Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Melihat Kuburan Pesawat Udara Terbesar di Dasar Laut

Bangkai pesawat.
Sejak industri dimulai, laut menjadi pembuangan terakhir sisa-sisa produksi. Mulai dari air limbah yang mengalir ke laut, hingga barang-barang lainnya yang susah didaur ulang, masuk ke lautan yang sangat luas.

Kini laut sudah tidak bersih lagi, terlebih saat plastik kian marak digunakan. Selain sampah dan limbah, ternyata laut juga menjadi pembuangan dan kuburan bagi banyak kapal dan pesawat, baik yang disengaja 'dibuang', hingga yang mengalami kecelakaan.

Salah satunya ada di Samudera Pasifik, sekitar 1.600 kilometer dari negara terdekat, berjajar ratusan bangkai kapal dan pesawat di dasar laut. Yang ditenggelamkan pada saat Perang Dunia Kedua berlangsung.

Lebih dari 40 kapal Jepang dan 250 pesawat terbaring di tempat bernama Truk Lagoon, yang jaraknya sekitar 1.118 mil dari Micronesia. Dan kuburan bawah laut ini menjadi yang terbesar di seluruh dunia.

Bangkai-bangkai pesawat dan kapal ini hasil dari serangan sekutu yang berlangsung dua hari, dari serangan yang dinamakan Operation Hailstone, sekitar 17-17 Februari 1944.

Kini, di tempat ini menjadi rumah bagi terumbu karang, yang berkembang dengan baik. Dan menjadi tujuan bagi penyelam dari seluruh dunia.



Taman Nasional Gorbea yang Penuh dengan Hal-hal Mistik

Taman Nasional Gorbea
Taman Nasional Gorbea.
Taman Nasional sangat diperlukan oleh banyak negara, tujuannya untuk melestarikan flora dan fauna endemik, yang mendiami suatu negara. Taman nasional juga bisa menjadi ikon bagi negara tersebut, sebagai salah satu tujuan wisata.

Biasanya Taman Nasional akan dilindungi oleh pemerintahannya, seperti yang akan kita lihat di Spayol, yaitu Taman Nasional Gorbea, yang terletak di antara provinsi Alava dan Vizcaya. Dan keberadaan taman ini sangat dilindungi.

Taman Nasional Gorbea ini terletak di dataran tinggi, sekitar 1.482 meter di atas permukaan laut. Dan Taman Nasional ini berlokasi dekat dengan kota, sehingga banyak orang yang menggunakannya sebagai tempat hiking, panjat tebing, dan pecinta alam lainnya.

Salah seorang fotografer asal Spanyol, berhasil mengabadikan taman nasional ini dengan situasi yang sangat berbeda, di mana tampak sekali kemistikan yang diberikan oleh taman nasional Gorbea dengan hutannya yang sangat lebat.

Berikut foto-fotonya: 



Taman Nasional Gorbea di Spanyol.
Taman Nasional Gorbea di Spanyol.
Taman Nasional Gorbea di Spanyol.

via Twistedsifter

Pulau Misterius, Muncul Hanya Tiga Bulan dalam Setahun

Pulau Kura-kura. Foto
Tempat wisata unik dan menarik selalu ada di berbagai penjuru dunia, dan biasanya banyak wisatawan yang ingin berkunjung. Apalagi jika tempat wisata tersebut hanya ada di waktu-waktu tertentu, yang bisa dinikmatinya.

Tentunya bisa pergi ke tempat tersebut, bisa menjadi hal yang diidam-idamkan para traveller. Namun adakalanya ada harga yang pantas, yang harus 'dibayar' oleh wisatawan, jika ingin mengunjungi tempat-tempat unik tersebut.

Salah satunya adalah sebuah pulau kecil, yang muncul dari sungai Muodaoxi di barat daya China. Pulau kecil ini akan muncul setiap musim semi, dan telah menjadi tujuan wisata baru yang paling diburu, karena kemiripannya dengan kura-kura.

