Jika Anda pernah makan kari yang pedas, rendang atau menggigit jalapeno, Anda pasti merasa bahwa mulut serasa terbakar atau pedas. Itu dikarenakan senyawa kimia yang disebut capsaicin, yang secara khusus ditemukan dalam cabai. Untuk meredakan rasa pedas tersebut, biasany air dingin menjadi pilihan Anda, baik itu teh manis atu air putih. Namun tahukan Anda, jika itu ternyata hanya sia-sia saja, bahkan membuat mulut terasa makin pedas. Rasa pedas dari capsaicin memang tidak akan bisa dilarutkan oleh air dingin. Zat ini tidak berwarna, tidak berbau, dan paling banyak terkonsentrasi di cabai. Lalu bagaimana mengatasi rasa pedas dari cabai? Capcaisin akan mengikat reseptor TRPV1, yang mengakibatkan rasa nyeri di mulut, yang mendeteksi zat panas seperti air mendidih, makanan asam atau zat yang dapat merusak jaringan di lidah. Ketika capsaicin mengikat reseptor tersebut, akan mengirimkan sinyal saraf ke otak, dan 'mengatakan' itu sesuatu yang seharusnya tidak kita makan. Hal ini memicu tanggapan seperti air mata yang menetes atau hidung meler, serta rasa panas di lidah yang membuat kita merasa haus. Tanggapan ini dirancang untuk mengusir substansi yang merugikan dari tubuh. "Semakin tinggi jumlah capsaicin dalam cabai, semakin banyak mengikat reseptor TRPV1 dan reaksi Anda lebih intens adalah untuk rasa pedas itu," tulisan dalam sebuah video. Tips Membakar Lemak Perut dalam 10 Hari Intensitas kepedasan sendiri saat ini diukur pada 'skala Scoville'. Ketika seseorang menggigit cabai hantu, misalnya--yang 400 kali lebih panas dari saus Tabasco dan peringkat 1.000 unit Scoville--capsaicin akan mengikat reseptor TRPV1 di seluruh mulut, yang membuatnya terasa seperti terbakar. Namun untuk menghilangkannya, Anda jangan minum air putih, karena tidak melarutkan capcaisin, tetapi dianjurkan minum susu, yang akan mengikat molekul capcaisin di lidah. Namun jika minum air--zat polar--, itu seperti mencampur air dan minyak, sehingga air akan menyebarkan capsaicin di seluruh mulut, yang mengintensifkan rasa sakit itu sendiri. Sedangkan produk susu, mengandung molekul non-polar, yang akan akan melarut capsaicin dan 'membasuhnya' dari mulut. Selain itu, produk susu mengandung protein yang disebut kasein, yang akan menarik molekul capsaicin. Jadi untuk saat ini dan seterusnya, selalu sediakan susu ketika Anda mengonsumsi makanan pedas.
Setiap makhluk hidup pasti mmebutuhkan makanan untuk bisa bertahan hidup. Dan tidak ada satupun yang bisa hidup tanpa makanan, begitu juga dengan manusia. Namun, kita sebagai manusia memiliki tata krama termasuk saat makan. Biasanya, kita akan berkumpul bersama keluarga, teman dan rekan kerja saat makan. Namun tidak sedikit orang-orang yang makan tanpa ditemani seorang pun atau sendirian. Hal tersebut memang sah-sah saja dilakukan. Namun mengingat manusia sebagai makhluk sosial, banyak penelitian telah melihat hubungan antara kesepian dan masalah mental juga kesehatan. Termasuk jika sering makan sendirian bisa berisiko kematian. Bagaimana bisa? Penelitian yang dilakukan oleh tim di Rumah Sakit Ilsan Universitas Dongguk di Seoul, Korea Selatan, menemukan jika makan sendiri membuat orang dewasa berisiko tinggi terkena sindrom metabolik. Merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok dengan kondisi tinggi seperti tekanan darah, kolesterol, dan diabetes. Tim tersebut mempelajari 7.725 orang dewasa, yang sering makan sendiri dan menemukan bahwa (setelah menyesuaikan diri dengan bias seperti merokok, minum alkohol, usia, pekerjaan, dan olahraga), pria yang makan sendiri berisiko tinggi terkena masalah kesehatan. Faktanya, dengan 45 persen peningkatan risiko obesitas dan 64 persen peningkatan risiko sindrom metabolik, pria dua kali lebih mungkin jatuh sakit daripada wanita yang makan sendirian dua kali sehari - yang mencatat peningkatan risiko hanya 29 persen. Diterbitkan dalam jurnal yang disebut Obesity Research and Clinical Practice, penelitian ini sekarang merupakan bagian dari peningkatan jumlah studi yang telah menghubungkan kesepian dan gangguan mental dan masalah kesehatan. Dengan hasil di atas memeperlihatkan, semakin tinggi risiko penyakit metabolik maka akan semakin tinggi angka kematian. Jadi, tidak ada salahnya mulai saat ini untuk bergabung saat makan siang atau makan malam bersama-sama. Foto: boldsky.com