Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Nutrisi Penting untuk Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Dalam masa pertumbuhan, sangat penting untuk memenuhi asupan gizi anak secara maksimal, sehingga anak nantinya memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Hendaknya sejak dini memperhatikan gizi anak untuk pembentukan sistem kekebalan tubuhnya dalam jangka panjang.

Anak-Anak Bermain
Anak-Anak Bermain | Photo: https://pixnio.com/people/children-kids/kids-about-to-race

Jika daya tahan tubuh baik maka anak tidak mudah terserang sakit. Sistem pertahanan tubuh sangat penting untuk melindungi tubuh anak dari agen-agen asing (penyebab penyakit) yang menyerang.

Khusus bayi, usahakan diberikan asupan ASI yang mencukupi untuk memperkuat sistem pertahanan tubuhnya.

ASI tidak hanya menjadi sumber nutrisi utama bayi, selain itu ASI sangat penting untuk menopang pembentukan sel-sel kekebalan tubuh yang terbaik.

Kandungan di dalam ASI berguna untuk merangsang fungsi mikrobiota yang terdapat di saluran cerna. Mikrobiota memproduksi banyak jenis antibodi penting.

Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang memperoleh asupan ASI yang cukup sejak usia dini memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik.

Seiring bertambahnya usia, anak membutuhkan kalori dan energi yang lebih tinggi. Itu bisa diperoleh dari asupan makanan yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak yang seimbang.

Adapun asupan pendukungnya seperti vitamin (vit A, betakaroten, B5, C, D, E), mineral, asam lemak (omega 3, omega 6), probiotik, nukleotidaprebiotik, laktoferin dan beberapa jenis asam amino.

Berbagai nutrisi penting tersebut bisa dipenuhi dengan asupan MPASI (makanan pendamping ASI) yang baik.

Makanan yang Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Orang tua tentunya ingin agar anaknya memiliki daya tahan tubuh yang baik agar terlindungi dari serangan virus pembawa penyakit.

Daya tahan tubuh anak akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak.

Sayuran mengandung nutrisi super penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh anak.

Sayuran dan buah-buahan sumber nutrisi terbaik bagi anak-anak dan balita. Makanan yang dikonsumsi anak sehari-hari sangat mempengaruhi perkembangan sistem imunitasnya.

Sehingga penuhi kebutuhan nutrisi anak dan pastikan untuk membiasakan anak mau mengonsumsi sayur dan buah.

Prebiotik yang terkandung dalam sayuran dan buah bermanfaat untuk kesehatan pencernaan tubuh dan memperkuat daya tahan tubuh.

Prebiotik mempromosikan bakteri baik yang menguntungkan sistem pencernaan tubuh dan melawan keberadaan bakteri jahat di saluran pencernaan.

Asupan yang mengandung prebiotik alami yaitu tomat, bawang merah, bawang putih, gandum dan asparagus.


Zat Besi
Asupan zat besi juga sangat diperlukan anak-anak. Fungsi zat besi sangat vital dalam proses pembentukan hemoglobin. Tubuh yang kekurangan zat besi mengalami resiko pelemahan daya tahan tubuh.

Asupan zat besi bisa diperoleh dari sayuran berwarna hijau gelap (misalnya bayam), kacang-kacangan, nasi merah, daging merah dan susu.

Vitamin D
Vitamin D memiliki kontribusi dalam pembangunan daya tahan tubuh anak. Untuk menenuhi kebutuhan asupan vitamin D, maka dorong anak agar mau mengonsumsi telur (yang manfaatnya sangat penting untuk pertumbuhan anak).

Vitamin A
Vitamin A juga penting dalam memperkuat daya tahan tubuh anak. Asupan vitamin A bisa diperoleh dari telur, wortel, mangga, bayam dan ubi.

Vitamin C
Nutrisi vitamin C memiliki peran besar dalam melawan masalah infeksi. Dimana vitamin C diperlukan sel darah putih untuk melawan infeksi pada tubuh.

Asupan yang mengandung vitamin C yaitu jeruk, kiwi, brokoli dan ubi-ubian.

Manfaat Pertahanan Tubuh yang Optimal

Dengan mengonsumsi asupan yang sehat dan bergizi maka diharapkan anak mempunyai sistem pertahanan tubuh yang kuat, sehingga anak terlindungi dari penyakit, infeksi menular, alergi, dll.

Untuk meningkatkan sistem imun tubuh maka berikan MPASI yang tepat pada anak, karena jika anak kekurangan asupan nutrisi penting menyebabkan daya tahan tubuhnya lemah, sehingga mudah terserang penyakit.

Bahaya jangka panjang dari daya tahan tubuh anak yang lemah menyebabkan gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak, termasuk tingkat kecerdasan anak.

Terutama anak yang masih dibawah usia dua tahun, jangan sampai kekurangan asupan gizi yang penting.

Jeruk dan lemon membantu sistem kekebalan tubuh anak. Adapun yogurt mengandung probiotik.

Kacang kaya akan protein, vitamin, mineral dan asam lemak omega yang mempromosikan sistem kekebalan tubuh.

Telur merupakan makanan kaya akan nutrisi. Kandungan vitamin A dan mineral pada kuning telur bermanfaat untuk meningkatkan sel darah putih dalam mengatasi serangan infeksi.

Ikan (seperti salmon dan tuna) mengandung asam lemak omega yang mempromosikan pembentukan sel darah putih. Selain itu terkandung vitamin D yang berkontribusi dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh.