Pulau kecil ini dijuluki 'kura-kura muncul di musim semi' oleh penduduk setempat. Kura-kura sendiri bagi masyarakat di sana merupakan tanda keberuntungan, yang mewakili umur panjang.

Penampakan pulau ini tergantung pada jumlah air yang menuju hilir. Dan bentuk kura-kura hanya muncul ketika permukaan air, hanya antara 163 dan 168 meter dari dasar sungai.

Sungai Muodaoxi sendiri terletak di dalam daerah yang disebut Three Gorges Reservoir, dan tingkat airnya dikendalikan oleh bendungan Three Gorges.

Musim semi dianggap sebagai waktu terbaik, untuk menikmati pemandangan di Three Gorges Reservoir yang memasok air ke daerah hilir, di mana tingkat air akan menurun.

Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke sana.

"Tempat ini sangat populer untuk didatangi di musim semi, kami hanya mengatakan penyu akan datang," kata penduduk lokal Meng Liu.

Ketika sungai di kedalaman normal di 175 meter, pulau hanya menunjukkan gundukan kecil di atas air. Dan ketika air turun ke kedalaman sekitar 145 meter, ada jembatan batu yang terhubung ke daratan.

Pulau ini berada di tengah-tengah sungai Muodaoxi yang mengalir melalui desa Longshi di Yunyang County di kota Chongqing.

Pilar Ajaib Penopang Candi Ini Ternyata Melayang, Bagaimana Bisa?

Pilar candi yang melayang. Foto
Keindahan abad ke-16 bisa dilihat salah satunya dari peninggalan berbagai bangunan yang masih kokoh saat ini, yaitu candi. banyak sekali candi-candi di seluruh dunia, terutama di Asia Tenggara yang merupakan warisan kejayaan para leluhur dalam teknologi bangunan.

Candi dibangun bukan hanya mengandalkan tenaga tetapi juga ilmu pengetahuan, maka tidak heran jika setiap candi memiliki keunikan sendiri. Salah satunya adalah candi Veerabhadra yang dikenal sebagai Candi Lepakshi, terletak di desa kecil bersejarah Lepakshi di Kabupaten Anantapur dari Andhra Pradesh, India.

Letaknya sekitar 15 kilometer sebelah timur dari Hindupur, dan sekitar 120 kilometer di sebelah utara dari Bangalore. Dibangun dengan gaya khas arsitektur Wijayanagara, candi ini memiliki banyak patung yang indah dari Dewa, Dewi, penari dan musisi, serta ratusan lukisan seluruh dinding, kolom dan langit-langit yang menggambarkan cerita dari epos Mahabharata, Ramayana, dan Purana.

Di depan candi adalah Nandi besar, gunung Siwa, yang diukir dari satu blok batu, dan dikatakan sebagai salah satu yang terbesar dari jenisnya di dunia.

Candi Veerabhadra terkenal juga karena tekniknya yang membuat kita terheran-heran. Di antara 70 pilar batu, ada satu yang menggantung seperti melayang. Dasar pilar yang hampir menyentuh tanah, masih memungkinkan untuk dilewati objek seperti selembar kertas atau sepotong kain dari satu sisi ke sisi lain.

Pilar yang melayang ini juga sempat membuat frustasi insinyur asal Inggris, yang mencoba mengungkapkan rahasianya dan bagaimana pilar ini bisa berdiri tegak dan tidak terpengaruh.

Candi Veerabhadra dibangun oleh saudara Viranna dan Virupanna, bawah Kekaisaran Vijayanagar selama pemerintahan Raja Achutaraya.

Desa Lepakshi memegang tempat yang signifikan dalam wiracarita Ramayana India. Legenda mengatakan bahwa burung Jatayu, terluka oleh raja Lanka, Rahwana, jatuh di sini setelah pertempuran sia-sia terhadap raja yang membawa pergi Sita, istri Rama, raja Ayodhya. Ketika Rama mencapai tempat itu, ia melihat burung itu dan berkata dengan penuh kasih kepadanya, "Le Pakshi" yang berarti "Bangkitlah, burung" di Telegu.

