Showing posts with label Foto. Show all posts
Showing posts with label Foto. Show all posts

Taman Nasional Gorbea yang Penuh dengan Hal-hal Mistik

Taman Nasional Gorbea
Taman Nasional Gorbea.
Taman Nasional sangat diperlukan oleh banyak negara, tujuannya untuk melestarikan flora dan fauna endemik, yang mendiami suatu negara. Taman nasional juga bisa menjadi ikon bagi negara tersebut, sebagai salah satu tujuan wisata.

Biasanya Taman Nasional akan dilindungi oleh pemerintahannya, seperti yang akan kita lihat di Spayol, yaitu Taman Nasional Gorbea, yang terletak di antara provinsi Alava dan Vizcaya. Dan keberadaan taman ini sangat dilindungi.

Taman Nasional Gorbea ini terletak di dataran tinggi, sekitar 1.482 meter di atas permukaan laut. Dan Taman Nasional ini berlokasi dekat dengan kota, sehingga banyak orang yang menggunakannya sebagai tempat hiking, panjat tebing, dan pecinta alam lainnya.

Salah seorang fotografer asal Spanyol, berhasil mengabadikan taman nasional ini dengan situasi yang sangat berbeda, di mana tampak sekali kemistikan yang diberikan oleh taman nasional Gorbea dengan hutannya yang sangat lebat.

Berikut foto-fotonya: 



Taman Nasional Gorbea di Spanyol.
Taman Nasional Gorbea di Spanyol.
Taman Nasional Gorbea di Spanyol.

via Twistedsifter

Bunker Anti Kiamat Ini Miliki Fasilitas yang Sangat Mewah

Fasilitas mewah di Survival Condo.
Proyek Survival Condo adalah sebuah kondominium mewah yang kompleks, bertempat di bekas silo rudal bawah tanah dekat Concordia, di Kansas, di Amerika Serikat. Terletak 15 lantai di bawah tanah, yang dirancang untuk bertahan hidup serta nyaman pada saat kiamat, pandemi kesehatan global, bencana cuaca, dan serangan teror, termasuk nuklir.

Rudal silo ini awalnya dibangun oleh US Army Corps of Engineers pada 1960-an untuk Atlas "F" rudal, dan ada 72 dari mereka di seluruh negeri. Dinding silo, dibuat dari beton keras, dengan ketebalan 3,6 meter, dan dirancang untuk bertahan hidup saat serangan nuklir berlangsung.

Struktur kubah yang menutupi tutup silo, dapat menahan angin lebih dari 500 mph.


Fasilitas kolam renang di Survival Condo.
Kini kondominium ini dirancang untuk menampung hingga 70 orang, dan memiliki sumber daya yang cukup untuk membuat mereka hidup selama bertahun-tahun. Biaya untuk hidup di sini tidak murah, mulai dari US$1,5 sampai US$3 juta. Larry Hall, orang di balik penggagas proyek tersebut mengatakan bahwa, kondominium sudah terjual habis, tapi ia saat ini sedang mengerjakan proyek kedua.

Kondominium dilengkapi dengan sejumlah fasilitas modern: sperti TV layar datar, kolam renang, teater, tempat latihan, ruang kelas dan perpustakaan, seta pusat operasi kecil.
 

Fasilitas keamanan di Survival Condo.
Setiap unitnya diberikan pasokan penunjang kehidupan untuk lima tahun kedepan, baik itu makanan kering atau minuman. Selain itu, mereka memiliki kebun hidroponik, yang dapat menumbuhkan 70 varietas buah-buahan dan sayuran. Ada juga sebuah kolam ikan, yang bisa membudidayakan ikan nila.

Pasokan udara untuk seluruh fasilitas disaring oleh Nuklir, Biologi, dan Kimia (NBC) filter dan intake udara fisik dilindungi oleh katup, yang mencegah ledakan gelombang udara akibat tekanan yang tinggi. Untuk urusan listrik disediakan oleh jaringan listrik lokal, dengan turbin angin, dan generator diesel, sedangkan air disediakan dari sumber terdekat yang dimurnikan untuk konsumsi.

Pintu masuk Survival Condo.
Pada aspek keamanan, fasilitas memiliki sistem keamanan kelas militer yang meliputi kamera inframerah, sensor jarak, mikrofon, sensor perjalanan, dan detektor pasif. Pintu juga dirancang sebagai anti ledakan.