Penyebab Diare Pada Anak (Gejala dan Penanganannya)

Diare menyebabkan penderitanya sering buang air besar, dimana kondisi tinja umumnya encer.

Terjadinya diare akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang kurang bersih (terpapar bakteri, virus atau parasit).

Anak Diare
Anak Diare | Photo credit: Shutterstock.com / By Sergiy Bykhunenko

Seringnya diare terjadi selama beberapa hari (jenis akut), tapi ada juga diare yang baru bisa sembuh setelah beberapa minggu (jenis diare kronis).

Biasanya diare tidak menyebabkan bahaya kesehatan yang fatal, tapi harus berhati-hati jika diare disertai dehidrasi

Diare tidak berbahaya jika tidak terjadi dehidrasi. Adapun jika disertai dehidrasi bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, sehingga penderita diare sangat penting memenuhi kebutuhan cairan tubuh (terutama minum air putih).

Mengonsumsi pemanis buatan, mannitol ataupun sorbitol (misalnya pemanis buatan yang ada di permen karet) ternyata dapat menyebabkan resiko diare.

Diare cukup umum dialami anak-anak. Khusus pada anak-anak, penyakit diare harus segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak yang serius.

Anak-anak biasanya BAB sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Bentuk fesesnya yang normal seperti pisang.

Pada bayi dibawah 1 tahun memiliki frekuensi BAB yang lebih sering, hal itu karena bayi masih dalam masa mengonsumsi ASI ekslusif.

Warna feses normalnya adalah kuning kehijauan. Adapun warna feses pada bayi sangat tergantung dari makanan yang dikonsumsinya. Yang penting diwaspadai apabila feses mengandung darah.

Penyebab Diare pada Anak

Seorang anak dinilai terkena penyakit diare jika memiliki masalah BAB. Dimana frekuensi BAB terlau tinggi, dan bentuk feses sangat encer.

Terjadinya diare pada anak tentu ada penyebabnya, seperti:

Infeksi
Penyebab umum diare pada anak-anak yaitu akibat serangan infeksi rotavirus.


Bakteri dan Parasit
Anak-anak dapat terserang diare akibat bakteri shigella, salmonella, E coli, Vibrio cholera, dll.

Bakteri menyebabkan hambatan pada proses penyerapan makanan di usus, dampaknya utamanya adalah usus besar tidak mampu menyerap air dengan baik, yang nantinya membuat tinja berbentuk cair.

Intoleransi Laktosa
Tidak jarang bayi maupun balita mengalami masalah intoleransi terhadap laktosa. Dimana tubuh anak hanya mempunyai enzim laktosa yang terlalu sedikit.

Enzin laktoasa di dalam tubuh bekerja untuk mencerna laktosa yang umumnya terdapat di dalam susu sapi.

Alergi Susu Sapi
Tidak sedikit anak-anak yang alergi terhadap susu formula (susu sapi). Dampak dari alergi tersebut adalah munculnya diare yang dialami anak-anak atau balita.

Jika anak Anda mengalami alergi ini, maka perlu berkonsultasi dengan ahli kesehatan atau dokter untuk memilih susu formula yang cocok untuk diminum oleh anak alergi.

Gejala Diare pada Anak

Anak-anak yang terkena diare sering mengalami muntah dan juga frekuensi BAB meningkat. Hal ini bisa menyebabkan anak kekurangan cairan sehingga rentan untuk dehidrasi.

Penanganan diare perlu secepatnya dilakukan jika anak merasa tidak tenang (gelisah), rewel, hingga bahkan tidak sadarkan diri akibat kekurangan cairan tubuh pada level yang parah.

Jika diare anak menyebabkan dehidrasi parah, maka muncul gejala sesak akibat tubuh anak kekurangan zat basa (asidosis).

Jika anak sampai mengalami kekurangan elektrolit maka bisa mengalami kejang-kejang.

Gejala lainnya diare pada anak:
  • Penurunan berat badan
  • Muncul demam
  • Sakit kepala
  • Tunja mengandung makanan yang belum tercerna
  • Tinja berlendir atau bahkan berdarah
  • Perut anak mulas
  • Perut terasa kembung atau kram
  • Rentan mengalami rasa mual bahkan muntah
  • Mata, pipi dan perut terlihat cekung
  • Anak sangat rewel
  • Air mata saat menangis sangat sedikit (bahkan air mata tidak keluar)

Jika penderita diare mengalami dehidrasi, akan sering mengalami rasa haus berlebihan, kepala sering pusing, tubuh lemas, urine cenderung berwarna gelap, mulut dan kulit terlihat kering.

Jika anak mengalami diare lebih dari 24 jam dan terlihat kekurangan cairan, dan dengan demam lebih dari 39 derajat celsius, hendaknya segera bawa ke dokter.

loading...

Penanganan Diare

Diare dengan dehidrasi ringan menyebabkan anak gelisah, matanya cekung, dan cubitan kembali dengan lambat

Adapun diare anak dengan dehidrasi berat menyebabkan anak gelisah, lesu, tidak semangat, kesadaran menurun drastis, malas minum (padahal kekurangan cairan), matanya cekung, dll.

Hendaknya segera melakukan rehidrasi dengan cara memberikan cairan. Anda perlu memberikan minum air putih.

Adapun jika anak mengalami dehidrasi parah (akibat diare) maka untuk mengembalikan cairan yang hilang dengan cara memberikan infus (di rumah sakit atau oleh ahlinya).

Pada bayi tetap berikan ASI, dan juga berikan asupan bergizi seperti biasa.