Berburu Sarang Lebah Alami Paling Besar di Dunia

Proses pengirisan sarang lebah.
Madu merupakan makanan yang kaya akan zat gizi. Madu juga dipercaya mampu menyembuhkan beragam penyakit, sehingga banyak digunakan dalam pengobatan. Namun bukan hal yang mudah untuk mendapatkan madu, karena madu berasal dari sarang lebah.

Beragam lebah mampu menghasilkan madu, dan salah satu sarang lebah alami terbesar di dunia, terdapat di kaki bukit Himalaya, Nepal. Di mana masyarakat di sana, mempertaruhkan nyawanya, untuk memanen madu yang masih alami ini.


Bukan hal yang mudah untuk memanen madu di sini, sebab lebah-lebah bersarang di lembah, di mana pemburu madu harus bergelantungan puluhan hingga ratusan meter. Selain itu, mereka harus menahan sakitnya sengatan lebah.


Menikmati madu hasil buruan.
Penduduk di distrik Kaski tengah, Nepal, telah melakukan hal ini secara turun temurun. Meraka bergelantungan dengan sebuah keranjang, yang akan mengumpulkan sarang lebah yang dipanen, yang kemudian akan dipisahkan dari madu di dalamnya.
 
Untuk memotong sarang yang bergelantungan, mereka menggunakan pisau yang diperpanjang dengan tongkat. Perlahan mereka mengiris sarang tersebut, yang kemudian ditadah dengan keranjang di bawahnya.

Menikmati madu.
Lembah ini juga menjadi ajang trekking wisatawan, karena keunikan masyarakatnya. Terutama pada musim semi, pemburu madu lebih banyak menghabiskan waktunya mencari sarang lebah. Karena pada musim semi, sarang lebah lebih banyak berkembang, sehingga lebih banyak madu di dalamnya.

Madu yang dihasilkan kebanyakan akan diekspor ke Jepang, China, dan Korea Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional.


Baca Juga: Madu Palsu Sangat Berbahaya, Ini Cara Mengetahuinya
 

Saat Macan Tutul Menyerang Buaya, Ini yang Terjadi

Buaya vs macan tutul.
Macan tutul merupakan pemangsa yang cukup sukses, dibandingkan pemangsa dari jenis kucing lainnya. Walaupun mencari mangsa sendirian, macan tutul kerap sukses mendapatkan buruannya.

Demikian juga buaya, yang terbilang pemangsa yang cukup baik. Biasanya buaya akan berdiam diri di air, menunggu mangsanya datang. Sehingga sangat kecil sekali kemungkinan mangsanya akan lepas, karena buaya mempunyai rahang yang kuat.

Seperti apa jikakedua pemangsa ini bertemu? Seperti yang terjadi di Brasil, di mana kedua pemangsa ini bertemu. Keduanya saling beradu siapa yang paling kuat, dan menjadi rantai makanan paling atas.



Kejadian ini berhasil diabadikan oleh seorang fotografer Justin Black, di mana macan tutul secara diam-diam mengintip buaya yang sedang berjemur. Macan tutul kemudian mengendap-ngendap dan menyebrangi sungai, di mana buaya yang ada di seberangnya.

Dan setelah dekat, pertarungan keduanya tidak bisa dihindari. Saling serang terjadi, namun kali ini pertarungan dimenangkan oleh macan tutul. Kejadian yang berlangsung di sungai Cuiaba ini cukup sengit.


Baca Juga: Pertarungan Mengerikan Dua Buaya Raksasa Sungai Nil

Berikut videonya:

Tempat Paling Berbahaya di Mana Udara Dipenuhi Racun Mematikan

Dallol, tempat paling berbahaya di bumi yang ada di Ethiopia.
Apakah Anda tahu di mana tempat paling berbahaya di Bumi? Apakah ada di laut, udara atau di darat? Sebagian dari kita mungkin memiliki  persepsi masing-masing, mengenai tempat yang paling berbahaya di Bumi.

