Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts

Jangan Berlebihan, Berikut Batasan Konsumsi Gula dalam Sehari

Dalam sehari-hari Kita tidak bisa terlepas dari yang namanya gula. Rasa manis pada gula membuat makanan atau minuman menjadi semakin lezat dan nikmat.

Namun perlu diketahui bahwa konsumsi gula yang berlebihan akan membahayakan kesehatan tubuh.

Beberapa masalah yang timbul yaitu diabetes dan kerusakan gigi. Dampak lainnya yaitu obesitas yang nantinya meningkatkan resiko penyakit jantung.

Gula
Photo: https://pixabay.com/id/gula-sendok-peralatan-makan-pemanis-485050/

Oleh karena itu sangat penting untuk membatasi asupan gula jika tidak ingin terkena beberapa masalah kesehatan tersebut.

Berapa Maksimal Asupan Gula dalam Sehari?

Selain lezat, konsumsi gula juga bermanfaat untuk memberikan energi atau tenaga bagi tubuh dalam beraktivitas. Tapi terlalu banyak konsumsi gula akan menimbulkan gangguan kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan rekomendasi bahwa batas konsumsi gula per hari yaitu 50 gram (setara 6 sendok makan atau 12 sendok teh).

Konsumsi gula harus berhati-hati, terutama bagi Anda yang jarang berolahraga (atau jarang beraktivitas fisik).

Sangat disarankan untuk rutin berolahraga karena tubuh akan membakar kalori dengan maksimal.

Adapun khusus penderita diabetes harus memperhatikan takaran konsumsi gula harian dengan hati-hati.

Cara Membatasi Asupan Gula

Ingat, gula bukan untuk dihindari tapi hanya dibatasi. Hal itu karena tanpa gula, tubuh akan kekurangan energi (tenaga) dan Anda akan sulit berkonsentrasi.

Jika ingin yang manis-manis, hendaknya Anda mengutamakan asupan gula asli (alami) daripada olahan. Gula alami bisa diperoleh dari buah-buahan segar.

Adapun untuk gula pasir, Anda harus hati-hati dalam mengonsumsinya (jangan berlebihan).

Usahakan untuk membeli makanan atau minuman yang tanpa pemanis tambahan. Minimalisir konsumsi minuman bersoda dan minuman kemasan.

Anda tidak perlu meninggalkan makanan seperti es krim, permen, donat, cokelat, brownies, dll. Hanya saja batasi konsumsinya.

Biasakan diri untuk membatasi konsumsi gula, tapi tidak perlu dilakukan secara mendadak, yang penting konsisten.

Untuk meminimalisir dampak buruk dari konsumsi gula yang berlebihan, maka Anda harus melakukan olahraga secara rutin. Anda bisa melakukan jogging selama 20-30 menit per hari .

Selain itu, penambahan gula pada asupan hendaknya diimbangi nutrisi atau serat (yang berfungsi dalam proses penyerapan gula darah dalam tubuh). 

Sarapan Lebih Siang, Baik atau Berbahaya?

Sarapan dilakukan sebelum melakoni aktivitas panjang seharian. Melakukan sarapan akan memberikan energi dan nutrisi untuk tubuh.

Namun, sebagian orang melakukan sarapan menjelang waktu siang karena alasan tertentu.

Piring Kosong
Photo: https://www.pexels.com/photo/cook-cutlery-dishes-eat-718053/

Telat sarapan bisa menyebabkan menurunnya kemampuan kognitif. Pada penelitian yang pernah dilakukan oleh ilmuwan dari Centers for Disease Control, menemukan bahwa anak yang tidak sarapan akan menyerap pelajaran dengan lebih sulit.

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa tidak sarapan di pagi hari menyebabkan menurunnya kemampuan berpikir dan memori.

Adapun mereka yang sarapan mampu memahami dan mengingat dengan lebih baik. Hal ini berlaku untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Tidak sarapan juga menyebabkan mood buruk. Hal itu karena rasa lapar bisa mempengaruhi suasana hati menjadi buruk.

Tubuh membutuhkan nutrisi untuk mengahasilkan energi, jika tidak sarapan maka tubuh tidak mampu merespon sesuai yang diinginkan.

Dampak lainnya dari telat sarapan adalah sulit konsentrasi, mudah marah pada hal sepele, kesulitan berpikir untuk berbicara, muncul rasa cemas, pusing dan gemetar.