Ciri-ciri anak yang diare tanpa dehidrasi, yaitu kondisi anak masih baik dan sadar, keinginan untuk minum cenderung normal (tidak kehausan atau kekurangan cairan), matanya tidak cekung, dan cubitan dapat kembali dengan segera.

Untuk penanganan atau mencegah dehidrasi parah, maka hal yang hendaknya segera dilakukan yaitu memberikan oralit.

Pemberian oralit pada anak dengan dosis yang benar. Larutkan sebungkus oralit ke dalam satu gelas air matang.

Umumnya, berikan 50-100 cc cairan oralit pada anak di bawah umur satu tahun. Berikan 100-200 cc cairan oralit pada anak di atas satu tahun.

Berhati-hati dalam memberikan obat anti diare, hendaknya sesuai dengan rekomendasi dokter. Hal itu karena penggunaan obat antidiare dapat memperlambat gerakan usus (dalam mengeluarkan kotoran).

Penutup

Diharapkan dengan penanganan yang tepat maka keadaan anak membaik. Hal ini diketahui dari:
  • Membaiknya kesadaran anak.
  • Mulut dan bibir anak tidak lagi kering (mulai membasah).
  • Anak terlihat mulai ceria.
  • Anak tidak terlihat kekurangan cairan.
  • Kencing normal (baik itu frekuensinya dan warnanya).
  • Cubitan pada perut bisa kembali dengan cepat.

Adapun orang tua perlu membawa anak ke dokter jika anak muntah terus menerus, mencret, pemberian oralit tidak memberikan hasil, kesadaran anak menurun drastis, anak sering menangis, tangan dan kaki dingin, mata cekung.

Berat Badan Naik Drastis Saat Puber, Apakah Normal?

Semua anak-anak suatu saat nanti pasti akan memasuki masa pubertas, ini merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju remaja.

Masa pubertas sudah dimulai sejak usia 8-12 tahun, lalu berakhirnya pada usia 15-16 tahun. Pada usia remaja ini pertumbuhan akan berjalan dengan sangat cepat.

Timbangan Berat Badan
Photo credit: Wikimedia.org

Pada masa pubertas, seseorang akan mengalami perubahan secara fisik dan psikis, selain itu mulai terjadi pematangan fungsi-fungsi organ s*ksual.

Anak lelaki yang mulai memasuki masa pubertas ditandai dengan mimpi bas*h.

Adapun anak perempuan yang mulai memasuki masa pubertas ditandai dengan menstruasi pertama.

Kenaikan Berat Badan Saat Puber

Kenaikan berat badan secara signifikan saat masa pubertas sering menimbulkan rasa khawatir. Padahal hal yang normal saat puber berat badan akan cenderung naik.

Selain itu, saat masa puber terjadi perubahan fisik. Kondisi psikis dan emosional juga akan berubah.

Berat badan yang cendrung naik saat puber adalah hal yang wajar. Bahkan, organisasi CYWHS menyebutkan bahwa berat badan yang tidak naik sama sekali saat puber adalah hal yang kurang baik.

Terjadinya kenaikan berat badan saat puber karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh pada masa-masa ini.

Salah satunya yaitu hormon GnRH (gonadotropin-releasing hormone) yang dihasilkan di organ otak.

Hormon GnRH ini bekerja saat masa-masa puber untuk mematangkan berbagai fungsi organ tubuh.

Hal inilah yang membuat banyak perbedaan pada diri seseorang sebelum dan sesudah dirinya memasuki masa puber.


Hal yang terjadi pada anak perempuan saat masa puber, yaitu terjadinya peningkatan produksi lemak di bagian perut, yang kemudian lemak menyebar ke beberapa bagian tubuh, seperti paha, pinggul dan payud*ra.

Adapun yang terjadi pada laki-laki saat memasuki masa puber, yaitu terjadi kenaikan berat badan (seperti halnya anak perempuan). Lalu terjadi peningkatan massa otot.

Perbedaan pubertas antara anak laki-laki dan perempuan. Jika anak perempuan mengalami peningkatan timbunan lemak, adapun anak lelaki mengalami peningkatan massa otot.

Menjaga Berat Badan Saat Masa Puber

Hindari melakukan diet sembarangan karena justru menyebabkan masalah kesehatan.

Pada dasarnya kenaikan berat badan saat puber adalah hal yang normal, sehingga tidak perlu memaksakan diri melakukan diet ketat.

Saat puber, justru hal yang harus dilakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi.

Melakukan diet ekstrim saat puber akan berbahaya, karena bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan organ s*ksual seorang remaja.

Hal yang harus dilakukan adalah mengatur pola makan yang sehat dan seimbang.

Jangan berlebihan mengonsumsi makanan berlemak, remaja harus mengimbanginya dengan mengonsumsi sayur-sayuran, buah, biji-bijian dan ikan.

Hindari makanan kurang sehat seperti junk food, fast food, gorengan, mie instan, makanan ringan yang tinggi MSG dan semacamnya.

Makanan seperti junk food, gorengan ataupun makanan yang tinggi kandungan minyak dan lemak menjadi penyebab utama obesitas.

Hal penting lainnya, pastikan remaja melakukan olahraga secara rutin, hal ini sangat penting untuk kesehatannya, dan juga untuk membentuk tubuh yang ideal.

Disarankan melakukan olahraga yang memberikan beban pada tulang panjang kaki, diantaranya jogging, atletik, skipping (lompat tali), badminton dan basket.

Melakukan olahraga tersebut akan merangsang tubuh untuk tumbuh lebih maksimal. Selain itu, olahraga berenang juga dapat merangsang pertumbuhan tinggi badan.

