Showing posts with label Bayi. Show all posts
Showing posts with label Bayi. Show all posts

Cara Pijat Oksitosin Untuk Melancarkan ASI (7 Cara Lainnya Memperlancar ASI)

Memberikan ASI adalah hal yang sangat penting bagi bayi, terutama pada bayi di bawah 6 bulan. Hormon di dalam tubuh yang berfungsi dalam produksi ASI yaitu hormon oksitosin.

Ketika lancarnya produksi hormon oksitosin, berfungsi agar sel-sel alveoli di kelenjar payudara bisa berkontraksi dengan baik. Dengan terjadinya kontraksi tersebutlah yang akhirnya bisa membuat air susu keluar.

Keluarnya air susu sebenarnya dipengaruhi sekali dari kondisi kejiwaan (psikologis) sang ibu. Ketika seorang ibu mengalami stress, khawatir, terlalu banyak pikiran, takut, cemas dan semacamnya, hal tersebut bisa berdampak pada sulitnya keluar air susu.

Adapun ketika sang Ibu merasa senang karena mendengarkan suara bayi, senang karena memikirkan bayi, melihat dan mencium bayi. Maka hal-hal seperti ini bisa membantu agar air susu ibu (ASI) keluar dengan lancar.

Hal ini berdasarkan dari sebuah penelitian, yang menyimpulkan bahwa rasa stres, depresi, cemas, bingung, dan semacamnya, bisa mengakibatkan penurunan kadar hormon oksitosin di dalam tubuh. Yang akhirnya membuat kelaurnya ASI mejadi tidak optimal.

Dengan begitu, kelaurnya ASI dipengaruhi sekali oleh keadaan psikologis dari sang ibu. Ibu yang menyusui dengan kondisi rileks dan nyaman, maka ASI bisa keluar lebih lancar.

dr. H.M. Daris Raharjo, Akp menjelaskan bahwa ada titik-titik pada tubuh yang bisa memperlancar ASI, seperti tiga titik di payudara (titik di atas putting, titik di bawah putting, dan titik tepat pada putting).

Selain itu, titik tubuh yang bisa memperlancar ASI yaitu titik di punggung tubuh yang letaknya segaris dengan payudara.

dr. H.M. Daris Raharjo adalah seorang dokter spesialis akupuntur di Rumah Sakit Umum Islam Yarsis, Surakarta.

Pijat Oksitosin
Pijat Oksitosin | Sumber gambar: Bebesymas.com

Pijat oksitosin untuk ibu menyusui bermanfaat untuk merangsang hormon oksitosin, sehingga nantinya bisa memperlancar keluarnya ASI.  Pijat oksitosin juga membuat ibu menjadi lebih nyaman dalam menyusui bayi.


Pijat Oksitosin Dipicu Oleh Sentuhan
Pijat merupakan sebuah terapi yang sudah populer di indonesia. Sekarang, juga telah ada teknik pijat oksitosin. Pijat oksitosin yaitu melakukan pijatan khusus pada punggung ibu menyusui, guna merangsang pengeluaran hormon oksitosin di dalam tubuh.

Para suami bisa memperlajari teknik pijatan ini agar nantinya bisa dipratekan pada istri. Sehingga hubungan suami-istri bisa semakin mesra dan harmonis.

Hormon oksitosin bisa bereaksi ketika mendapatkan sentuhan. Adapun hormon oksitosin sebenarnya diproduksi oleh salah satu bagian otak (yaitu hipotalamus), yang setelah itu dikeluarkan oleh kelenjar yang terletak di bagian belakang otak.

Penelitian Ilmiah Tentang Pijat Oksitosin
Manfaat pijat secara umum yaitu untuk melancarkan aliran darah, membuat timbulnya perasaan rileks, menurunkan rasa nyeri, dan menurunkan ketegangan pada otot dan saraf.

Penelitian oleh para ilmuwan menemukan bahwa memijat mampu mengurangi ketegangan syaraf, menurunkan kadar hormon pemicu stres, membantu mencegah depresi dan menurunkan resiko penyakit kardiovaskular. Manfaat ini diperoleh yang terutama untuk ibu menyusui setelah masa persalinan.

Pada penelitian lainnya, yang bertujuan untuk mengukur besarnya manfaat pijat terhadap tingkat hormon oksitosin dan beberapa jenis hormon lainnya di dalam tubuh.

Penelitian dengan melibatkan seratus orang partisipan. Pada penelitian, dilakukan proses pengambilan darah sebanyak dua kali.

Pengambilan darah dilakukan sebelum dan sesudah partisipan mendapatkan pemijatan yang dilakukan selama 15 menit.

Dan hasil pengecekan, menemukan bahwa pada partisipan yang dipijat mengalami peningkatan kadar oksitosin di dalam tubuhnya.

loading...

Apakah Pijat Oksitosin Aman?
Pijat Oksitosin relatif cukup aman. Dimana yang perlu diperhatikan adalah kondisi-kondisi tertentu. Ada beberapa kondisi dimana pijat oksitosin tidak boleh diterapkan pada sang Ibu menyusui, yaitu saat mengalami pembekuan darah pada pembuluh darah, mengalami kelainan perdarahan dan memiliki luka terbuka.

Hal lainnya yang membuat pijat oksitosin hendaknya jangan dilakukan adalah ketika Ibu menyusui sedang dalam masa mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Besarnya tekanan pemijatan juga perlu diperhatikan dengan baik, karena jika pemijatan terlalu keras, bisa menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada tubuh sang Ibu menyusui. Ketika pijat oksitosin menimbulkan efek samping berupa rasa nyeri, maka segera hentikan pemijatan.

Sangat disarankan pijatan oksiosin ini dilakukan oleh suami kepada Istri, yang manfaatnya sangat ampuh untuk meningkatkan hormon oksitosin.

Jeane-Roos Tikoalu menjelaskan bahwa pijat oksitosin hendaknya dilakukan oleh suami pada punggung ibu menyusui untuk meningkatkan pengeluaran hormon oksitosin. Dengan pijatan ini juga, membuat ibu menyusui menjadi lebih rileks, nyaman dan merasa disayangi.

Jeane-Roos Tikoalu adalah seorang dokter spesialis anak di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta.