Telat Sarapan Justru Menyebabkan Kegemukan

Telat sarapan (atau melakukan sarapan menjelang siang) nantinya menyebabkan Anda akan makan berlebihan akibat �menumpuk rasa lapar�.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Diabetes Care Amerika terhadap lebih dari 3.000 pria dan wanita.

Penelitian tersebut menemukan bahwa orang-orang yang telat atau melewatkan sarapan memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, akibat telat sarapan menyebabkan gangguan pada keseimbangan gula darah dan insulin di dalam tubuh.

Jika ada yang mengatakan bahwa tidak sarapan dapat menurunkan berat badan. Sebenarnya, tidak sarapan dapat menurunkan berat badan hanya dalam jangka pendek.

Ironisnya, berat badan yang berkurang bukan berasal dari timbunan lemak, tapi dari otot tubuh yang menurun massanya. Saat metabolisme tubuh melambat, sistem tubuh akan membakar glukosa yang disimpan di otot, yang nantinya melemahkan otot tubuh Anda.

Dengan begitu, melewatkan sarapan bukanlah cara diet yang benar.

Sering Telat Sarapan Bisa Menyebabkan Kepikunan

Pikun adalah sebuah kondisi perubahan kinerja otak yang menurun fungsinya karena berkurangnya volume otak.

Selain karena faktor usia, kepikunan juga disebabkan oleh pola hidup dan pola makan yang kurang sehat.

Penelitan telah menemukan bahwa melewatkan sarapan pagi menyebabkan seseorang terkena masalah penurunan volume otak yang lebih cepat.

Melewatkan sarapan menyebabkan tubuh kekurangan zat gula sehingga otak kekurangan asupan energi penting. Jika hal ini sering terjadi otak melakukan tindakan menyesuaikan kebutuhan dengan cara mengurangi volumenya sendiri.

Bahaya Makan Daging Disudahi Minuman Manis

Mengonsumsi daging atau makanan yang berasal dari olahan daging sangatlah nikmat.

Tapi setelah makan daging hendaknya Anda tidak minum jus buah atau minuman manis lainnya.

Minuman Manis
Minuman Manis | Photo: https://pxhere.com/en/photo/1444595

Mengonsumsi daging sangat penting agar tubuh memperoleh asupan protein yang berlimpah (mencukupi kebutuhan tubuh).

Tapi manfaat protein bagi tubuh akan berkurang secara drastis jika Anda setelahnya mengonsumsi minuman manis, jus buah, minuman kemasan, soda atau semacamnya.

Oleh karena itu, hal yang perlu Anda hindari adalah minum-minuma manis setelah makan daging.

Menyebabkan Sistem Kekebalan Tubuh Kacau

Hal negatif lainnya dari minum-minuman manis setelah makan daging yaitu mengacaukan sistem metabolisme tubuh, yang dampaknya memicu kegemukan pada tubuh.

Dimana minuman tinggi gula bisa merusak sistem metabolisme tubuh, yang kemudian menyebabkan  tubuh gemuk saat dipasangkan dengan asupan protein (yang banyak terdapat di daging).

Penelitian telah menyimpulkan bahwa jika mencampur makanan kaya protein dengan sesuatu yang manis, hasilnya yaitu meningkatnya resiko obesitas.

Makan Daging + Minum Minuman Manis = Kegemukan

Hal lainnya yang membuat kebiasaan diatas memicu obesitas, yaitu bahwa kandungan kalori yang banyak terdapat di dalam minuman manis tidak mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.

Selain itu, pola makan seperti ini menimbulkan efek negatif berupa menurunnya proses pembakaran lemak di dalam tubuh.

Jika Anda terlalu sering minum minuman manis setelah makan daging menyebabkan tidak maksimalnya proses pembakaran lemak di dalam tubuh.

Minuman manis tidaklah bisa membuat seseorang merasa lebih kenyang, sehingga akan memicu makan berlebihan.

Minuman asam atau alkohol akan mengeringkan air liur, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk mencerna makanan.

Dari artikel berjudul Why sugary drinks and protein-rich meals don't go well together (Sciencedaily.com), konsumsi minuman manis dengan makanan berprotein tinggi dapat berdampak negatif pada keseimbangan energi, hingga memicu tubuh menyimpan terlalu banyak lemak.