Tetapi untuk versi ilmuwan, tempat paling berbahaya di Bumi ini ada di Ethiopia. Tepatnya adalah di Dallol. Di mana di sini terdapat retakan Bumi, yang membentuk lanskap dan menjadi tempat paling panas di musim dingin sekalipun.

Sejauh mata memandang, kita akan melihat hamparan yang berwarna kuning. Bahkan untuk menginjakkan kaki di sana, kita harus menggunakan alat keselamatan salah satunya masker. Hal ini karena udara di sini beracun. Lantas apakah ada yang hidup di sana?

Suhu rata-rata tahunan di sini cukup tinggi, yaitu adalah 38 derajat Celcius. Pada bulan Juni, suhu bisa lebih tinggi lagi yaitu 46 derajat Celcius. Panas dan kering di Dallol adalah hal biasa, dan bisa membuat pengunjung merasa seperti berada di planet lain.

Retakan tersebut terbentuk karena gunung berapi, yang terbuka. Di mana Bumi melepaskan senyawa kimia seperti fero klorida dan hidroksida besi di dalam air. Sehingga endapannya memiliki warna putih kehijauan atau bahkan kuning.

Setelah beberapa waktu, mata air yang tidak aktif teroksidasi dan menjadi coklat seperti karat logam. Proses ini berulang selama bertahun-tahun, membasahi area yang tak bernyawa.

Iklim tak kenal lelah di Dallol juga menjadikannya salah satu daerah paling terpencil di Bumi. Tidak ada jalan, dan unta adalah satu- satunya bentuk transportasi yang tersedia.

Terlepas dari bahaya, nilai garam yang diproduksi di kawasan itu telah menarik sejumlah perusahaan ekstraktif di abad ke-20. Pada awal 1900-an, sebuah kota pertambangan bermunculan di sekitar kawah. Mulai dari penambang asal Italia dan Amerika sampai tahun 1960-an terus bermunculan.

Tapi kini, kota-kota di sekitar kawasan ini semua ditinggalkan. Msekipun pedagang garam masih melakukan perjalanan ke Dallol, untuk mengumpulkan mineral dan ke kota terdekat, yaitu Berhale atau Mekele.

Ladang garam ini memasok hampir 100 persen garam Ethiopia. Garam inilah yang menambah unsur bahaya lain ke wilayah itu. Garam Dallol bernilai uang yang banyak, yang berpotensi menjadi konflik.

Orang-orang Afar nomaden bersenjata melindunginya, sebagai milik mereka, dan mempertahankan cadangan garam yang disebut �emas putih�.

Pertikaian perbatasan kerap berlangsung antara Ethiopia dan Eritrea, dan sering tumpah ke wilayah Afar. Bahkan, dari 2007 hingga 2012 pejuang pemberontak menculik dan membunuh turis dan penduduk lokal dalam berbagai serangan.

Namun demikian, kunjungan wisata terus berlanjut. Pengunjung disarankan untuk bepergian dengan penjaga bersenjata dan membawa banyak air.

Baca Juga: Tiba-tiba Muncul Benda Besar dari Balik Salju

Dallol tidak seperti tempat lain di planet ini dan hanya untuk mereka yang pemberani, kesempatan sekali seumur hidup.

Beda Turis Asia dan Barat yang Sangat Mencolok

Turis Barat vs Asia.
Pernahkan Anda membayangkan sebuah liburan menyenangkan? Pasti sebagian besar pekerja sering melakukannnya. Tetapi apa sebenarnya arti dari liburan itu? Untuk melepaskan penat, untuk menyegarkan tubuh, atau mencari petualangan baru?