Jeane memperingatkan bahwa pijatan oksitosin cuma dilakukan setelah masa melahirkan. Jika pijat oksitosin ini dilakukan ketika masih dalam masa kehamilan maka tekanan-tekanan dari pijat tersebut akan mengakibatkan masalah kontraksi yang berdampak buruk.

Cara Pijat Oksitosin
Untuk bisa melakukan pijat oksitosin yang benar dan tepat maka disarankan untuk konsultasi kepada dokter kandungan ataupun orang yang paham tentang pijat oksitosin. Adapun dibawah ini penjelasan tentang cara pijat oksitosin secara umum, berikut langkah-langkahnya:

1. Pertama-tama Ibu duduk, bersandar ke depan, melipat lengan di atas meja yang ada dihadapannya, juga meletakkan kepala di tangan.

2. Setelah itu Ayah melakukan pemijatan di sepanjang kedua sisi tulang belakang Ibu. Pijat dengan memakai ibu jari (bisa juga memijat dengan menggunakan kepalan tangan, tinggal pilih maka yang lebih enak dan cocok).

3. Lalu pada bagian tulang belakang leher, carilah bagian tulang yang paling menonjol.

4. Maka dari titik tulang yang paling menonjol tersebut, maka turun sedikit ke bawahnya (yaitu jaraknya sekitar lebih 1-2 jari). Lalu geser kembali ke kanan dan kiri (masing-masing berjarak sekitar 1-2 jari).

5. Lalu Anda bisa memulai melakukan pemijatan dengan gerakan yang memutar, lakukan secara perlahan-lahan ke arah bawah hingga mencapai batas garis bra.

6. Tapi apabila ingin terus dipijat hingga pinggang, maka silahkan saja (bebas).

7. Lalu tekan agak kuat (jangan terlalu kuat / kencang menekan) yang membentuk gerakan melingkar kecil menggunakan kedua ibu jari. Lakukan pemijatan mulai dari leher, lalu turun ke bawah hingga ke arah tulang belikat. Umumnya pemijatan hanya dilakukan selama 3 menit saja.

Cara Lainnya Agar ASI Keluar dengan Lancar

1. Akupuntur
Dengan memberikan ASI eksklusif, berarti seorang ibu sudah memberikan yang terbaik untuk masa depan sang buah hati. Dr. H.M Daris Raharjo, Akp menjelaskan halangan utama ibu menyusui yaitu ASI yang tidak lancar, yang hal ini sangat dipengaruhi hormon prolaktin.

Selain pemijatan, ada hal lainya yang juga bisa dilakukan untuk melancarkan ASI pada ibu menyusui. Ibu menyusui bisa mengonsumsi daun katuk yang bermanfaat untuk mambantu mengeluarkan ASI dengan lancar.

Cara lainnya adalah akupuntur. Dimana Daris Rajarjo menjelaskan bahwa apabila berbagai upaya sudah dikerjakan, akan tetapi ASI tidak bisa keluar dengan banyak, maka Ibu menyusui dapat mencoba akupuntur.

Akupuntur dapat  merangsang diproduksinya hormon prolaktin dari otak, yang manfaatnya akan membuat ASI keluar dengan lancar.

Akupuntur bisa dilakukan dengan jarum, dan jika tidak mau maka bisa dengan pemijatan pada titik-titik tertentu.

Untuk titik-titik pijatan yang utama ada di bagian payudara sendiri. Tiga titik yang bisa dipijat yaitu satu titik di atas puting, satu titik tepat di puting, dan satu titik di bawah puting.

Adapun untuk melakukan akupuntur, maka harus dilakukan oleh ahlinya, tidak boleh oleh sembarangan orang.


2. Konsumsi Makanan Bergizi
Kurangnya asupan gizi bisa menyebabkan penurunan produksi dan kualitas ASI. Sehingga penting bagi Ibu menyusui agar mengonsumsi asupan yang bergizi.

Untuk memperoleh gizi tinggi maka kosumsilah ikan salmon. Di dalamnya terkandung DHA yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas ASI. Kandungan DHA juga bermanfaat untuk menurunkan resiko stres. Selain itu, hal-hal penting lainnya yang perlu Anda ketahui:
  1. Anda harus mencukupi kebutuhan minum air putih setiap hari.
  2. Konsumsi daging rendah lemak.
  3. Konsumsi kacang-kacangan seperti kacang hitam dan kacang merah.
  4. Utamakan konsumsi nasi merah daripada nasi putih.
  5. Konsumsi Telur yang kaya akan vitamin D.
  6. Kosumsi sayuran berwarna hijau, seperti bayam, kangkung, brokoli, dll

3. Jangan Stres
Masalah stress dan banyak pikiran bisa menyebabkan ASI tidak keluar. Sehingga penting agar menghindari stres dan pikiran berat. Hindari memikirkan yang tidak-tidak, dan buatlah tubuh dan jiwa rileks, hal ini sangat penting.

4. Posisi Tidur yang Baik
Jangan tidur telungkup karnea dapat memberikan tekanan berat pada payudara, yang akibatnya adalah menurunkan produksi ASI.

Selain itu, hindari mengonsumsi secara berlebihan asupan kafein yang berasal dari kopi, teh dan lainnya. Dan jangan mengonsumsi minuman bersoda dan minuman beralkohol.

5. Jangan Memberikan Dot / Empeng pada Bayi yang Masih Menyusu ASI
Bagi bayi, menghisap dot dan empeng lebih mudah daripada puting yang lebih susah. Sehingga jika bayi sudah kebiasaan ngempeng dot, maka dirinya kemungkinan akan menolak puting.

Dikhawatirkan bayi ogah untuk menyusu secara langsung dari payudara karena merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara jika menyusu dari botol maka bisa mendapatkan air susu dengna mudah, dimana bayi cuma menekan sedikit saja bagian dot maka susu bisa keluar dengan mudah.

6. Hindari Pil KB
Ibu menyusui jangan menggunakan pil KB karena berdampak pada terganggunya kelancaran untuk mengeluarkan ASI.