Dr Shanon Casperson, penulis utama studi dari USDA-Agricultural Research Service Grand Forks Human Nutrition Research Center, AS mengatakan bahwa hasil penelitian menunjukan sekitar sepertiga kalori berlebih dari minuman bergula manis tidak dikeluarkan, dan metabolisme lemak menurun.

Terjadi penurunan efisiensi metabolik yang menyebabkan penumpukan banyak lemak di dalam tubuh.

Dr Casperson mengatakan bahwa ada 2 dampak negatif dari minum minuman manis (terutama jika dilakukan setelah makan daging).

Pertama
Dari sisi asupan bahwa minum minuman manis dan semacamnya tidak membuat orang merasa puas, sehingga memicu resiko makan berlebihan, yang akhirnya tubuh kelebihan asupan kalori.

Kedua
Kalori tinggi dari minuman manis memicu kegemukan, selain itu dampak minum minuman manis menyebabkan proses pembakaran lemak di dalam tubuh tidak berjalan maksimal.

Lebih baik setelah makan daging, Anda memilih minum air putih saja daripada minum minuman manis.

Makan Apel Dikupas atau dengan Kulitnya, Mana yang Lebih Baik?

Buah apel kaya akan nutrisi, di dalamnya terkandung vitamin dan mineral penting, berupa vitamin C, serat dan kalium.

Sebagian orang mengonsumsi apel dengan dikupas kulitnya. Sebagiannya lagi makan apel secara langsung, yaitu dimakan bersama-sama dengan kulitnya.

Buah Apel
Photo credit: https://pixabay.com/id/apple-buah-apel-organik-merah-1102078/

Sebenarnya disarankan untuk makan apel beserta dengan kulitya. Kandungan nutrisinya tidak hanya terdapat di dalam daging buah, tapi juga terdapat di kulit apel.

Sehingga sayang jika kulit apel dibuang, karena di dalam kulit apel juga terkandung nutrisi yang penting bagi kesehatan.

Kulit apel mengandung serat yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Pada satu kulit apel berukuran sedang terkandung antara 4-5 gram serat.

Asupan serat sangat penting, bahkan harus dipenuhi dalam setiap harinya. Berbagai manfaat serat yaitu:
  • Melancarkan pencernaan tubuh.
  • Mencegah terjadinya sembelit atau susah BAB.
  • Membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga mencegah kadar gula tinggi.
  • Menurunkan kadar kolesterol jahat.
  • Membuat rasa kenyang lebih lama.
  • Membantu seseorang untuk mencapai berat badan normal.

Selain itu, di dalam kulit apel ditemukan asam ursolat yang bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan yang berlebih (kegemukan).

Manfaat lainnya dari senyawa asam ursolat yaitu membantu proses pembakaran kalori di dalam tubuh, dan juga berkontribusi dalam meningkatkan massa otot.


Konsumsi Kulit Apel Untuk Kesehatan Pernapasan

Di dalam kulit apel terkandung senyawa flavonoid dan quercetin. Kedua senyawa ini bahkan lebih banyak terkandung di dalam kulit apel daripada dagingnya.

Kedua senyawa tersebut bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan fungsi paru-paru, manfaat lainnya yaitu menurunkan resiko dan gejala asma.

Senyawa quercetin pada kulit apel bermanfaat untuk kesehatan otak, mencegah kerusakan sel-sel otak, mencegah kepikunan, menjaga daya ingat dan konsentrasi.

Senyawa flavonoid bermanfaat untuk memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas, mencegah hipertensi dan diabetes, serta menurunkan risiko kanker.

Beberapa makanan lainnya yang kaya akan kandungan flavonoid yaitu sirsak, belimbing wuluh dan kacang kedelai.

Kulit Apel Mencegah Kanker

Penelitian menemukan bahwa kulit apel mengandung senyawa triterpenoids yang memiliki fungsi untuk membunuh sel kanker, khususnya pada bagian hati, usus dan payudara.

Dari laman Livestrong.com, kulit apel mengandung vitamin E, vitamin K, zat besi, folat dan flavonoid. Senyawa flavonoid berfungsi untuk menetralisir molekul yang tidak stabil (mengalami kerusakan) akibat radikal bebas.

Bahaya radikal bebas yang menyebabkan molekul di dalam tubuh tidak stabil, dikhawatirkan dapat merusak sel-sel tubuh yang sehat, yang dampak terburuknya yaitu mengembangkan sel-sel kanker.