Kunci Utama Anak Tumbuh Tinggi & Cerdas

Sangat penting memperhatikan kecukupun gizi anak. Hal ini agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan maksimal, sehingga anak tumbuh menjadi sosok yang kuat fisik dan mentalnya.

Anak-anak yang kekurangan asupan gizi akan mengalami gangguan pertumbuhan.

Anak Cerdas
Photo credit: Maxpixel.net

Untuk bayi, maka harus mendapatkan asupan ASI saat masa-masa emasnya. Minuman ASI sangat penting untuk pertumbuhan bayi.

Beberapa makanan sehat untuk anak-anak, yang berkontribusi besar untuk perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan tinggi badan anak, yaitu:

Bayam
Orang tua harus memotivasi anak agar suka dengan sayuran bayam. Bayam sudah disepakati para ahli gizi termasuk �makanan super� yang sangat disarankan dikonsumsi, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Bayam menyediakan kandungan zat besi dan kalsium yang tinggi. Selain itu, mengonsumsi bayam bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sang anak.

Telur
Anak-anak juga perlu mengonsumsi telur untuk perkembangannya. Telur mengandung protein, kolin, omega 3, vitamin D, vitamin B12 dan asam folat.

Telur dikenal dengan kandungan protein-nya yang tinggi. Protein dibutuhkan untuk membangun sel-sel tubuh.

Telur mengandung lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat untuk kesehatan mata anak.

Kandungan kolin dan omega 3 di dalam telur bermanfaat penting untuk perkembangan otak anak, dan meningkatkan daya ingat.

Kandungan vitamin D berkontribusi untuk kesehatan dan kekuatan tulang. Kandungan vitamin B12 dan asam folat untuk kesehatan sistem syaraf dan perkembangan otak.

Susu
Anak-anak juga harus didorong untuk mengonsumsi susu. Hal itu karena susu merupakan sumber kalsium yang berperan penting untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang.

Beberapa makanan lainnya yang sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak yaitu wortel, kacang kedelai, gandum, yoghurt, dan buah-buahan.

Buah-buahan yang disarankan untuk dikonsumsi anak-anak yaitu:
  • Pisang (sumber utama kalium untuk melancarkan aliran darah sehingga konsentrasi anak meningkat)
  • Alpukat (kaya akan vitamin E dan antioksidan kuat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan)
  • Pepaya (kaya akan vitamin C)
  • Buah Naga (mengandung zat besi, kalsium dan vitamin A)
  • Mangga (kaya akan vitamin A dan vitamin C)

Mangga juga mengandung asam glutamin tinggi yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak dan meningkatkan daya ingat.

Anda bisa memberikan beberapa jenis buah-buahan secara bervariasi pada anak. Selain itu, dorong anak untuk sering mengosumsi sayuran.

Hal Penting Lainnya

Agar pertumbuhan tinggi badan anak berjalan dengan baik maka berikan anak asupan yang kaya akan zat besi, kalsium, protein dan vitamin A.

Selain itu dorong anak agar melakukan olahraga secara rutin. Beberapa olahraga yang bisa ditawarkan pada anak yaitu jogging, berenang, bersepeda, permainan olahraga (seperti futsal, basket), atau sekedar jalan santai.

Pastikan anak memiliki jam tidur yang cukup di malam hari, jangan sampai anak tidur larut malam karena anak mengganggu tumbuh kembangnya.

Usahan anak agar tidur nyenyak dan lelap, selain itu matikan lampu saat tidur karena sangat sehat. Tidur sebagai proses penting bagi tumbuh kembang anak.

Saat tidur, tubuh memproduksi hormon penting yang berfungsi untuk memulihkan sel-sel tubuh serta membangun otot dan jaringan tubuh.

Jika anak memperoleh kualitas tidur yang baik maka dapat memaksimalkan tingkat kecerdasan anak.

Para ahli telah menjelaskan bahwa tidur berkualitas dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kewaspadaan dan ketenangan berfikir.

Berikut hal-hal lainnya yang harus diketahui agar tumbuh kembang anak berjalan dengan baik:
  • Jauhi anak dari paparan asap rokok.
  • Jauhi anak dari berbagai polusi, misalnya polusi di jalan raya, dll.
  • Berikan kasih sayang yang tulus dan maksimal kepada anak, agar mental dan fisik anak tumbuh dengan baik.
  • Batasi konsumsi makanan kurang sehat seperti junk food, fast food, mie instan, gorengan, dll.
  • Didik anak agar lebih mengutamakan konsumsi makanan sehat.

Langkah-Langkah Mengatasi Kecanduan Game pada Anak

Dapat dikatakan, game dapat bermanfaat sebagai sarana hiburan semata yang dimainkan sesekali.

Tapi game bisa menjadi masalah serius jika membuat kecanduan, baik itu pada anak-anak, remaja maupun orang dewasa.

Anak Kecanduan Game
Photo credit: Flickr.com / Marcus Kwan

Bahaya kecanduan game bisa sangat parah, khususnya pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, baik fisik, mental maupun kecerdasannya.

Anak-anak yang seharian hanya disibukan dengan main game pc maupun smartphone, maka dirinya terlalu sering berdiam diri di rumah, dan tubuhnya jarang bergerak.

Bermain game boleh untuk hiburan tapi ada batasannya, karena ada banyak aktivitas bermanfaat lainnya yang perlu dilakukan dalam sehari-hari.