Survival Condo bukanlah satu-satunya, di tempat lain di seluruh Amerika Serikat bermunculan, dan permintaannya meningkat.


via Amusing Planet

Punya Tubuh Jangkung, Derita Kamu Sama Seperti Mereka

Memiliki tubuh tinggi mungkin jadi idaman banyak orang. Maka tidak heran, jika saat ini banyak sekali alat dan produk yang dikhususkan untuk menambah tinggi tubuh kita. Meskipun faktor genetik sangat memengaruhi.

Ya, tubuh yang tinggi memang didukung oleh faktor keturunan. Tapi kadang kita bisa menambah tinggi hanya beberapa sentimeter dengan saja, dari orangtua kita. Tapi, apakah dengan memiliki tubuh tinggi membuat penampilan kita sempurna?

Bisa iya bisa juga tidak, bahkan memiliki tubuh tinggi juga tidak selamanya membuat kehidupan kita enak. Foto-foto di bawah ini memperlihatkan, bagaimana menderitanya orang-orang yang memiliki tubuh jangkung.


Derita pertama datang dari wanita yang sedang mengambil uang di ATM, karena tubuhnya yang tinggi ia terpaksa berlutut di hadapan ATM, sementara pria di belakangnya menunggu sambil tersenyum.


Derita kedua jika kamar mandi di rumah didesain hanya untuk mereka yang memiliki tinggi normal. Saat ia masuk, maka kepalanya harus merunduk dan itu bisa sangat menderita karena pegal.


Ini adalah derita ketiga, di mana fotografer yang hendak mengambil foto close up terpaksa membuat dia meregangkan kakinya, karena background-nya tidak tinggi.


Derita selanjutnya adalah saat menaiki mobil. Di mana biasanya mobil didesain untuk ukuran tinggi standar. Tapi jika sudah begini, bisa-bisa pemilik tubuh tinggi harus menderita saat mengendarai mobil.


Nah, ini adalah derita paling ngenes. Di mana ia kesulitan untuk memeluk kekasihnya atau pasangannya. Tubuh tinggi bisa juga jadi masalah percintaan ya..


Foto di attas memperlihatkan derita pemiliki tubuh jangkung saat di toilet. Tidak perlu dijelaskan lebih jauh ya.. Anda bisa menebak sendiri mengapa ini bisa sangat menderita.


Foto pria bertubuh jangkung juga akan kesulitan jika harus menggunakan transportasi umum, terutama saat berwisata di negara lain yang memilik standar berbeda. Jadi, apakah Anda masih menginginkan tubuh jangkung?

Foto: dailymail.co.uk

Saking Terpencilnya, Suku di Afghanistan ini Tidak Tahu Perang

Suku terpencil yang hidup di pegunungan Afghanistan. Foto
Perang membuat banyak orang sengsara, dan yang dirugikan adalah warga sipil. Salah satu tempat di muka bumi kerap menjadi langganan konflik dan perang adalah Afghanistan, yang tidak pernah berkesudahan hingga saat ini.

Namun siapa sangka, jika di Afghanistan juga ada suku yang sangat terpencil. Bahkan mereka hidup dalam damai dan kesederhaan, dan anehnya mereka tidak pernah tahu jika ada konflik atau peperangan.

Suku terpencil ini tinggal di antara Tajikistan dan Pakistan, di mana Taliban telah berjuang untuk memaksakan aturan mereka di sana. Seperti apa kehidupan suku ini dan berapa banyak penduduknya?

Suku Ini Gunakan Barang Bekas sebagai Simbol Kecantikan

Rumah yang terbuat dari batu yang diplester dengan lima tiang penyangga.
Dikenal sebagai Koridor Wakhan, sekitar 12.000 warga hidup di ketinggian 4.500 meter, di atas medan yang keras dan sepi.

Orang-orang Wakhi hidup sederhana dan santai bersama dengan ternak mereka. Beberapa keluarga tidak menyadari bahwa Taliban pernah berkuasa, atau tentara Amerika Serikat pernah menyerbu Afghanistan.

Daerah Wakhan kini didorong oleh pemerintah Afghanistan untuk menarik wisatawan dari dunia Barat, yang ingin mencari petualangan di alam bebas.