Senyawa flavonoid juga bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular, selain menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini berdasarkan hasil penelitian dari Linus Pauling Institute.

Kulit apel mengandung sekitar 28 persen flavonoid dari yang ditemukan di seluruh apel.

Pada kulit apel terkandung serat yang bermanfaat untuk mencegah konstipasi dan melancarkan proses pencernaan tubuh.

Selain itu, serat larut akan menjadi agar-agar saat bercampur dengan air di dalam saluran pencernaan, hal ini menjadikan tubuh merasa kenyang, serta bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan mencegah terjadinya lonjakan gula darah.

Penutup

Hal yang sangat penting diperhatikan jika Anda ingin mengonsumsi buah apel beserta kulitnya, yaitu pastikan Anda mencuci apel dengan air bersih mengalir.

Selain itu, Anda harus berhati-hati dari:
  • Buah apel yang terkena paparan pestisida.
  • Penggunaan lilin pada lapisan kulit apel.
  • Penggunaan bahan-bahan kimia lainnya.

Memang kekhawatiran tentang penggunaan lilin dan paparan pestisida di kulit apel sulit untuk dihindari. 

Apakah Mayones Baik Untuk Kesehatan?

Mayones dapat dikatakan termasuk jenis saus yang pembuatannya terdiri dari bahan-bahan seperti telur ayam, minyak nabati dan cuka.

Penggunaan saus mayones untuk banyak hal, diantaranya yang terkenal adalah untuk tambahan pada sandwich, french fries, pizza dan salad.

Mayones
Photo credit: Pixabay.com

Mayones termasuk saus dalam dunia kuliner Perancis. Adapun di Indonesia, mayones sudah mulai terkenal dan digunakan untuk pelengkap banyak jenis masakan.

Apakah Konsumsi Mayones Baik Untuk Kesehatan?

Banyak ahli gizi telah menjelaskan bahwa mayones termasuk jenis asupan yang kurang sehat, hal itu karena kandungan lemak dan kalorinya yang sangat tinggi (berlebihan).

Sehingga konsumsi mayones dalam jumlah banyak adalah hal yang sangat tidak dianjurkan.

Untuk Anda yang sedang dalam usaha menurunkan berat badan, hendaknya menghindari konsumsi mayones. Kandungan lemak di dalam mayones sangat tinggi.

Dampak buruk dari berlebihan mengonsumsi mayones yaitu hipertensi, meningkatkan risiko penyakit arteri koroner dan jantung.

Satu cangkir mayones mengandung sekitar 1440 kalori, 160 gram lemak, dan 24 gram lemak jenuh.

Satu sdm mayones mengandung sekitar 90 kalori. Itu sekitar 4,5 persen dari asupan kalori harian yang direkomendasikan

Meyones juga mengandung natrium yang sangat tinggi, sehingga membuat para penggemar mayones benar-benar harus membatasi mengonsumsinya.

Adapun hal baik dari mayones adalah kaya akan kandungan vitamin E dan K yang sangat baik.

Hati-hati dalam mengonsumsi mayones, sangat rentan tubuh kelebihan asupan kalori dan lemak akibat sembarangan mengonsumsi mayones (tidak membatasinya).

Menurut Harvard School of Public Health, mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh menyebabkan resiko tinggi seseorang terkena masalah kesehatan yang serius, salah satunya penyakit jantung.

Selain itu, satu sdm mayones mengandung sekitar 5 mg kolesterol. Berlebihan dalam mengonsumsi asupan kolesterol menyebabkan penumpukan plak di arteri tubuh, hal ini nantinya memicu resiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular.

Satu sdm mayones mengandung 90 miligram natrium, ini merupakan asupan yang berguna menjaga fungsi otot dan sistem saraf, namun berlebihan dalam mengonsumsinya menyebabkan tekanan darah yang terlalu tinggi, dan beberapa komplikasi yang ditimbulkan dari hal itu.

Kesimpulan: Bagi Anda pecinta dan penikmat saus mayones yang sangat lezat tersebut, tentunya Kami tidak bisa melarang Anda untuk mengosumsinya, tapi Anda harus membatasi konsumsinya.

Walaupun mayones sangat lezat tapi jangan berlebihan mengonsumsinya, karena bahaya kesehatan serius yang ditimbulkan dari makan terlalu banyak mayones.