7. Berikan Kasih Sayang yang Besar Pada Bayi
Sering-seringlah dalam berkontak kulit dengan bayi. Seperti membelai sang bayi ataupun mengajaknya berkomunikasi. Melakukan hal ini bermanfaat untuk memicu hormon oksitosin (yang banyak disebut sebagai hormon kasih sayang).

Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?

Zat besi merupakan kandungan yang sangat diperlukan oleh tubuh, lebih-lebih bagi oleh anak-anak, termasuk juga bayi. Zat ini memberikan manfaat dan fungsi yang besar bagi tubuh, sehingga bisa menjadi masalah serius jika tubuh kekurangan zat besi.

dr Yoga Devaera, SpA(K), seorang dokter spesialis anak yang bekerja di RSIA Brawijaya Kebayoran Baru, menjelaskan bahwa nutrisi mineral zat besi memiliki peran besar sebagai dasar yang penting agar anak atau bayi memperoleh MPASI (makanan pendamping ASI) yang berkualitas dan sehat.

Yoga Devaera menjelaskan (seperti dikutip dari detikHealth) bahwa jenis zat besi yang bersumber dari hewan (sumber hewani) biasanya lebih gampang untuk diserap oleh tubuh, hal ini terutama bagi anak-anak.

Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?
Makanan Sehat | Sumber gambar: Pexels.com

Dokter juga mengingatkan agar Orang tua tetap harus memperhatikan asupan viamin C pada anak.

Selain manfaat vitamin C untuk menjaga susana hati (mood), menjaga kesehatan kulit, mata, mencegah sariawan, pilek, hingga mencegah kanker. Juga fungsi dari nutrisi vitamin C yang dikonsumsi adalah untuk memaksimalkan proses penyerapan zat besi dari nabati.


Ciri-ciri anak kekurangan zat besi
Adapun ciri-cirinya anak yang kurang mendapatkan asupan zat besi yaitu terlihat pada wajahnya yang sering pucat, bahkan kondisi pucat pada wajah anak dapat terjadi dalam waktu yang panjang. Jika hal ini terjadi pada anak maka berkemungkinan anak mengalami masalah kekurangan nutrisi zat besi.

Apalagi jika akan juga mengalami mudah lelah, terlihat tubuhnya lemas, rentan terkena infeksi, mudah terserang penyakit, hingga mengalami masalah mental seperti mendadak tidak mau diam, atau sulit untuk tenang (gelisah), maka sangat harus diwaspadai bahwa anak mengalami kekurangan zat brsi.

Apabila anak benar-benar terlihat pucat, maka ini hal yang cukup serius, dokter dr Yoga Devaera menganjurkan agar Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter, karena dikhawatirkan anak yang masih kecil tertimpa hal-hal buruk.

Oleh dokter, biasanya akan dilakukan pengecek terhadap kondisi anak yang lemas. Orang tua bisa memberikan makanan yang kaya akan zat besi pada anak, diantaranya daging sapi dan hati.

Kandungan zat besi sangat diperlukan tubuh anak, terutama untuk pertumbuhan perkembangan sistem sarafnya.

Akibat dari anak yang tidak memperoleh asupan zat besi sebagaimana mestinya, mengakibatkan masalah serius pada kemampuan dan fungsi kognitif anak. Selain itu memberikan gangguan pada kekmampuan tingkah laku anak. Zat besi juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi.

Penyebab terjadinya kekurangan zat besi pada anak berumur 1-2 tahun yaitu karena beberapa faktor, yaitu:
  1. Anak tidak memperoleh makanan pemdamping yang mencukupi kebutuhannya.
  2. Anak terlalu banyak mengonsumsi minum susu juga bisa menyebabkan tubuhnya kekurangan zat besi.
  3. Anak mengalami kegemukan

Khsus pada bayi atau balita sangat rentan mengalami kekurangan zat besi. Bentuk gejala dari kekurangan zat besi ini sering tidak terasa oleh seorang ibu. Alhasil, anak tidak mendapatkan penanganan yang baik dan semestinya.

Sehingga perlu diingat lagi, bahwa tanda-tanda dari anak yang mengalami kekurangan zat besi yaitu dirinya lebih seirng tidur-tidur, terlihat lemas, cepat capek, dan mudah mengantuk (padahal waktu tidur sudah cukup).

Gejala-gejala seperti lemas, mengatuk dan lainnya (seperti disebutkan diatas) terjadi akibat fungsi zat besi untuk membantu mengirim oksigen ke seluruh tubuh (yang termasuk ke otak), mengalami hambatan.

Tidak sedikit orang tua yang khawatir untuk memberikan makanan hewani pada bayi setelah 6 bulan. Penyebabkan takut anak terkena alergi, atau tekstur daging yang dinilai masih terlalu keras. Padahal perlu diketahui bahwa kekurangan asupan protein hewani mengakibatkan anak kekurangan zat besi.

Disamping itu, pada beberapa sayuran terdapat kandungan zat besi yang penting, walaupun kadar kandugan zat besinya masih dibawah daging.

loading...

Sebenarnya, makanan hewani sudah bisa dicobakan pada bayi diatas usia 6 bulan. Caranya dengan memastikan memasak daging hingga benar-benar matang, kemudian daging dihaluskan agar mudah dimakan dan dicernanya.

Orang tua perlu menghindari memberikan asupan daging dari makanan olahan, contohnya ada banyak, diantaranya bakso dan sosis.

Mengapa tidak boleh? Hal itu karena jenis makanan olahan seperti itu biasanya telah dimasukan berbagai bahan tambahan zat kimia, seperti penyedap rasa, bahan pengawet dan lainnya.

Hal lainnya yang juga perlu diketahui
Memberikan bayi susu formula yang tidak memiliki asupan zat besi di dalamnya, juga bisa memicu anak mengalami kekurangan zat besi, sehingga yang terbaik bagi anak adalah ASI (air susu ibu) ketimbang penggunaa produk susu formula.

Jikapun ingin menggunakan susu formula, maka gunakan produk susu formula yang di dalamnya memiliki asupan zat besi. Hanya yang penting diketahui oleh bunda, bahwa memberkan ASI sampai anak berusi 1 tahun adalah hal yang sangat disarankan oleh para ahli kesehatan.