Mungkin semuanya bisa menjadi tujuan banyak wisatawan. Pergi berlibur dan mencari pengalaman baru ke sebuah tempat baru, adalah tujuannya. Itu berarti kita harus melepaskan kegiatan sehari-hari, seperi memegang gadget atau alat komunikasi.

Namun pernahkah Anda melihat perbedaan mencolok, antara wisatawan asing dan Asia saat pergi ke suatu tempat? Mungkin hanya sebagian kecil yang melakukannya. Terutama saat mereka menunggu di bandara atau tempat publik lainnya.



Turis Barat vs Asia.
Wisatawan atau turis barat, biasanya akan melepaskan beban dari gadget, seperti smartphone, tablet, dan perangkat teknologi lainnya. Mereka lebih cenderung melakukan kegiatan lainnya, seperti membaca buku, dan menghindari penggunaan teknologi.

Sebaliknya, wisatawan atau turis Asia sangat bertolak belakang, mereka lebik asik berkutik dengan gadgetnya, dan cenderung tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya. Turis Asia tidak berbeda dengan kehidupan sehari-harinya saat berwisata, yang tidak ingin lepas dari gadget.



Turis Barat vs Asia.
Lalu bagaimana dengan Anda? Mana yang lebih asyik menurut Anda saat liburan? Melepaskan semua perangkat dan menyegarkan kembali pikiran Anda yang lelah? Atau disibukkan dengan melihat status orang lain di jejaring sosial dan membalas setiap pesan teks yang ada? Semuanya kembali kepada Anda memaknai liburan.

Baca Juga: Misteri Pemilik Mobil Ferrari Rp4,2 Miliar yang Ditinggalkan

via Viral Pickles

Asal Usul Mengerikan Hutan Terapung

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.
Berbicara tentang hutan pasti pikiran kita tertuju ke daerah pegunungan, yang banyak sekali dengan pepohonan. Dan biasanya kita akan melihat banyak sekali pohon-pohon besar menjulang ke angkasa.

Bahkan banyak dari pohon-pohon tersebut memiliki usia hingga ratusan tahun lamanya. Tetapi pernahkah Anda melihat hutan terapung? Mungkin akan tampak aneh mendengar namanya saja.

Tetapi ternyata memang ada hutan terapung di dunia ini, tepatnya di pelabuhan Homebush, Sydney. Dan asal-usul terapung ini cukup mengerikan, yang berasa dari tahun 1970-an. Seperti apa ceritanya?

Baca Juga: Jika Melihat Gundukan Rumput Ini Segera Kabur

Pelabuhan Homebush di Sydney, Australia, adalah rumah bagi sisa-sisa kapal tua yang dioperasikan selama abad ke-20 pertengahan. Kapal-kapal besar ditarik ke pelabuhan ini, untuk dimanfaatkan komponennya dan dijual kembali.

Salah satu kapal tersebut adalah SS Ayrfield. Raksasa sebesar 1.140 ton tersebut, dibangun pada tahun 1911, dan digunakan selama Perang Dunia II sebagai kapal transportasi.


Pada tahun 1972, kapal itu dibawa ke pelabuhan Homebush yang kemudian dibongkar, tapi nasib memutuskan berbeda. Operasi bongkar kapal ini kemudian berhenti, karena terdapat bahan kimia yang berbahaya mencemari pelabuhan Homebush pada saat itu, dan bagian dari beberapa kapal tertinggal.

Bagian badan kapal tersebut tetap mengapung, dan seiring dengan perkembangan waktu, badan kapal tersebut ditumbuhi pohon-pohon yang terus membesar selama beberapa dekade.

Dari 2008-2010 upaya untuk menghilangkan bahan kimia di Homebush erus dilakukan, yang tersisa dari era industri. Kini kapal pengangkut SS Ayrfield, bak hutan yang mengapung di tengah pelabuhan. Dan banyak yang mengabadikan keadaan ini, berikut foto-foto yang kami kutip dari This is Solossal:

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.
Baca Juga: Selalu Tidur dengan Ular, Wanita Ini Dibuat Terkejut