan seperti itu biasanya telah dimasukan berbagai bahan tambahan zat kimia, seperti penyedap rasa, bahan pengawet dan lainnya.

Hal lainnya yang juga perlu diketahui
Memberikan bayi susu formula yang tidak memiliki asupan zat besi di dalamnya, juga bisa memicu anak mengalami kekurangan zat besi, sehingga yang terbaik bagi anak adalah ASI (air susu ibu) ketimbang penggunaa produk susu formula.

Jikapun ingin menggunakan susu formula, maka gunakan produk susu formula yang di dalamnya memiliki asupan zat besi. Hanya yang penting diketahui oleh bunda, bahwa memberkan ASI sampai anak berusi 1 tahun adalah hal yang sangat disarankan oleh para ahli kesehatan.

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi bagi anak, maka Anda bisa memberikan asupan berupa daging ayam, kuning telur, kacang-kacangan, ikan dan sayuran berdaun hijau gelap.

Selain itu, perhatikan asupan vitamin C paad anak. Nutrisi vitamin C bisa diperoleh dari melon, tomat, jeruk manis. Manfaat vitamiin C untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh agar maksimal.