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi bagi anak, maka Anda bisa memberikan asupan berupa daging ayam, kuning telur, kacang-kacangan, ikan dan sayuran berdaun hijau gelap.

Selain itu, perhatikan asupan vitamin C paad anak. Nutrisi vitamin C bisa diperoleh dari melon, tomat, jeruk manis. Manfaat vitamiin C untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh agar maksimal.

42 Cara Ampuh Mengatasi Anak & Bayi Susah Makan

Masalah anak susah makan banyak dikeluhkan para orang tua, terutama ibu.

Banyak para ibu yang bingung menghadapi buah hatinya, yang khawatiran soal kecukupan gizi buah hatinya. Belum lagi jika anak susah makan atau pilih-pilih makanan.

Ada beberapa penyebab yang mambuat si kecil susah makan. Biasanya mulai terjadi saat usianya memasuki tahun pertama.

Cara Ampuh Mengatasi Anak & Bayi Susah Makan

Masalah biasanya berupa menolak makanan, tidak suka sayur, hanya mau makan yang itu-itu saja hingga mengemut makanannya berlama-lama.

Kondisi ini membuat ibu khawatir akan kecukupan gizinya, mengingat si kecil masih dalam masa tumbuh kembang.

Cara mengatasi anak susah makan:

#1. Sajikan makanan dalam porsi kecil
Yang perlu diketahui para ibu, bahwa lambung si kecil tidak mampu menampung banyak makanan. Sehingga hindari memaksakan anak makan terlalu banyak.

Makanan dengan porsi sedikit akan membuat anak tidak malas untuk makan, serta mengurangi rasa jenuh saat makan. Untuk mensiasatinya, usahakan tambah frekuensi makan anak dengan porsi kecil.

#2. Iming-imingi reward
Ketika anak susah makan, coba sesekali memberikan hadiah kepada mereka. Anak kecil biasanya sangat senang dengan pemberian dari orang tua.

Sehingga dengan begitu, anak yang sedang malas makan, nantinya bisa menjadi lahap. Anak biasanya bersemangat jika orang tua menjanjikan sesuatu yang disukainya.

Hendaknya memberikan jenis reward yang mendidik bagi anak, hindari memberikan reward seperti makanan manis, tinggi lemak, gorengan, dan semacamnya, yang justru berdampak buruk bagi anak.

#3. Buat variasi makanan
Para ibu perlu membuat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan buah hati yang memilih makanan yang ia sukai, karena biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya, sehingga dirinya dapat makan dengan lebih semangat.

#4. Sajikan makanan dengan menarik
Agar anak tertarik dan lebih semangat untuk makan, maka sajikan makanan dengan tampilan menarik. Seperti mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear, bebek kecil, dsb.

Atau juga makanan diletakkan di wadah yang di sukai si kecil, nasi dicetak menggunakan bentuk yang di sukai si kecil, atau bisa juga menambah hiasan agar makanan menjadi menarik.

#5. Buat kondisi makan yang menyenangkan
Orang tua kurang baik mengancam atau menakut-nakuti anak agar ia mau makan. Terlalu sering melakukan hal itu, dikhawatirkan anak akan merasa bahwa makan adalah saat yang tidak menyenangkan...

...sehingga bisa menimbulkan trauma psikis bagi anak jika mengingat tentang makanan.

Makan bersama menjadi momen interaksi penting antara orangtua dan anak. Orangtua bisa menjadi teman menyenangkan di meja makan. Yang membuat hubungan orangtua dan anak semakin erat.

Selama waktu makan, minimalkan gangguan yang ada, hal yang perlu dilakukan seperti mematikan televisi dan menjauhkan mainan dari meja makan.

Orang tua jangan menciptakan suasana yang �horor� saat anak makan. Hindari memarahi anak saat waktu makan. Karena dapat membuat anak jadinya sangat tidak menyukai waktu makan. Pada akhirnya, anak semakin malas untuk makan.


#6. Mengurangi anak jajan di luar
Sebisa mungkin minimalkan anak untuk selalu jajan di luar, karena tentunya makanan di luar sangat dikhawatikan tentang gizinya yang rendah atau tidak terkontrol.

Sering makan atau jajan di luar, membuat anak menjadi sulit untuk diajak makan di rumah.

#7. Makan teratur
Para ibu hendaknya mencoba untuk membuat jadwal waktu makan anak, sehingga anak bisa makan dengan teratur.

Hal ini membuat si kecil nantinya terbiasa dengan waktu makannya. Demikian juga dengan waktu tidur anak, mandi, dsb.

#8. Berikan anak cemilan sehat
Setelah anak bisa berjalan, maka memubatnya menemukan kegemaran baru yaitu bereksplorasi dengan lingkungannya.

Apalagi ketika anak memasuki usia 2 tahun, maka aktivitasnya akan semakin banyak. Kondisi ini membuat anak akan sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang.

Untuk para ibu, maka bisa menyiasatinya dengan memberikan cemilan sehat pada anak.

Disarankan untuk membuat cemilan sehat dalam bentuk yang beragam. Contohnya membuat bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, dll.

#9. Libatkanlah anak dalam menyiapkan makanan
Beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti meminta pertolongan kepada anak untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan. Atau juga meminta anak membantu menyiapkan makanan di meja makan.

Selain itu, orang tuanya perlu menjadi telandan bagi anaknya. Bila orang tua mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontohnya. Keteladanan orang tua membantu pola makan anak agar baik.

#10. Ajak anak berolahraga
Dorong si anak untuk berolahraga, atau minimal buatlah tubuhnya aktif bergerak. Saat anak berolahraga maka detak jantungnya akan meningkat. Hal ini membuat pembakaran kalori di dalam tubuh menjadi meningkat, sehingga dapat memuculkan nafsu makannya.

#11. Gunakan piring berwarna cerah
Penelitian telah membuktikan bahwa cara menambah nafsu makan anak bisa dengan menggunakan piring-piring berwarna cerah saat si anak sedang makan.

Penelitian menyebutkan bahwa warna piring bisa mengubah nafsu makan. Warna yang dinilai cukup efektif untuk meningkatkan nafsu makan adalah merah, kuning atau oranye.