Dapur yang sederhana hanya mengandalkan kayu dan tungku.
Untuk mengunjungi desa-desa di sini, salah satu akses harus melewati daerah di Afghanistan yang sedang mengalami konflik dengan kontrol perbatasan yang ketat, dan berkendara di jalan rusak yang dibangun lebih dari setengah abad yang lalu.

Fotografer asal Perancis, Eric Lafforgue baru-baru ini mengunjungi daerah ini untuk memahami kehidupan mereka, dan mencari kehidupan Afghanistan yang terlupakan oleh waktu.

Daya tarik wisata utama adalah rumah Pamiri, yang dikenal sebagai 'Chid'. Mereka dibangun di atas batu dan diplester, serta mempertahankan fitur tertentu yang melambangkan aspek spiritual dan tradisional.


Penduduk yang sedang berada di rumah yang sangat sederhana.
"Di setiap kamar, ada lima pilar kayu--melambangkan lima rukun Islam--yang menahan langit-langit yang disebut Chorkhona," ucap Eric yang kami kutip dari Mail Online.

Melihat Suku Mentawai yang Belum Terjamah Modernitas

Desa-desa Wakhi benar-benar terisolasi dari dunia luar, dan telah mereka diduga telah hidup di pegunungan selama lebih dari 2.000 tahun.


Berburu Sarang Lebah Alami Paling Besar di Dunia

Proses pengirisan sarang lebah.
Madu merupakan makanan yang kaya akan zat gizi. Madu juga dipercaya mampu menyembuhkan beragam penyakit, sehingga banyak digunakan dalam pengobatan. Namun bukan hal yang mudah untuk mendapatkan madu, karena madu berasal dari sarang lebah.

Beragam lebah mampu menghasilkan madu, dan salah satu sarang lebah alami terbesar di dunia, terdapat di kaki bukit Himalaya, Nepal. Di mana masyarakat di sana, mempertaruhkan nyawanya, untuk memanen madu yang masih alami ini.


Bukan hal yang mudah untuk memanen madu di sini, sebab lebah-lebah bersarang di lembah, di mana pemburu madu harus bergelantungan puluhan hingga ratusan meter. Selain itu, mereka harus menahan sakitnya sengatan lebah.


Menikmati madu hasil buruan.
Penduduk di distrik Kaski tengah, Nepal, telah melakukan hal ini secara turun temurun. Meraka bergelantungan dengan sebuah keranjang, yang akan mengumpulkan sarang lebah yang dipanen, yang kemudian akan dipisahkan dari madu di dalamnya.
 
Untuk memotong sarang yang bergelantungan, mereka menggunakan pisau yang diperpanjang dengan tongkat. Perlahan mereka mengiris sarang tersebut, yang kemudian ditadah dengan keranjang di bawahnya.

Menikmati madu.
Lembah ini juga menjadi ajang trekking wisatawan, karena keunikan masyarakatnya. Terutama pada musim semi, pemburu madu lebih banyak menghabiskan waktunya mencari sarang lebah. Karena pada musim semi, sarang lebah lebih banyak berkembang, sehingga lebih banyak madu di dalamnya.

Madu yang dihasilkan kebanyakan akan diekspor ke Jepang, China, dan Korea Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional.


Baca Juga: Madu Palsu Sangat Berbahaya, Ini Cara Mengetahuinya
 

Asal Usul Mengerikan Hutan Terapung

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.
Berbicara tentang hutan pasti pikiran kita tertuju ke daerah pegunungan, yang banyak sekali dengan pepohonan. Dan biasanya kita akan melihat banyak sekali pohon-pohon besar menjulang ke angkasa.

Bahkan banyak dari pohon-pohon tersebut memiliki usia hingga ratusan tahun lamanya. Tetapi pernahkah Anda melihat hutan terapung? Mungkin akan tampak aneh mendengar namanya saja.

Tetapi ternyata memang ada hutan terapung di dunia ini, tepatnya di pelabuhan Homebush, Sydney. Dan asal-usul terapung ini cukup mengerikan, yang berasa dari tahun 1970-an. Seperti apa ceritanya?

