Showing posts with label Urin. Show all posts
Showing posts with label Urin. Show all posts

7 Bahaya Jika Urine Anda Sudah Berbuih

Urine berbuih. Foto: boldsky.com
Saat buang air kecil dan melihat urinenya bersih, kesehatan Anda baik-baik saja. Tapi jika urine atau air seni ini berbeda seperti berwarna gelap, berbau atau berbuih maka bisa mengindikasikan beberapa masalah kesehatan.

Terkadang, saat Anda buang air kecil dengan kekuatan penuh, bisa juga menyebabkan buih di dalamnya. Atau jika di dalam air terdapat deterjen, yang bisa menyebabkan terjadinya buih, Anda tidak perlu khawatir dalam kasus seperti itu.

Tapi jika Anda mengamati selalu ada buih dalam urine setiap hari buang air kecil, maka kesehatan Anda dalam masalah. Dan mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter. Berikut adalah beberapa alasan untuk urine berbuih.

Dikutip dari boldsky.com, beberapa alasan urine berbuih perlu dipertimbangkan:

Dehidrasi
Urine berbuih bisa karena dehidrasi. Bila Anda mengalami dehidrasi, urine Anda cenderung memiliki protein dan beberapa bahan kimia dalam proporsi yang lebih tinggi. Minum banyak air.

Kehamilan
Urine berbuih sering terjadi selama kehamilan. Selama kehamilan, ginjal harus bekerja keras dan kadang protein bisa bocor ke dalam urine sehingga menyebabkan buih.

Stres
Bila Anda cemas atau stres, urine Anda cenderung berbuih. Alasannya bisa albumin, protein hadir dalam urin. Saat ginjal mengalami stres, protein bisa bocor ke dalam urine.

Diabetes
Bahkan diabetes bisa mempengaruhi ginjal dan menyebabkan urine berbuih. Kadar gula darah tinggi buruk bagi ginjal.

Proteinuria
Jika kadar protein dalam urin terlalu tinggi, kondisi itu dikenal sebagai proteinuria. Bila ginjal tidak mampu menyaring protein dengan baik, lebih baik berkonsultasi ke dokter.

Infeksi saluran kemih
Bila bakteri menginfeksi saluran kemih, bisa juga menyebabkan urine buih. Ini bisa menyebabkan kebocoran protein ke dalam urine.

Masalah jantung
Ini juga bisa menjadi gejala masalah kardiovaskular. Tingkat protein yang tinggi pada urin terkait dengan masalah seperti stroke juga.

Jadi, perhatikan kesehatan Anda dengan melihat dari kondisi urine.

Apa yang Warna Urin 'Katakan' Tentang Kesehatanmu?

Warna urin yang memperlihatkan kesehatan
Warna urin yang memperlihatkan kesehatan. Foto: dailymail.co.uk
Setiap hari kita membutuhkan air putih sebanyak 2 liter atau delapan gelas. Tujuannya selain untuk metabolisme sel adalah mengelarkan racun dari tubuh. Dan akan dikeluarkan lagi sudah dalam bentuk urin, yang mengandung sisa metabolisme dan racun.

Urin inilah yang bisa mengindikasikan, jika tubuh kita sedang dalam keadaan sehat atau dalam masalah. Meskipun tubuh tidak menunjukkan gejala-gejala kita sedang sakit. Oleh sebab itu, kita harus tahu seperti apa warna urin.

Seorang dokter umum telah mengungkapkan, jika warna urin ini mengindikasikan tentang kesehatan. Menurut Dr Luke Powles yang berbasis di London dari Klinik Kesehatan Bupa, warna urin menunjukkan tingkat hidrasi seseorang.

Di mana warna kuning gelap, menunjukkan kebutuhan akan segelas air harus segera dipenuhi. Merah dan bahkan nuansa hijau, bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang lebih serius.

Dikutip dari Daily Mail, Dr Powles menekankan kebanyakan orang membutuhkan antara 1,5 dan dua liter air sehari. Dan harus menghindari dehidrasi, minuman manis seperti soda dan alkohol.

Di bawah ini, Dr Powles menguraikan berbagai warna air seni, yang berbeda tentang kesehatan seseorang.

Kuning cerah
Ini adalah warna urin yang ideal, dan menunjukkan seseorang cukup terhidrasi. Warna yang lebih terang dari ini, mengindikasikan Anda lebih banyak air daripada yang dibutuhkan. Meski tidak berbahaya, hal ini bisa menyebabkan buang air kecil lebih sering.

Kuning gelap
Urin berwarna kuning menunjukkan seseorang mengalami dehidrasi, dan harus minum air sesegera mungkin.

Hijau
Meski mungkin mengkhawatirkan, urin hijau biasanya tidak berbahaya dan terjadi akibat makan makanan tertentu, seperti asaparagus atau pewarna artifisial.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bagaimanapun, urin hijau adalah tanda penyakit genetik kader familial hiperkalsemia, yang menyebabkan kadar kalsium dalam darah tidak normal. Urin hijau juga bisa terjadi sebagai efek samping obat tertentu.

Merah
Urin merah biasanya juga karena makan makanan tertentu, seperti bit. Namun, bisa juga karena darah, seperti saat menstruasi atau, pada kasus yang lebih serius, infeksi atau bahkan kanker.

Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Menahan Kencing Terlalu Lama

Jika warna merah bukan disebabkan makanan yang telah dimakan baru-baru ini, Anda harus segera mengunjungi dokter.