Menurut penelitian, warna yang paling baik untuk menjaga nafsu makan adalah warna merah. Peneliti menjelaskan bahwa warna-warna yang cerah bisa membuat hati menjadi lebih bahagia dan nafsu makan ikut terpancing.

#12. Mengonsumsi jeruk
Buah jeruk kaya akan vitamin C. Di dalam tubuh, vitamin C berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ternyata juga dapat meningkatkan nafsu makan. Sehingga, Ibu bisa memberikan buah jeruk kepada anak, atau asupan vitamin C lainnya...

...yang membuat anak akan memiliki nafsu makan, serta mengoptimalkan proses metabolisme di dalam tubuhnya.

Selain vitamin C, cara menambah nafsu makan lainnya yaitu dengna memberikan asupan B dan zinc. Vitamin B dapat meningkatkan nafsu makan dan mengontrol suasana hati, demikian juga dengan fungsi asupan zinc.

Oleh karena itu apabila ada seseorang yang kekurangnan vitamin B dan zinc, nafsu makannya biasanya akan berkurang.

#13. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan
Minuman, baik itu air putih, jus buah segar atau lainnya adalah hal yang diperlukan anak, tetapi jika memberikan anak minuman saat makan, membuat anak akan merasa kembung sendiri sehingga membuatnya sulit untuk makan.

Loading...

#14. Akali jenis makanan yang tidak disukai anak
Anda bisa menyelipkan atau menyembunyikan jenis sayuran atau buah yang anak Anda tidak suka. Misalnya saja anak tidak suka pisang dan wortel, maka Anda bisa mengakalinya dengan membuat cake pisang atau muffin wortel untuknya.

#15. Kenalkan anak beragam jenis makanan ssehat ejak usia dini agar ia selalu memiliki selera makan yang baik.

#16. Jangan memburu anak agar makan dengan cepat. Karena hal ini membuat anak tidak nyaman ketika makan. Sehingga nantinya membuat anak sulit untuk mau makan.

#17. Ajak anak ketika anda sedang mempersiapkan menu makannya, beri pujian supaya anak merasa senang dan lebih bersemangat untuk makan

#18. Jika anak suka cemilan, maka berikan cemilan jauh sebelum waktu makan utama tiba. Berikan cemilan sehat, seperti buah-buahan dipotong menyerupai dadu, wortel yang telah dikukus, yoghurt, dsb. Hindari memberikan coklat, permen, snack mengandung MSG karena mengurangi nafsu makan anak.

#19. Sajikan makanan dengan menarik, jangan dicampur aduk antar nasi dan lauknya. Gunakan piring makan yang ia sukai, pisahkan antara nasi dengan lauk pauknya sehingga tampak menarik.

#20. Selama kegiatan makan berlangsung, tetaplah berkomunikasi yang baik dengan anak, sehingga anak berpikir bahwa kegiatan makan adalah saat yang menyenangkan.

#21. Atur dengan baik pemberian minuman saat makan, jangan terlalu banyak minum karena anak akan merasa cepat kenyang dan malas untuk menghabiskan makanannya.

#22. Terapkan acara makan bersama keluarga. Dengan melihat orang tua dan anggota keluarga lainnya (kakak, nenek dan kakek, dll) memakan makanan, anak menjadi ikut tertarik menyantap makanan.

#23. Anda dapat mengubah cara pengolahan dan penyajian makanan sehingga tampak fresh dan menarik. Misalnya, membuat sate bola-bola daging cincang, bola-bola kentang goreng, ikan dan ayam goreng berbalur tepung goreng, dll.

#24. Kalau bisa, menanam sayuran dan buah-buahan di kebun dengan anak Anda, sehingga membuatnya lebih menyukai makanan yang dimakannya. Jika anak mau, jangan dilarang anak untuk membantu Anda merawat tanaman di kebun.

#25. Jangan terlalu memaksa anak untuk makan, seperti memaksa untuk menyendoki makanan ke mulutnya, padahal anak meronta keras menolak makan. Hal ini mencegah bahaya tersedak pada anak, dan juga dikhawatirkan anak menjadi trauma atau ketakutan saat jamnya makan.

#26. Anda bisa memberikan multi vitamin atau supplemen penambah nafsu makan anak, Curcuma Plus (harga sekitar Rp. 11 ribuan) dan Vidoran plus (harga sekitar Rp.13 ribuan). Senawa curcuma dan asam amino yang terkandung di dalamnya berfungsi meningkatkan penyerapan sari makanan pada saluran pencernaan, sehingga meningkatkan nafsu makan.

#27. Apabila anak masih tetap susah makan dalam waktu lama, maka bisa terindikasi kurang gizi, disarankan mengunjungi dokter atau ahli gizi untuk berkonsultasi.

Cara membujuk bayi yang susah makan
Berbagai cara yang pernah dilakukan para bunda, yang dinilai berhasil dalam membujuk bayi agar mau makan. Biasanya membujuk bayi pada beberapa suapan, lalu mengganti cara lain untuk suapan selanjutnya. Berikut di bawah ini dipaparkan trik-triknya:

#1. Makan setelah mandi: Air hangat membuat peredaran darah lebih lancar, serta memicu rasa lapar. Bayi susah makan bisa jadi lebih bernafsu makan setelah ia mandi.

#2. Membuatnya melihat ke atas: Gunakan mainan atau benda yang menarik perhatian bayi agar ia melihat ke atas. Ketika mulutnya terbuka, masukkan sendok berisi makanannya.

#3. Ringtone HP: Bunyikan ringtone HP dan pegang HP agak tinggi sehingga bayi melihat ke atas sambil membuka mulut.

#4. Mainan berbunyi: Bayi didudukan di kursi makan bayi, lalu berikan mainan di mejanya. Setiap kali ia bosan dengan mainan yang ada, gantinya dengan mainan yang lain.

#5. Mainan yang berbunyi akan lebih menarik perhatian sang bayi, ketika ia lengah maka lebih mudah membuka mulut ketika sendok ditempelkan ke ujung bibirnya.

#6. Tayangan film kartun: Bayi duduk di high chair sambil menikmati tayangan kartun, agar nantinya ia membuka mulut tanpa sadar saat didekatkan sendok ke mulutnya.