Baca Juga: Jika Melihat Gundukan Rumput Ini Segera Kabur

Pelabuhan Homebush di Sydney, Australia, adalah rumah bagi sisa-sisa kapal tua yang dioperasikan selama abad ke-20 pertengahan. Kapal-kapal besar ditarik ke pelabuhan ini, untuk dimanfaatkan komponennya dan dijual kembali.

Salah satu kapal tersebut adalah SS Ayrfield. Raksasa sebesar 1.140 ton tersebut, dibangun pada tahun 1911, dan digunakan selama Perang Dunia II sebagai kapal transportasi.


Pada tahun 1972, kapal itu dibawa ke pelabuhan Homebush yang kemudian dibongkar, tapi nasib memutuskan berbeda. Operasi bongkar kapal ini kemudian berhenti, karena terdapat bahan kimia yang berbahaya mencemari pelabuhan Homebush pada saat itu, dan bagian dari beberapa kapal tertinggal.

Bagian badan kapal tersebut tetap mengapung, dan seiring dengan perkembangan waktu, badan kapal tersebut ditumbuhi pohon-pohon yang terus membesar selama beberapa dekade.

Dari 2008-2010 upaya untuk menghilangkan bahan kimia di Homebush erus dilakukan, yang tersisa dari era industri. Kini kapal pengangkut SS Ayrfield, bak hutan yang mengapung di tengah pelabuhan. Dan banyak yang mengabadikan keadaan ini, berikut foto-foto yang kami kutip dari This is Solossal:

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.
Baca Juga: Selalu Tidur dengan Ular, Wanita Ini Dibuat Terkejut

Cara Warga Pakistan Perlakukan Salinan Alquran yang Rusak

Salinan alquran yang sudah rusak. Foto
Alquran adalah salah satu mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya berisi petunjuk bagi manusia agar selamat di dunia dan di akhirat. Alquran juga menjadi kitab suci bagi ummat Islam.

Maka tidak heran, jika sebagai seorang muslim kita harus memperlakukan alquran dengan sangat baik. Kita tidak boleh menempatkannya sembarangan, dan juga diharuskan membaca serta mengamalkan isinya.

Seperti kita ketahui, alquran kebanyakan saat ini dicetak di atas kertas. Di mana kertas ini memiliki keterbatasan usia, dan akan rusak seiring dengan berjalannya waktu. Namun Anda harus perhatikan, bagaimana cara memperlakukan salinan quran yang rusak ini.

Seorang pengusaha di Pakistan rupanya peduli dengan nasib alquran yang rusak dan usang, yang dicetak di atas selembar kertas. Ia pun menciptakan gua di sebuah bukit, yang ditujukan untuk salinan tua dan rusak dari Alquran.

Jutaan salinan kitab suci umat Islam ini disimpan dalam sebuah terowongan bawah tanah, di bukit Chilthern Pegunungan di Quetta, Baluchistan.


Buku yang rusak di dalam karung.
Samad yang menjadi Penelitian di Balai Hortikultura, yang menciptakan fondasi Jabal-e-Noor pada tahun 1992 ditujukan untuk mengubur buku-buku, yang dilarang dibakar, dirusak atau dinodai dalam Islam seperti Alquran.

Yayasan ini kemudian menamai bukit ini Jabal-e-Noor Mountain, yang diterjemahkan sebagai 'gunung cahaya' di Arab Saudi di mana Nabi menerima wahyu pertamanya dalam Alquran.

Balai terus menambah lebih banyak jumlah terowongan, untuk lebih banyak bisa menampung jumlah eksemplar rusak yang kian meningkat dari tahun ke tahun.

Hari ini, panjang terowongan sudah mencapai sekitar 2,2 mil, yang dapat menampun sekitar 2,5 juta Quran yang diberikan oleh kaum Muslim dari seluruh negeri.

Sementara itu, buku yang tak terhitung jumlahnya telah disimpan di dalam karung, menunggu terowongan baru.

Beberapa salinan kitab suci juga ada yang berumur lebih dari 600 tahun, dan beberapa salinan yang lebih penting ditampilkan dalam etalase kaca.

Baca Juga: Sosok Muslimah Jago Beladiri, Patut Ditiru

Terowongan ini juga dikunjungi oleh ribuan orang setiap harinya, yang ingin melihat koleksi di sini. Jika Anda akan melihatnya,  tidak dikenakan biaya masuk tapi akan ada sumbangan seikhlasnya.