Referensi:
Amidor, Toby. Food Network (foodnetwork.com). Mayo: Good or Bad?. 2011. Diakses: 21 Agustus 2018
Mcallister, Joseph. Live Strong (livestrong.com). How Unhealthy Is Mayonnaise?. 2017.  Diakses: 21 Agustus 2018

12 Makanan yang Meningkatkan Energi Tubuh Secara Instan

Sudah umum diketahui, tidur larut malam menyebabkan tubuh menjadi tidak fit pada keesokan harinya.

Selain itu, tubuh yang tidak fit, terasa lemas dan tidak bersemangat juga bisa diakibatkan oleh konsumsi makanan yang kurang baik atau kurang sehat.

Pisang
Photo credit: Wikimedia.org

Sangat penting untuk memilih makanan yang sehat dan bergizi, dan hindari makanan yang kurang sehat.

Makanan kurang sehat seperti junk food, gorengan, fast food, mie instan dan semacamnya.

Terdapat beberapa makanan yang manfaatnya efektif untuk meningkatkan energi tubuh secara instan, sehingga Anda siap untuk menjalankan berbagai aktivitas padat seharian.

Berikut makanan yang disarankan dikonsumsi agar tubuh berenergi:

1. Pisang

Konsumsi pisang dapat memberikan energi untuk tubuh dalam beraktivitas. Pisang merupakan sumber karbohidrat, vitamin B6 dan potasium.

Berbagai kandungan di dalam pisang mampu meningkatkan level energi dalam tubuh secara signifikan.

2. Apel

Apel juga merupakan sumber serat dan karbohidrat yang baik, apel juga tinggi kandungan gula alami.

Kandungan di dalam apel membuat pelepasan energi yang lebih lambat dan berkelanjutan.

Apel kaya akan antioksidan. Penelitian telah menemukan bahwa senyawa antioksidan memiliki peran dalam memperlambat pencernaan karbohidrat, hal ini membuat periode pelepasan energi di dalam tubuh bisa lebih panjang.

3. Beras Merah

Anda bisa sesekali mengganti beras putih menjadi beras merah. Hal itu karena beras merah sangat kaya akan nutrisi

Berkat kandungan seratnya, beras merah memiliki indeks glikemik yang rendah. Hal ini sangat baik untuk menghindari diabetes, namun disaat bersamaan energi tubuh tetap terjaga dengan baik.

Pakar gizi telah menjelaskan bahwa beras merah mengandung vitamin B1, B6, dan B12 yang tinggi. Vitamin B memiliki fungsi penting berupa kontribusinya dalam pembentukan energi tubuh.

Beras merah juga mengandung antioksidan dan berbagai senyawa penting lainnya. Pakar kesehatan telah menyebutkan khasiat beras merah dalam membantu pencegahan penyakit kanker dan beberapa penyakit degeneratif.


4. Ubi Jalar

Ubi jalar sebagai sumber energi bagi tubuh, dan juga memiliki kandungan gizi yang patut diperhitungkan seperti karbohidrat tinggi, serat dan vitamin A.

Berkat kandungan serat, mangan dan karbohidrat kompleks di dalamnya, konsumsi ubi jalar akan memberikan tenaga bagi tubuh untuk bisa menjalankan aktivitas sehari-hari.

5. Telur

Konsumsi telur dapat memberikan energi bagi tubuh Anda. Hal yang spesial yaitu telur kaya akan protein yang memberikan Anda sumber energi yang stabil.

Konsumsi telur juga tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Namun, konsumsi telur tetap harus dibatasi.

Telur kaya akan vitamin B yang memiliki peran penting dalam proses memecah makanan menjadi energi.

Selain itu, telur mengandung leusin yang merupakan asam amino berfungsi untuk merangsang produksi energi tubuh. Terdapat segudang manfaat lainnya yang dimiliki telur.

6. Cokelat Gelap atau Hitam

Cokelat hitam lebih baik daripada cokelat biasa atau susu. Antioksidan tinggi dalam coklat hitam memberikan manfaat kesehatan.

Salah satunya manfaatnya yaitu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh sehingga pengiriman oksigen ke otak dan otot di dalam tubuh berjalan dengan baik, yang sangat penting untuk memaksimalkan fungsi bagian-bagian tubuh.

Selain itu, dengan lancarnya aliran darah dapat meningkatkan mood dan meminimalisir kelelahan mental.

7. Alpukat

Alpukat sering disebut sebagai makanan super karena nutrisinya yang tinggi. Alpukat mengandung serat, vitamin B, lemak sehat dan banyak lainnya.