#7. Untuk bayi yang senang menggigit benda di sekitarnya, berikan mainan yang bisa digigit (mainan harus aman dan bersih) guna memancing gigitannya.

Sehingga ketika bayi siap memasukkan mainan tersebut ke mulutnya, secepatnya masukkan sendok berisi makanan ke mulutnya.

#8. Dekatkan dengan hidangan yang harum yang mengepulkan asap. Keharuman masakan dapat menggugah bayi agar mau makan.

#9. Menyuapi dengan tangan jika bayi sering menolak saat disuapi dengan sendok.

#10. Makan bersama: Bayi bisa tergugah nafsu makannya ketika melihat orang lain makan. Cobalah Anda sambil makan ketika menyuapinya.

Bisa juga dengan meminta bantuan orang lain untuk makan di hadapan bayi. Anda harus sigap menyuapinya ketika bayi mulai menganga karena �latah� melihat orang lain menyuap makanan.

#11. Tepuk tangan: Cara ini butuh bantuan orang lain untuk bertepuk tangan sambil berkata, �Horeeeee�, sementara Anda menyuguhkan sendok berisi makanan ke mulut si bayi.

Jika tidak berhasil, coba lebih banyak orang yang bertepuk tangan dan menyebutkan �horeee�.

#12. Air putih: Kadang bayi menutup mulut setelah beberapa suapan. Cobalah tawarkan air putih sedikit, lalu berikan lagi suapan berikutnya.

#13. Menu selang-seling: Jika bayi susah makan, mungkin karena bosan dengan rasa makanan yang sama. Anda bisa mengakalinya, misalnya memberikan sesuap bubur / nasi tim, lalu suapan berikutnya puree buah. Demikian seterusnya, lakukan secara selang seling sehingga bayi tidak bosan.

#14. Variasi sendok: ganti-ganti sendok yang digunakan, sehingga bayi tertarik pada sendok baru tersebut.

#15. Perbaiki rasa makanan: Bayi susah makan mungkin karena tidak suka dengan rasa makanannya. Walaupun banyak yang melarang tambahan garam atau kecap pada makanan bayi, tetapi terpaksa dilakukan jika bayi tidak mau juga makan, agar makanan menjadi sedap.

Bisa juga menambahkan bawang goreng agar wangi. Yang penting, menghindari asupan MSG pada bayi.


Hal yang perlu diketahui dari bayi yang susah makan
Untuk mengatasi anak yang susah makan diperlukan kesabaran. Bisa juga anak susah karena ada faktor psikis, sehingga harus diatasi masalahnya tersebut.

Pada anak, coba berikan vitamin untuk menambah nafsu makan, seperti sirup elkana atau kurkuma, atau sirup vitamin yang mengandung unsur lysmin di dalamnya.

Sebelum makan, anak jangan diberi susu dahulu, hendaknya anak diajak makan sama-sama seperti halnya orang dewasa.

Pada bayi, ada saat-saat tertentu dimana bayi susah makan. Anda perlu mengenali 4 penyebab bayi susah makan:

Sariawan
Sariawan membuat si Kecil enggan untuk makan. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi pada bayi berusia 10 bulan ke bawah. Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi.

Sariawan disebabkan trauma pada mulut seperti tergigit, kekurangan vitamin, alergi makanan, terinfeksi virus, dll

Untuk mengatasi kondisi ini, maka perlu dilakukan usaha menyembuhkan sariawan, atau minimal membuat sariawan menjadi mati rasa, sehingga bayi tidak �tersiksa� saat makan.

Menolak makanan baru
Bayi mungkin merasa asing dengan rasa atau tekstur makanan yang baru dimakannya, sehingga bayi tidak mau makan.Untuk mengatasinya coba berikan makanan yang tidak berbeda jauh dari makanan sebelumnya.

Misalnya, si Kecil menyukai bubur wortel, makan anda bisa memperkenalkan bubur ubi manis pada bayi. Tampilan dan tekstur yang mirip membantu bayi mau �berkenalan� dengan makanan barunya itu.

Jangan langsung memberinya dalam porsi biasa, akan tetapi perlu disiasati, caranya dengan memberikan sedikit demi sedikit. Jika bayi menolaknya, jangan memaksanya, beralihlah ke makanan yang disukainya.

Pada masa-masa ini Bunda jangan patah semangat. Teruslah menjejali bayi dengan jenis makanan baru.

Refluks gastroesofagus (GER)
Kondisi ini membuat bayi mengeluarkan isi perutnya, tetapi GER berbeda dengan muntah. Cara mengatasi bayi susah makan karena kondisi ini, jaga posisi bayi agar tetap tegak setelah makan selama 30 menit.

Kemudian, hindari memberikan bayi makanan dalam porsi besar. Jauhkan juga bayi dari asap rokok, yang sangat berdampak buruk bagi bayi.

Selain itu, bayi tidak mau makan karena masih merasa kenyang, tubuhnya kelelahan, atau juga karena sakit. Orang tua harus peka memberhatikan kondisi bayi.

Cara bertahap memberikan makanan pada balita
Pada anak balita anda berusia diatas 6 bulan, mulai berikan makanan pendamping ASI seperti bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat seperti nasi tim, dan seterusnya.

Untuk makanan pendamping, harus disesuaikan dengan umur balita. Jangan langsung diberikan nasi padat karena dapat mengganggu saluran pencernaannya.

Saat memilih bubur instant, perhatikan label pada kemasan agar disesuaikan dengan usia anak balita. Biasanya tersedia bubur instant untuk usia 6 � 24 bulan dengan berbagai rasa. Anda bisa memberikan variasi rasa saat memberikan makan kepada balita, sehingga ia tidak merasa bosan.

Untuk anak balita diatas 2 tahun, variasikan menu lauk pauknya. Buat pilihan menu makanan dan biarkan anak memilih makanan favoritnya.

Cara lainnya, Bunda bisa langsung yang membuat variasikan makanan pada anak. Misalnya sarapan pagi, variasi makanannya yaitu telur, roti, kentang, dan minum segelas susu.

Demikian seterusnya pada makan siang dan malam, berikan variasi makanan seperti sayuran, ikan, daging, ayam dan seterusnya.