Cara Mengobati Kecanduan Game

Cukup sulit untuk mengatasi anak yang sudah fanatik (kecanduan) bermain game.

Butuh waktu cukup lama, dan juga perlu kesabaran untuk bisa mengatasi kecanduan game pada anak. Orang tua bisa mengalihkan perhatian anak.

Dorong dan semangati anak agar melakukan kegiatan olahraga yang dia sukai. Sehingga jika anak telah terbiasa untuk melakukan olahraga yang dia sukai maka sifat kecanduan game akan berkurang sedikit demi sedikit.

Orang tua bisa memberikan aturan pada anak, bunyi aturannya yaitu: "Anak baru boleh bermain game setelah melakukan aktivitas olahraga (contohnya bermain sepak bola, basket, les berenang, dll)."

Luangkan Waktu untuk Anak, dan Beri Perhatian Pada Anak
Sangat penting bagi orang tua untuk menyediakan waktu yang cukup untuk bersama anak-anak.

Setelah pulang kerja (bisa di sore hari atau setelah waktu maghrib), orang tua perlu berkumpul bersama anak sembari minum teh dan mengobrol tentang hal-hal yang menyenangkan.

Saat masa-masa berkumpul seperti ini, orang tua bisa menanyakan beberapa hal yang menunjukan perhatian orang tua kepada anak.

Selain itu, bisa juga orang tua mengajari atau bercerita sesuatu kepada anak, atau juga orang tua dan anak melakukan kegiatan tertentu.

Intinya pada masa-masa quality time seperti ini, JANGAN SAMPAI masing-masing pihak sibuk dengan gadget-nya masing-masing.


Ajarkan Jadwal Kegiatan Kepada Anak
Ini sangat penting, beritahu anak kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya pada pagi, siang, sore dan malam hari.

Dengan melatih anak untuk bisa memahami berbagai kegiatan dan kewajibannya, maka ini secara perhalan akan menghilangkan kecanduan game pada anak.

Selalu berikan peringatan pada anak tentang kewajibannya, jika anak belum terlatih maka ingatkan setiap jam.

Orang tua perlu mencari tahu tentang kegiatan-kegiatan yang dapat menyenangkan anak, usahakan kegiatan itu bermanfaat untuk masa depan sang anak.

Kegiatan itu bisa seperti latihan bela diri, berenang, basket, futsal, les komputer, editing video, desainer, programming, dan ratusan kegiatan bergengsi lainnya yang mungkin disenangi sang anak.

Buat Batasan Waktu Bermain Game, dan Carikan Anak Teman Sebaya
Dahulu, orang tua dapat dengan mudah memerintahkan anak untuk pulang ke rumah dan berhenti bermain pada jam 5 sore.

Hal ini mudah dilakukan karena memang anak-anak saat itu sudah dibiasakan untuk melakukan hal itu.

Dengan begitu, biasakan anak Anda untuk memiliki kegiatan-kegiatan selain bermain game di gadget.

Mula-mula batasi waktu bermain game anak secara perlahan. Lalu mulai masukan beberapa kegiatan yang berguna untuk anak.

Minimal ajak anak bermain di taman hijau, kalau bisa ada teman seumurannya sehingga seru dan menyenangkan.

Dua hal ini (mengurangi waktu bermain game dan memberikan anak kegiatan yang berguna) harus terus digencarkan. Namun lakukan secara perlahan saja, jangan terburu-buru.

Intinya, orang tua berusaha agar kecanduan game pada anak bisa berkurang sedikit demi sedikit.

Hindari memaksa anak berhenti bermain game sepenuhnya secara mendadak, karena kemungkinan akan gagal.

Hal-Hal Lainnya

-Pastikan memberikan password pada gadget, jangan sampai anak tahu passwordnya.

-Bekali pengetahuan yang benar tentang bahaya cyber kepada Anak. Secara rutin edukasi anak tentang bahaya dari penyalahgunaan gadget.

-Orang tua harus memberikan contoh baik untuk anak. Anak akan meniru orang tuanya, sehingga orang tua jangan sampai terlalu sering mengoperasikan gadget karena anak dicontoh anak.

-Usahakan setiap hari untuk meluangkan �Family Time�. Sangat penting untuk berbincang, bercanda, dan sharing sesama anggota keluarga.

-Usahakan untuk makan malam bersama.

-Jika ingin menonton film, lakukan bersama-sama dengan keluarga.

-Sedikit demi sedikit latih anak untuk memanfaatkan teknologi (internet) untuk hal-hal yang berguna.

-Kalau bisa lakukan rekreasi keluarga secara rutin, usahakan ke tempat-tempat alam, pantai dan semacamnya.

-Mengehentikan anak bermain game tidak bisa dilakukan secara instan. Fokusnya adalah mengurangi waktu bermain game anak secara perlahan.

Demikian saja, ingatlah poin-poin yang disebutkan diatas.

15 Dosa Orang Tua Kepada Anak (Yang Bisa Menghancurkan Masa Depan Anak)

Melihat realita, kita lihat ada orang tua yang berhasil dalam mendidik anak, ada juga yang gagal. Kegagalan orang tua dalam mendidik anak, umumnya karena kesalahan orang tua itu sendiri, yang kurang cakap dalam berhubungan dengan anaknya sendiri.

