Showing posts with label Komunitas. Show all posts
Showing posts with label Komunitas. Show all posts

Manfaat Teh Lemon, Keluarkan Racun Hingga Obati Diabetes

Secangkir teh lemon.
Teh adalah minuman aromatik. Teh sendiri adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Beberapa orang lebih suka teh hitam tanpa susu dan gula. Tapi kini varian teh telah banyak berubah dan berkembang.

Varian teh di antaranya adalah hijau, teh oolong dan teh susu cukup dikenal masyarakat saat ini. Ada juga penambahan rasa seperti lemon, yang akan membuatnya lebih segar lagi. Beberapa iris lemon dapat ditambahkan ke teh hitam, yang akan memberikan minuman aroma dan rasa berbeda.

Minum teh lemon setiap hari, bisa sangat bermanfaat. Untuk mendapatkan efek optimal dari teh lemon, kita harus pandai meraciknya. Pertama rebus air, campuran teh di dalamnya, setelah mendidih, angkat dan diamkan selama beberapa menit, tambahkan air jeruk nipis atau irisan lemon, Anda juga bisa menambahkan gula atau madu.

Berikut ini adalah manfaat dari teh lemon. Yang mungkin bisa menjadi minuman Anda sehari-hari yang kami lansir dari Boldsky:

1. Baik untuk pencernaan. Teh lemon akan memperkuat sistem pencernaan Anda, serta membantu proses detoksifikasi yang terjadi di dalam sistem pencernaan. Teh lemon juga mambentu membersihkan sistem pencernaan dari makanan sampah yang Anda makan.

2. Membantu sistem saraf. Teh lemon akan menenangkan sraf-saraf yang tegang, serta memperkuat saraf di otak, sehingga membantu menurunkan tingkat stres. Teh lemon akan memberikan efek yang menenangkan.

3. Memperbaiki sistem kardio. Penyumbatan yang terjadi di sistem peredaran darah, bisa membuat kita terkena beragam penyakit, seperti jantung, stroke, tekanan darah tinggi dan lainnya. Flavanoid yang terkandung di dalam teh akan membantu membersihkan sistem yang menyumbat peredaran darah tersebut.

4. Menjaga pasokan insulin. Seperti kita ketahui, insulin akan mambantu membakar glukosa di dalam darah, sehingga kita akan terbebas dari diabetes. Dengan mengonsumsi teh lemon secara teratur, maka aktivitas tubuh memproduksi insulin akan tetap terjaga.

5. Menjaga metabolisme. Mengawali hari Anda dengan segelas teh lemon hangat, adalah hal yang sangat baik. Membantu Anda meningkatkan mood, serta menjaga vitalitas tubuh tetap fit.

Bunker Anti Kiamat Ini Miliki Fasilitas yang Sangat Mewah

Fasilitas mewah di Survival Condo.
Proyek Survival Condo adalah sebuah kondominium mewah yang kompleks, bertempat di bekas silo rudal bawah tanah dekat Concordia, di Kansas, di Amerika Serikat. Terletak 15 lantai di bawah tanah, yang dirancang untuk bertahan hidup serta nyaman pada saat kiamat, pandemi kesehatan global, bencana cuaca, dan serangan teror, termasuk nuklir.

Rudal silo ini awalnya dibangun oleh US Army Corps of Engineers pada 1960-an untuk Atlas "F" rudal, dan ada 72 dari mereka di seluruh negeri. Dinding silo, dibuat dari beton keras, dengan ketebalan 3,6 meter, dan dirancang untuk bertahan hidup saat serangan nuklir berlangsung.

Struktur kubah yang menutupi tutup silo, dapat menahan angin lebih dari 500 mph.


Fasilitas kolam renang di Survival Condo.
Kini kondominium ini dirancang untuk menampung hingga 70 orang, dan memiliki sumber daya yang cukup untuk membuat mereka hidup selama bertahun-tahun. Biaya untuk hidup di sini tidak murah, mulai dari US$1,5 sampai US$3 juta. Larry Hall, orang di balik penggagas proyek tersebut mengatakan bahwa, kondominium sudah terjual habis, tapi ia saat ini sedang mengerjakan proyek kedua.

Kondominium dilengkapi dengan sejumlah fasilitas modern: sperti TV layar datar, kolam renang, teater, tempat latihan, ruang kelas dan perpustakaan, seta pusat operasi kecil.
 