Jangan lupa sediakan buah-buahan bagi kebutuhan vitamin anak, dan dorong anak agar mau makan sayur.

Cara Yang Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Sebagai orang tua pasti akan khawatir ketika mendapati tubuh si anak (apalgi jika masih bayi) terasa panas.

Ketika megalami hal ini, maka ada beberapa hal awal yang bisa dilakukan, sehingga tidak perlu landung tergesa-gesa ke dokter.

Demam sendiri sebenarnya sebuah gejala. Dimana ketika demam menjadi pertanda bahwa tubuh si anak sedang melawan penyakit.

Cara Yang Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam bisa dikatakan menjadi bukti sistem kekebalan tubuhnya yang bekerja dengan baik. Dimana baiknya sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melawan serangan penyakit.

Demam juga bisa menyerang anak kecil jika dia terlalu lama berada di bawah terik matahari panas. Anda  tidak perlu khawatir berlebihan jika anak masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

Adapun beberapa kondisi yang membuat orang tua perlu waspada ketika sang anak mengalami demam, dengan tanda-tanda seperti berikut:
  1. Anak terlihat sangat lesu, serta tidak ada semangat saat dihibur atau diajak bermain
  2. Tidak nafsu makan
  3. Tidak responsif karena rasa sakit yang dialaminya
  4. Muncul ruam
  5. Anak uring-uringan saat tidur
  6. Pernapasannya terganggu
  7. Terlihat tanda-tanda dehidrasi pada anak, seperti mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, dll
  8. Tubuh anak mengalami kejang

Demam tidak membahayakan asalkan tidak menimbulkan dehidrasi, kesadaran menurun ataupun kejang.

Demam dapat sebagai tanda pertahananan tubuh karena adanya benda asing di dalam sistem tubuh. Anak bisa demam setelah diberikan imunisasi, kondisi ini tidak memerlukan penanganan medis.

Demam juga disebabkan karena adanya virus yang masuk ke dalam tubuh, kalau ini memerlukan antibiotika. Ketika anak demam, pertama kali orang harus mengetahui penyebab demam pada anak.

Penanganan yang berlebihan ketika anak mengalami demam, contohnya: langsung memberikan obat antibiotika, langsung melakukan cek darah, dll.

Hal ini malah bisa memberikan hal buruk dan merugikan pada anak. Sehingga masalah bukannya hilang, malah bisa muncul masalah lain.


Pengobatan demam pada anak
Jika anak mengalami demam, maka motivasi anak untuk lebih banyak minum air. Oang tua bisa menyuruh anak minum air sedikit demi sedikit.

Hal itu karena kondisi demam membuat anak kehilangan cairan, yang beresiko anak mengalami dehidrasi. Hindari minuman yang mengandung kafein dan minuman kaleng / bersoda.

Obat-obatan penurun demam seperti parasetamol dan ibuprofen bisa diberikan kepada anak. Untuk  melakukannya, penting untuk selalu ikuti petunjuk dan aturan yang benar.

Perlu diketahui, umur, tinggi dan berat badan anak akan menentukan dosis. Dengan memberikan obat pada anak diharapkan dapat membuat anak merasa lebih nyaman dan tenang.

Hindari memberikan aspirin pada anak, karena menimbulkan efek samping sindrom / penyakit fatal yang memengaruhi otak dan hati.

#Pastikan anak istirahat yang cukup

Ketika anak sakit atau demam harus banyak-banyak untuk tidur / istirahat, hal ini pentig agar suhu tubuh dapat reda menjadi normal.

Jika anak sakit akan tetapi dirinya terus aktif bergerak, maka hal ini kurang baik, karena akan membuat tubuhnya sangat lelah sehingga kemampuan sistem tubuh dalam melawan penyakit menurun.

Tetapi hal ini bukan berarti anak seharian berda di tempat tidur, yang dimaksudkan dari banyak istirahat adalah porsi anak untuk tidur atau istirahat ditingkatkan dari biasanya (saat anak normal / tidak sakit).

Anak seharian berada di atas tempat tidur juga bukan hal yang diharuskan, kecuali jika kondisi sakit demam yang dialami anak sangat parah sehingga memasaksanya untuk seharian di tempat tidur.

#Mandi dengan air hangat

Anda bisa nemandikan anak dengan air hangat atau ruam-ruam kuku, yang bermanfaat untuk membantu meredakan demam anak.

Jika anak tidak mau mandi (karena sakit dideritanya) maka Anda bisa mengelap tubuh anak dengan handuk atau washlap basah yang hangat.

loading...

#Pijat dengan PepperMint Oil

Anda bisa memijat memakai PepperMint Oil pada dada, punggung dan bagian tubuh lainnya guna meredakan demam pada anak.

Nantinya, mentol yang ada di dalam PepperMint Oil berfungsi untuk melancarkan hidung yang tersumbat.

Orang tua bisa memijat bagian dada dan punggung anak secara perlahan.

# Motivsi anak agar banyak minum air putih

Kondisi  demam bisa memicu resiko terjadinya dehidrasi pada anak. Orang tua hendaknya jangan sampai lupa memmerikan minum air putih pada anak. Pastikan anak minum air putih yang cukup.

Selain itu, Ada bisa memberikan anak makanan berkuah kaldu, teh herbal / teh jahe, madu, dan jus buah (jambu, pepaya, strawberry, pear, dll).

#Berikan makanan yang agak pedas dan hangat

Kalau memang anak kuar untuk makan pedas, dan dirinya joga menyukainya. Maka orang tua bisa memberikan sedikit makanan pedas kesukaannya...

...seperti sup ayam, sup buntut atau bakso, dengan menambahkan lada di dalam makanan (tetapi jangan teralu banyak).

Hal itu karena makanan pedas bisa membuatnya anak berkeringat, serta juga dapat melancarkan peredaran darah. Hal ini sangat baik.

#Perhatikan gizi makanan anak

Untuk anak, terutama saat sakit sangat penting untuk memberikan makanan sehat yang bergizi tinggi agar daya tahan tubuhnya dapat optimal.

Pastikan makanan yang dikonsumsi anak benar-benar bergizi. Anda bisa memberikan makanan kesukaannya yang sehat, seperti kaldu sup ayam, Sup iga, bakso, dll.