Tidak sedikit orang tua yang terus mengulang kesalahan secara turun-temurun, mengulang kesalahan dalam mendidik anak sebagaimana kesalahan orang tuanya dahulu dalam mendidik dirinya

Dosa Orang Tua Kepada Anak
Sumber gambar: Maxpixel.Freegreatpicture.com

Kalau melihat berbagai fakta yang ada di lapangan ada banyak sekali kesalahan-kesalahan orang tua dalam mendidik anak. Sehingga hal ini menjadi �dosa� orang tua kepada anaknya sendiri. Berikut saya sebutkan dosa-dosanya itu:

1. Orang Tua �Pelit� Memberi Pujian
Seorang pakar parenting menyebutkan bahwa kerusakan negara ini sekarang, berasal dari rumah. Banyak orang tua tidak sabaran terhadap anaknya, dan seringkali salah dalam bersikap yang benar. Contohnya yaitu orang tua mengancingkan baju anaknya, padahal anak butuh diajarkan dan dilatih  untuk mengancingkan baju sendiri.

Selain itu, banyak orang tua yang justru dirinya yang mengerjakan PR sang anak. Perbuatan orang tua seperti ini mengakibatkan tidak menumbuhkan rasa percaya diri anak. Sikap ini adalah sebuah kesalahan, yang bisa fatal akibatnya bagi perkembagnan jiwa anak.

Lihatlah ketika anak didorong untuk mencoba mengancingkan baju sendiri, dirinya akan sangat bangga dan bahagia ketika berhasil mengancingkan baju sendiri. Perhatikan ketika anak dengan bahagianya mengatakan �Mama dari lima kancingku, aku bisa dua�. Orang tua akan melihat pancaran di wajah anaknya yang berseri-seri.

Banyak orang tua yang tidak sabar melihat anaknya yang sedang belajar memasang kancing. Sehingga dari sifat negatif orang tua inilah, yang memicu banyak orang tua pelit memberi pujian pada anaknya. Padahal pujian sangat diperlukan untuk memotivasi anak agar terus berkembang dan bersemangat.

Kalau dilihat praktek di lapangan, maka sangat jarang orangtua yang �berkenan� untuk menggerakan lidahnya memberi pujian pada anak.

Bahkan, lebih buruk lagi, banyak orang tua yang justru �semangat� sekali untuk mencela dan menghina anak ketika mereka melakukan kesalahan. Ini jelas tidak adil dan tidak seimbang.


2. Berlebihan Dalam Meberikan Pujian
Menurut sebuah penelitian, menemukan sebuah fakta bahwa orang tua yang terlalu sering memuji anak bisa membuat tumbuh kembang anak menjadi berjalan lambat.

Berbagai penelitian yang telah dilakukan peneliti dari Universitas Inggris, Amerika dan Belanda, mengungkapkan bahwa terlalu sering memuji pada anak yang pemalu, bisa membuat jiwanya tertekan.

Demikian juga terlalu sering memuji anak yang mengalami kepercayaan diri yang rendah, juga membuat anak sangat tertekan. Kondisi anak tertekan ini terjadi akibat orang tua memberikan pujian secara tidak tepat dan tidak sesuai porsinya.

Dimana pujian yang diterimanya justru membuat anak akan berpikir harus tampil lebih baik, kondisi ini berimplikasi pada kondisi jiwa anak yang sulit berkembang dan takut pada tantangan.

Hasil penelitian telah memberikan sebuah kesimpulan, bahwa terlalu sering dan berlebihan dalam memberikan pujian pada anak, tidak efektif untuk perkembangan kemampuan dan jiwa anak.

3. Orang Tua Memberikan Pernyataan Negatif
Seringkali orang tua murka dan tidak dapat mengontrol emosinya ke anak. Misalnya orang tua ingin anak ikut materi ekstrakurikuler tertentu, ketika anak menolak maka serta merta orang tua menyemprot anak dengan perkataan yang tajam, seperti �Kamu seperti orang yang pemalu!�, �Kamu begitu malas!� dan semacamnya.

Bentuk pernyataan yang seperti ini akan melukai hati anak, yang akan terus anak rasakan dalam waktu yang panjang. Hendaknya orang tua mengatakan bentuk pernyataan yang positif.

Ganti perkataan negatif berupa: �Kamu bodoh!�; diganti dengan �Jika kamu belajar rajin, kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik. Sebetulnya kamu mampu untuk melakukannya.�

4. Orang Tua Terlalu Sering Memaksakan Kehendak
Belumlah tentu kehendak orang tua bisa sama keinginan anak. Sehingga sebuah kesalahan jika orang tua terlalu memaksakan kehendak pada anaknya. Respon anak yang umum terjadi ketika anak sering dipaksa pada hal yang dibencinya, adalah anak akan melakukan perlawanan pada orang tuanya.

Sebuah kesalahan besar ketika anak tidak pauh kepada orang tuanya, akan tetapi hal yang lebih buruk lagi ketika orang tua sendiri yang justru menjadi penyebab anak durhaka.

Jika oang tua ingin memaksakan sesuatu pada anak, maka penting untuk dipertimbangkan terlebih dahulu, �Apakah hal yang ingin dipaksakan ini adalah sesuatu yang darurat atau tidak?�

Jika Anda memaksa anak untuk melakukan sesuatu hal yang tidak penting, maka ini sebuah kesalahan besar. Sebelum memaksa anak, orang tua juga harus menyiapkan alasan kuat yang dapat memuaskan harti anak. Orang tua mampu mematahkan argumentasi naak secara cerdas dan bijak.

Adapun jika orang tua memaksa anak hanya karena egoisme semata, maka ini sebuah kekonyolan yang jangan sampai dilakukan.

Akibat orang tua terlalu sering memaksa anak dapat mengakibatkan anak sulit untuk memiliki pendirian yang kuat.