Fasilitas keamanan di Survival Condo.
Setiap unitnya diberikan pasokan penunjang kehidupan untuk lima tahun kedepan, baik itu makanan kering atau minuman. Selain itu, mereka memiliki kebun hidroponik, yang dapat menumbuhkan 70 varietas buah-buahan dan sayuran. Ada juga sebuah kolam ikan, yang bisa membudidayakan ikan nila.

Pasokan udara untuk seluruh fasilitas disaring oleh Nuklir, Biologi, dan Kimia (NBC) filter dan intake udara fisik dilindungi oleh katup, yang mencegah ledakan gelombang udara akibat tekanan yang tinggi. Untuk urusan listrik disediakan oleh jaringan listrik lokal, dengan turbin angin, dan generator diesel, sedangkan air disediakan dari sumber terdekat yang dimurnikan untuk konsumsi.

Pintu masuk Survival Condo.
Pada aspek keamanan, fasilitas memiliki sistem keamanan kelas militer yang meliputi kamera inframerah, sensor jarak, mikrofon, sensor perjalanan, dan detektor pasif. Pintu juga dirancang sebagai anti ledakan.

Survival Condo bukanlah satu-satunya, di tempat lain di seluruh Amerika Serikat bermunculan, dan permintaannya meningkat.


via Amusing Planet

Saking Terpencilnya, Suku di Afghanistan ini Tidak Tahu Perang

Suku terpencil yang hidup di pegunungan Afghanistan. Foto
Perang membuat banyak orang sengsara, dan yang dirugikan adalah warga sipil. Salah satu tempat di muka bumi kerap menjadi langganan konflik dan perang adalah Afghanistan, yang tidak pernah berkesudahan hingga saat ini.

Namun siapa sangka, jika di Afghanistan juga ada suku yang sangat terpencil. Bahkan mereka hidup dalam damai dan kesederhaan, dan anehnya mereka tidak pernah tahu jika ada konflik atau peperangan.

Suku terpencil ini tinggal di antara Tajikistan dan Pakistan, di mana Taliban telah berjuang untuk memaksakan aturan mereka di sana. Seperti apa kehidupan suku ini dan berapa banyak penduduknya?

Suku Ini Gunakan Barang Bekas sebagai Simbol Kecantikan

Rumah yang terbuat dari batu yang diplester dengan lima tiang penyangga.
Dikenal sebagai Koridor Wakhan, sekitar 12.000 warga hidup di ketinggian 4.500 meter, di atas medan yang keras dan sepi.

Orang-orang Wakhi hidup sederhana dan santai bersama dengan ternak mereka. Beberapa keluarga tidak menyadari bahwa Taliban pernah berkuasa, atau tentara Amerika Serikat pernah menyerbu Afghanistan.

Daerah Wakhan kini didorong oleh pemerintah Afghanistan untuk menarik wisatawan dari dunia Barat, yang ingin mencari petualangan di alam bebas.


Dapur yang sederhana hanya mengandalkan kayu dan tungku.
Untuk mengunjungi desa-desa di sini, salah satu akses harus melewati daerah di Afghanistan yang sedang mengalami konflik dengan kontrol perbatasan yang ketat, dan berkendara di jalan rusak yang dibangun lebih dari setengah abad yang lalu.

Fotografer asal Perancis, Eric Lafforgue baru-baru ini mengunjungi daerah ini untuk memahami kehidupan mereka, dan mencari kehidupan Afghanistan yang terlupakan oleh waktu.

Daya tarik wisata utama adalah rumah Pamiri, yang dikenal sebagai 'Chid'. Mereka dibangun di atas batu dan diplester, serta mempertahankan fitur tertentu yang melambangkan aspek spiritual dan tradisional.


Penduduk yang sedang berada di rumah yang sangat sederhana.
"Di setiap kamar, ada lima pilar kayu--melambangkan lima rukun Islam--yang menahan langit-langit yang disebut Chorkhona," ucap Eric yang kami kutip dari Mail Online.

Melihat Suku Mentawai yang Belum Terjamah Modernitas

Desa-desa Wakhi benar-benar terisolasi dari dunia luar, dan telah mereka diduga telah hidup di pegunungan selama lebih dari 2.000 tahun.