Penting bagi orang tua saat anak demam, untuk menghindari memberikan makanan kurang sehat  pada anak, seperti makanan instan, junk food, minuman bersoda dan semacamnya.

#Hendaknya orang tua membuat anak senyaman mungkin

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Persatuan Dokter Anak Amerika, dari hasil studi menyarankan agar orangtua berkonsentrasi untuk membuat anak merasa nyaman ketika demam dibandingkan sibuk memikirkan menurunkan suhu demam anak.

Karena penyebab demam bisa beragam, jika orang tua hanya berfokus menurunkan suhu demam, maka tidak memberikan hasi optimal untuk kesembuhan anak.


#Berikan obat penurun demam

Memberikan obat penurun demam pada anak tentunya sesuai dengan usianya, umumnya yang digunakan adalah parasetamol.

Parasetamol merupakan obat penurun demam yang dinilai memiliki efek samping yang rendah, sehingga penggunaan parasetamol dapat diterapkan pada bayi sekalipun.

Tetapi sangat penting untuk membaca petunjuk dokter agar menghindari hal yang tidak diinginkan seperti resiko gangguan fungsi hati (yang paling sering terjadi).

Sangat berbahaya jika memberikan dosis yang tidak tepat (dosis terlalu tinggi).

Beberapa tahun terakhir, terjadi penggunaan dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen untuk mengobati demam pada anak.

Praktik seperti ini TIDAK DIANJURKAN karena meinumbulkan masalah yiaitu: sering terjadi kesalahan dosis obat, interval pemberian salah, dan intoksikasi obat karena berlebihan.

Kombinasi dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara selang seling setiap 4 jam TIDAK TERBUKTI  secara ilmiah memiliki efek antipiretik yang lebih kuat dibanding pengguaan satu macam antipiretik.

#Penanganan dokter

Bagi bayi yang mengalami demam pada usia 3 bulan kebawah, dimana suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat celcius, maka lebih baik untuk membawanya ke dokter anak.

Terutama lagi jika muncul kondisi lain, seperti anak demam dengan kondisi urin yang kental, kakinya terus-terusan bergerak (tanda bagi tidak nyaman), maka dikhwatirkan bayi terkena infeksi saluran kemih.

Hal lainnya yang membuat orang tua perlu membawa bayi yang demam ke dokter adalah jika panas demam tidak turun-turun selama 3 hari, terjadinya mimisan ataupun bintik merah pada bayi.

Tips lainnya mengatasi demam pada anak:

#Saat anak menggigil atau kedinginan, sebaiknya anak diselimuti selimut yang hangat dan pastikan suhu rungan jangan terlalu dingin.

#Gunakan pakaian ringan (jangan pakaian terlalu tebal), serta berikan selimut pada anak. Memberikan pakaian yang terlalu banyak (atau juga terlalu tebal) justru mencegah panas tubuh keluar dari dalam tubuh, sehingga berdampak buruk pda anak.

#Hindari memberikan pada anak minuman yang mengandung kafein dan soda (seperti cola), karena beresiko terjadinya dehidrasi pada anak.

#Pastikan kamar tidur anak pada suhu yang nyaman, yaitu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Jangan berikan baju terlalu tebal pada anak, hal ini agar panas tubuh bisa keluar maksimal.

#Usahakan untuk sering-sering memeriksa suhu tubuh anak. Orang tua bisa menggunakan alat termometer, jangan biasakan hanya mengandalkan rabaan tangan untuk mendeteksi suhu tubuh anak.

#Orang tua perlu selalu memastikan anak agar tidak merasa kedinginan atau kepanasan.

Mengatasi demam pada bayi

Orang tua perlu segera membawa sang bayi ke dokter jika masih berusia di bawah 3 bulan saat demam. Bayi harus cepat ditangani dokter karena demam pada usia tersebut berpotensi sebagai tanda kondisi serius.

Selain itu, karena bayi usia tiga bulan ke bawah belum memiliki lapisan pelindung sel yang kaut antara aliran darah dan sistem saraf pusat.

Hal tersebut beresiko terjadinya masalah serius, berupa mikroorganisme yang menyebar dan merusak jaringan saraf.

Adapun bagi bayi di atas tiga bulan, maka bawa ke dokter jika demamnya tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam sejak bayi sakit demam.

Cara mengetahui demam pada bayi

Dengan menggunakan alat termometer, sisarankan untuk mengukur suhu tubuh bayi melalui anus karena bagian tersebut dinilai lebih akurat dibandingkan ketiak, mulut, dsb.

Termometer anus juga lebih mudah diaplikasikan pada bayi.

Sebelum mengukur suhu tubuhnya pada anus, maa rang tua harus memastikan termometer dalam keadaan higienis. Sehingga, sebelum digunakan harus dicuci hingga bersih.

Posisikan bayi Anda tengkurap, kemudian masukkan termometer yang telah diolesi petroleum jelly perlahan-lahan ke anus dengan kedalaman sekitar 2.5 cm.

Tahan termometer selama dua menit hingga terdengar suara notifikasi dari termometer. Setelah itu orang tua bisa menariknya perlahan, kemudian melihat hasilnya.

Suhu tubuh bayi normal berada di kisaran 36-37 derajat Celcius.

Penanganan demam pada bayi

Untuk menangani demam pada bayi usia tiga bulan ke atas, beberapa penanganan awal dan sederhana yaitu:

#Mandikan bayi menggunakan air hangat. Penting untuk memastikan air tidak terlalu panas bagi kulit bayi. Mandi air hangat bermanfaat untuk melancarkan pernapasannya, dan membaut tubuh bayi menjadi nyaman.

#Lalu pakaikan pakaian bayi dengan bahan yang cenderung tipis, jangan memberikan pakaian tebal bagi bayi yang demam.

#Pasikan bayi tidak kekurangan cairan (dehidrasi), berikan ASI, susu formula atau air putih.

#Adapun jika ingin memberikan obat mengatasi demam pada bayi, maka harus berkonsultasi pada dokter.

#Ingat, apabila demam menyerang bayi yang berusia tiga bulan ke bawah, hendaknya segera membawa sang bayi ke dokter.