Anak yang sering menuruti kehendak orang tua dalam kondisi takut, dimana anak kesulitan untuk mengungkapkan gagasannya. Hal ini mengakibatkan anak cenderung tidak punya pendirian, sehingga sifatnya adalah menuruti semua kehendak orang lain.

Masalah ini akan terus berlanjut sampai dewasa, anak akan kesulitan dalam bergaul dengan orang-orang, serta akan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini membuat karakternya lemah, dan sulit menjadi seorang pemimpin walaupun itu hanya pemimpin dalam sebuah kelompok kecil.

Bahaya lainnya dari anak yang terlalu sering dipaksa oleh orang tuanya, adalah anak juga akan memiliki sifat memaksa, hal ini akan diterapkan kepada lingkungnnya, baik itu teman-temannya, orang tuanya dan adiknya.

Sebagai contoh kesalahan orang tua, yaitu orang tua terlalu memforsir les pelajaran kepada anaknya, dimana anak DIPAKSA untuk les semua mata pelajaran, sehingg anak dalam setiap hari selalu ikut les.

Anak setiap hari harus berangkat les, walaupun sang anak terlihat sangat jenuh dan tidak kuat, tetapi orang tua terus memaksa. Hal ini bisa menyebabkan anak beresiko tinggi mengalami stres, karena anak dipaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak disukainya.

Lain halnya jika anak sendiri yang suka dan bersemangat untuk les setiap hari, dari pagi hingga malam terus bersemangat belajar. Maka hal ini, bukan orang tua yang memaksa.

Loading...

5. Orang Tua Menyuruh yang Tidak Dilakukannya
Hal yang sangat disayangkan, seringkali orang tua memberikan perintah yang �tidak bermakna� kepada anaknya, dimana perintahnya tidak diimbangi dengan keeladanan. Sebagai contoh yang lucu sekaligus ngeselin, seorang bapak melarang anaknya yang masih SMP merokok. Akan tetapi si bapak malah menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari.

Contoh lainnya, seorang ibu menyuruh anaknya belajar, tetapi dirinya sendiri malah menonton TV acara infotaiment atau sinetron.

Perlu diketahui orang tua, seorang anak tidak akan bisa seperti yang diinginkan orang tuanya, apabila orang tuanya sendiri tidak mempraktekan hal-hal baik di depan anaknya sendiri.

Bagi anak, sebuah praktek nyata akan jauh lebih berpengaruh daripada hanya berupa perintah dan ceramah. Sehingga jadilah orang tua yang lidahnya adalah hatinya, serta ucapannya adalah perbuatannya.

Dalam sejarah perjalanan umat manusia, orang tua berhasil dalam mendidik anak berkat didikan berbentuk praktek keteladan langsung pada anaknya.

6. Memberi Label Buruk pada Anak
Hal ini yang sering terjadi secara tidak sadar pada orang tua. Dimana tidak jarang orang tua mengucapkan kalimat-kalimat �berbahaya� yang merendahkan diri sang anak. Sebagai contoh mengatakan bahwa anak bodoh, goblok, gak ada gunanya dan berbagai kalimat menyakitkan lainnya.

Hal yang sangat jelek, yaitu orang tua memberikan cap pada anaknya dengan cap yang sangat buruk. Akibat anak sering dihina dan direndahkan maka anak akan menjadi sosok yang rendah diri dan tidak percaya diri.

Sebuah kesalahan besar orang tua, mengakibatkan anaknya tumbuh dengan �sejuta� pikiran negatif. Adapun yang diperlukan anak adalah kata-kata motivasi yang akan menyemangatinya.

7. Orang Tua Melarang Anak Menangis
Ketika anak mengalami suatu masalah hingga anak menangis, baik masalah yang besar maupun masalah sepele menurut versi orang tua. Banyak kesalahan dilakukan orang tua saat kondisi seperti ini.

Ketika anak menangis, dimana kondisi kejiwaan anak sedang tertekan, labil dan tidak tenang. Maka seringkali orang tua jusru memarahinya lalu meminta anak untuk berhenti menangis.

Ini sebuah kesalahan... Hindari mengatakan atau mecela anak cengeng dan semacamnya. Kemudian orang tua tidak perlu memaska anak untuk berhenti menangis. Hal itu karena ketika menangis, hakekatnya anak sedang menumpahkan perasaannya, sehingga nantinya hatinya lega. Lagi pula setelah capek, anak akan berhenti menangis.

Menangis adalah sesuatu yang wajar bagi manusia. Sehingga jangan sampai orang tua menanamkan pemahaman aneh pada anak bahwa menangis adalah sesuatu yang tabu. Padahal menangis itu --seperti dikatakan psikolog-- merupakan ekspresi dari emosi tertentu yang dimiliki oleh setiap manusia.

Yang perlu dilakukan orang tua adalah menayakan dengan tenang tentang penyebab sang anak menangis. Lalu berikan rasa  simpati padanya.


8. Membanding-bandingkan Anak Dengan Anak Lainnya
Membandingkan anak sendiri bahwa anak tetangga lebih baik dari dirinya, ataupun mengatakan �Lihat kakakmu nilainya bagus-bagus, Kamu jeblok semua nilanya? Dan kalimat semacanya.

Anak yang suka dibanding-bandingkan dengan anak lainnya yang lebih pintar atau bagus nilainya, maka dirinya akan merasa seperti tidak diterima oleh orang tuanya sendiri. Hal ini berbahaya, karena anak akan merasa tidak bahagia di tengah keluarganya sendiri.