Lemak sehat bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan nutrisi di dalam tubuh dan memberikan energi bagi tubuh.

Kosumsi alpukat akan memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah Anda makan berlebihan. Alpukat dapat membantu diet Anda selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Selain itu, alpukat mengandung air sehingga membantu tubuh untuk terhidrasi dengan baik.

8. Edamame

Konsumsi kacang edamame sebagai makanan ringan dapat membantu meningkatkan energi tubuh Anda.

Edamame rendah kalori, tapi mengandung banyak serat, protein dan karbohidrat. Selain itu, edamame mengandung vitamin dan mineral.

Mengonsumsi edamame dapat meningkatkan energi tubuh. Edamame juga mengandung mangan, asam folat dan zat besi yang berkontribusi untuk menjaga tingkat energi tubuh, serta mengurangi kelelahan dan dampak anemia.

loading...

9. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan bisa menjadi pilihan untuk makanan ringan Anda karena kaya akan gizi dan dapat meningkatkan energi tubuh.

And bisa mengonsumsi kacang-kacangan seperti walnut, almond ataupun kacang mete. Jenis kacang-kacangan tersebut memiliki kandungan kalori, karbohidrat, lemak sehat, dan kaya protein.

Barbagai kandungan yang ditemukan dalam kacang tersebut seperti karbohidrat, protein, zat besi, mangan, serat, vitamin B dan vitamin E berperan dalam menghasilkan energi tubuh, meningkatkan produksi energi dan mengurangi tingkat kelelahan.

Selain itu juga terdapat kandungan antioksidan, asam lemak omega-3 dan omega-6 yang bermanfaat untuk meningkatkan tingkat energi, mencegah bahaya oksidasi dan mengatasi masalah peradangan.

10. Strawberry

Konsumsi strawberry juga dapat menghasilkan energi tubuh. Hal itu karena strawberry mengandung karbohidrat, serat dan gula alami.

Strawberry
Photo credit: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Strawberries.jpg

Selain itu, mengonsumsi strawberry bermanfaat untuk mengurangi tingkat kelelahan.

11. Oatmeal

Oatmeal adalah sereal gandum utuh, mengonsumsinya akan menghasilkan energi yang bisa bertahan seharian.

Oatmeal kaya akan vitamin dan mineral seperti vitamin B, mangan dan zat besi yang berkontribusi di dalam proses produksi energi tubuh.

Konsumsi oatmeal juga dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Hal itu karena oatmeal mengandung beta-glucan, itu merupakan serat larut yang nantinya membentuk gel tebal di dalam tubuh.

Gel tebal ini memiliki fungsi berupa memperlambat proses pengosongan perut dan penyerapan glukosa ke dalam darah.

12. Jeruk

Jeruk sudah umum diketahui mengandung banyak vitamin C. Kandungan senyawa antioksidan di dalam jeruk berfungsi untuk menangkal efek buruk dari stres oksidatif.

Stres oksidatif memberikan dampak negatif bagi tubuh, salah satunya membuat seseorang mudah lelah.

Dengan begitu, mengonsumsi jeruk yang kaya akan antioksidan bermanfaat untuk mengurangi kelelahan pada tubuh, meningkatkan kinerja fisik dan aktivitas Anda seharian.

Adapun minuman-minuman yang dapat meningkatkan energi yaitu air putih, yogurt, teh hijau dan kopi.

Minum air putih yang cukup harus dilakukan dalam setiap harinya, kurang minum mengakibatkan dehidrasi dan fungsi tubuh menurun sehingga Anda akhirnya merasa lesu, lemas dan mudah lelah.

Teh hijau dan kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan energi tubuh. Kandungan kafein bisa dengan cepat berpindah dari aliran darah ke otak, yang nantinya memberikan efek menenangkan pada sistem saraf pusat.

Yoghurt mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana (seperti galaktosa dan laktosa). Saat dipecah, gula ini menghasilkan energi tubuh secara instan.

Selain itu, yogurt mengandung protein, vitamin B2 dan B12 yang sangat penting untuk tubuh, dan memiliki kontribusi dalam mempertahankan kestabilan energi tubuh untuk menjalan aktivitas sehari-hari.

Referensi:
Semeco, Arlene. Health Line (Healthline.com). 27 Foods That Can Give You More Energy. 2017. Diakses 21 Agustus 2018.