Sehingga akhirnya anak mencoba mencari tempat �kebahagiaan� di luar rumah. Anak akan rentan dengan tempat-tempat buruk, seperti berada di tempat nogkrong gak jelas dan merusak, anak merokok, alkohol, narkoba, dll.

9. Orang Tua Menumbuhkan Rasa Takut & Minder Pada Anak
Tidak jarang orang tua yang memberikan gambaran menakutkannya tentang hantu, jin dan lainnya. Hal ini tidak baik, karena bia menyebabkan anak tumbuh menjadi sosok seorang yang penakut. Bahkan ada anak yang takut pada bayangannya sendiri. Hal ini akan sangat merugikan proses tumbuh kembang anak.

Yang sering terjadi, anak takut ke kamar mandi karena mendengar cerita hal-hal yang khurofat atau tidak benar. Contoh lainnya ketika anak terluka, maka jangan membuat panik yang membuat anak semakin ketakutan psikologisnya. Hendaknya orang tua tetap tenang dan menampakkan wajah yang kalem.

10. Mendidik Anak Menjadi Sosok yang Sombong dan Keras Hati
Kesalahan di poin ke-10 ini adalah kebalikan dari kesalahan orang tua yang mengakibatkan anak menjadi penakut. Kesalahannya yaitu orang tua �mendoktrin� anak bahwa orang yang berani maka harus bersikap sombong atau congkak.

Yang benar adalah sikap berani harus pada tempatnya, demikian juga rasa takut pada tempatnya yang tepat.

Misalnya takut berbohong, maka hal ini benar dilakukan karena bohong merupakan �kegelapan� dosa besar. Hal ini termasuk bohong yang hanya karena ingin bergurau / becanda saja, maka ini juga tidak boleh (sebagaimana yang tercantum pada hadist Nabi).

Adapun anak dididik menjadi berani pada hal-hal yang seseorang harus berani padanya, seperti anak tidak boleh takut untuk maju ke depan kelas, tidak takut mengungkapkan pendapatnya yang bagus, dan semacamnya.

11. Membiasakan Anak-Anak Hidup Manja dan Berfoya-Foya
Anak yang tumbuh dalam kemewahan maka dirinya hanya mengenal bersenang-senang saja. Hal ini tidaklah baik, karena dalam hidup ini setiap orang pasti akan melewati cobaan, yang untuk melewatinya butuh kesabaran dan kekuatan hati.

Termasuk sebuah kesalahan, orang tua selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, walaupun hal itu buruk bagi si anak.

Contoh sederhana, si anak minta dibelikan tas baru yang sedang trend, padahal si anak baru bulan lalu membeli tas baru. Sehingga, kebiasaan ini membuat anak nantinya memiliki sifat suka menghambur-hamburkan uang saat dewasanya. Hal ini menjadi bumerang bagi si anak, akibat ulah orang tuanya sendiri yang berlebihan dalam memanjakan anak.

Ingat! Memanjakan boleh bahkan �harus�, yang tidak boleh adalah berlebihan dalam memanjakan anak. Karena membuat anak menjadi sosok yang lemah.

12. Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Anak
Ini yang juga tidak jarang terjadi, anak dipukul hingga memar, memarahi anak secara membabi buta, menghina harga diri anak, dan semacamnya. Hal ini sangatlah buruk jika dilakukan orang tua. Bahkan, ketika sang anak tidak sengaja berbuat salah, maka tidak diberikan pemakluman / toleransi sama sekali. Terlalu keras dan kaku dalam mendidik anak, justru membuat anak sulit untuk menjadi sosok yang cerdas.

13. Orang Tua Tidak Mampu Untuk Mengasihi Dan Menyayangi Anak
Hal ini yang membuat anak akhirnya akan mencari kasih-sayang dan perhatian di luar rumah. Masalah ini sangat sering terjadi. Yang akhirnya menjadi faktor terbesar yang mengakibatkan anak terjerumus dalam jurang pergaulan bebas, minuman keras dan narkoba.

Oleh karena itu, seorang bapak selain harus hebat dalam mencari uang, juga harus hebat dalam memberikan kasih sayang pada anak-anaknya.

14. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran
Ini kebalikan dari orang tua yang boros. Seorang bapak yang pelit, selain menyengsarakan dirinya juga menyengsarakan keluarganya, karena kebijakan �pelitnya� juga diterapkan pada istri dan anak-anaknya. Hal ini mengakibatkan anak-anaknya akan tidak terpenuhi kebutuhan pentingnya. Hal inilah yang memicu anak-anak berpikir untuk mencuri uang.

15. Orang Tua Minim Pehahaman Tentang Ajaran Agama
Wajib bagi orang tua memberikan pendidikan agama secara benar pada anak-anaknya. Anak-anak harus diajarkan untuk bisa mengenal tuhan yang menciptakan dirinya, yaitu Allah yang Maha Besar. Sehingga anak menjadi sosok yang taat kepada Allah.

Bagaimana seorang bapak bisa mengajari ilmu agama pada anaknya, jika dirinya saja tidak bisa membaca Al-Quran dan tidak mengetahui pokok-pokok agama?

Sebuah kesalahan fatal orang tua yang hanya memperhatikan jasmani anaknya saja. Karena kebutuhan buhan hanya jasmani, tetapi juga hati perlu diberikan gizi berupa ajaran agama yang benar.

Sehingga orang tua yang tidak mengajarkan ajaran Agama Islam kepada anaknya dengan benar, hakekatnya orang tua belum memberikan APA-APA pada anaknya.